<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Bus DAMRI, Sudah Ada sejak Zaman Jepang</title><description>Bus DAMRI memiliki sejarah panjang dalam melayani penumpang.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/27/52/2976072/sejarah-bus-damri-sudah-ada-sejak-zaman-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/27/52/2976072/sejarah-bus-damri-sudah-ada-sejak-zaman-jepang"/><item><title>Sejarah Bus DAMRI, Sudah Ada sejak Zaman Jepang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/27/52/2976072/sejarah-bus-damri-sudah-ada-sejak-zaman-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/27/52/2976072/sejarah-bus-damri-sudah-ada-sejak-zaman-jepang</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/52/2976072/sejarah-bus-damri-sudah-ada-sejak-zaman-jepang-2678ZiyYnx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarah bus DAMRI, sudah ada sejak zaman Jepang. (Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/52/2976072/sejarah-bus-damri-sudah-ada-sejak-zaman-jepang-2678ZiyYnx.jpg</image><title>Sejarah bus DAMRI, sudah ada sejak zaman Jepang. (Dok MPI)</title></images><description>





JAKARTA - Bus DAMRI memiliki sejarah panjang dalam melayani penumpang. Bus ini bahkan sudah beroperasi saat zaman penjajahan Jepang.


Berdasarkan informasi dari laman DAMRI, Selasa (27/2024), saat menjajah Indonesia, Jepang memiliki dua usaha yang bergerak di bidang transportasi.


Perusahaan transportasi itu berdiri pada 1943 dan dinamai Jawa Unyu Zigyosha dan Zidosha Sokyoku. Perbedaannya adalah Jawa Unyu Zigyosha diperuntukkan sebagai angkutan barang, sedangkan Zidosha Sokyoku dioperasikan sebagai angkutan penumpang.

Kemudian ketika Indonesia merdeka, kedua perusahaan itu diambil alih pemerintah. Pemerintah RI saat itu langsung mengubah namanya.

Nama bus Jawa Unyu Zigyosha diubah menjadi Djawatan Pengangkoetan dan Zidosha Sokyoku menjadi Djawatan Angkoetan Darat.







BACA JUGA:
DAMRI Punya Bus Double Decker, Ada Kelas Sleeper?








Meski namanya berubah, keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai angkutan barang dan penumpang.


Selang 1 tahun kemudian, terjadi perubahan nama. Berdasarkan Makloemat Menteri Perhoeboengan Republik Indonesia No 01/DAM/46, kedua djawatan tersebut digabung dengan nama Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia atau DAMRI.






BACA JUGA:
DAMRI Rilis Bus Tingkat Baru, Punya Kelas Sleeper Rp500 Ribuan











Sejak saat itu, tugas utama DAMRI adalah untuk menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, atau angkutan bermotor lainnya.

DAMRI kemudian melakukan ekspansi dengan membuka kantor cabang di Cirebon, Solo, Malang serta sejumlah daerah di Indonesia. Cabang tersebut dibuka sejak 1950 hingga 60-an.









BACA JUGA:
Bus Damri Milik Siapa? Ini Dia Orangnya










Perubahan kembali terjadi pada 1984. Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1984, DAMRI berubah status menjadi Perusahaan Umum (Perum).





Lalu pada 2018, DAMRI berbenah menjadi moda transportasi darat dengan teknologi terbaru, yakni layanan yang memprioritaskan penumpang dan berorientasi bisnis.



</description><content:encoded>





JAKARTA - Bus DAMRI memiliki sejarah panjang dalam melayani penumpang. Bus ini bahkan sudah beroperasi saat zaman penjajahan Jepang.


Berdasarkan informasi dari laman DAMRI, Selasa (27/2024), saat menjajah Indonesia, Jepang memiliki dua usaha yang bergerak di bidang transportasi.


Perusahaan transportasi itu berdiri pada 1943 dan dinamai Jawa Unyu Zigyosha dan Zidosha Sokyoku. Perbedaannya adalah Jawa Unyu Zigyosha diperuntukkan sebagai angkutan barang, sedangkan Zidosha Sokyoku dioperasikan sebagai angkutan penumpang.

Kemudian ketika Indonesia merdeka, kedua perusahaan itu diambil alih pemerintah. Pemerintah RI saat itu langsung mengubah namanya.

Nama bus Jawa Unyu Zigyosha diubah menjadi Djawatan Pengangkoetan dan Zidosha Sokyoku menjadi Djawatan Angkoetan Darat.







BACA JUGA:
DAMRI Punya Bus Double Decker, Ada Kelas Sleeper?








Meski namanya berubah, keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai angkutan barang dan penumpang.


Selang 1 tahun kemudian, terjadi perubahan nama. Berdasarkan Makloemat Menteri Perhoeboengan Republik Indonesia No 01/DAM/46, kedua djawatan tersebut digabung dengan nama Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia atau DAMRI.






BACA JUGA:
DAMRI Rilis Bus Tingkat Baru, Punya Kelas Sleeper Rp500 Ribuan











Sejak saat itu, tugas utama DAMRI adalah untuk menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, atau angkutan bermotor lainnya.

DAMRI kemudian melakukan ekspansi dengan membuka kantor cabang di Cirebon, Solo, Malang serta sejumlah daerah di Indonesia. Cabang tersebut dibuka sejak 1950 hingga 60-an.









BACA JUGA:
Bus Damri Milik Siapa? Ini Dia Orangnya










Perubahan kembali terjadi pada 1984. Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1984, DAMRI berubah status menjadi Perusahaan Umum (Perum).





Lalu pada 2018, DAMRI berbenah menjadi moda transportasi darat dengan teknologi terbaru, yakni layanan yang memprioritaskan penumpang dan berorientasi bisnis.



</content:encoded></item></channel></rss>
