<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih dari 570 File Bocor, Ungkap Operasi Hacker China</title><description>Lebih dari 570 file dan dokumen hasil peretasan hacker China bocor ke platform pengembang GitHub minggu lalu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/24/54/2974799/lebih-dari-570-file-bocor-ungkap-operasi-hacker-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/24/54/2974799/lebih-dari-570-file-bocor-ungkap-operasi-hacker-china"/><item><title>Lebih dari 570 File Bocor, Ungkap Operasi Hacker China</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/24/54/2974799/lebih-dari-570-file-bocor-ungkap-operasi-hacker-china</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/24/54/2974799/lebih-dari-570-file-bocor-ungkap-operasi-hacker-china</guid><pubDate>Sabtu 24 Februari 2024 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/24/54/2974799/lebih-dari-570-file-bocor-ungkap-operasi-hacker-china-oGp4Ornn1K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hacker. (Ilustrasi/Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/24/54/2974799/lebih-dari-570-file-bocor-ungkap-operasi-hacker-china-oGp4Ornn1K.jpg</image><title>Hacker. (Ilustrasi/Ist)</title></images><description>

JAKARTA - Lebih dari 570 file dan dokumen hasil peretasan hacker China bocor ke platform pengembang GitHub minggu lalu. Banyaknya dokumen yang bocor memberikan gambaran seberapa luas dan efektif operasi yang dilancarkan para hacker di Negeri Tirai Bambu tersebut.


Dalam dokumen yang bocor menunjukkan bahwa hacker China telah mendokumentasikan aktivitas peretasan di banyak negara. Terungkap bahwa hacker berasal dari iSoon yang merupakan kontraktor keamanan swasta yang memiliki hubungan dengan pemerintah China.


&amp;ldquo;Kami punya banyak alasan untuk percaya bahwa ini adalah data asli dari kontraktor yang mendukung operasi spionase dunia maya global dan domestik di luar China,&amp;rdquo; kata pakar keamanan siber, John Hultquist, seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (23/2/2024).


Dokumen juga menyebutkan siapa saja target para hacker China, mulai dari lembaga pemerintah hingga bisnis. Misalnya seperti perusahaan telekomunikasi di setidaknya 20 negara dan wilayah asing termasuk Inggris, India, Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia.






BACA JUGA:
Mantan Hacker CIA Dipenjara 40 Tahun karena Bocorkan Alat Peretasan Rahasia ke Wikileaks








Di dokumen yang bocor itu juga memperlihatkan bagaimana para hacker China mengklaim dapat mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar, termasuk raksasa teknologi Microsoft dan juga Google.







BACA JUGA:
Microsoft Temukan Hacker Rusia dan China Gunakan AI untuk Lakukan Peretasan








Meskipun dokumen tidak menyebutkan target apa pun di pihak AS, laporan tersebut sejalan dengan peringatan dari pejabat keamanan dan pakar siber mengenai operasi peretasan China. Misalnya dari Kepala FBI, Christopher Wray yang mengatakan kepada China telah menjalankan program peretasan terbesar di dunia.


Wray mengatakan China telah mencuri lebih banyak data pribadi dan perusahaan dibandingkan negara mana pun, baik besar maupun kecil. Dan dalam hal mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh hacker China, Wray mengatakan bahwa FBI telah kalah jumlah.






BACA JUGA:
Makin Canggih, Hacker Bisa Bobol Sistem Keamanan Lewat Suara Gesekan Jari dengan Layar HP









&quot;Jika masing-masing agen siber dan analis intelijen FBI berfokus secara eksklusif pada ancaman China, jumlah peretas China akan tetap melebihi jumlah personel siber FBI setidaknya 50 berbanding 1,&amp;rdquo; kata Wray seraya meyakinkan bahwa China harus diwaspadai.



</description><content:encoded>

JAKARTA - Lebih dari 570 file dan dokumen hasil peretasan hacker China bocor ke platform pengembang GitHub minggu lalu. Banyaknya dokumen yang bocor memberikan gambaran seberapa luas dan efektif operasi yang dilancarkan para hacker di Negeri Tirai Bambu tersebut.


Dalam dokumen yang bocor menunjukkan bahwa hacker China telah mendokumentasikan aktivitas peretasan di banyak negara. Terungkap bahwa hacker berasal dari iSoon yang merupakan kontraktor keamanan swasta yang memiliki hubungan dengan pemerintah China.


&amp;ldquo;Kami punya banyak alasan untuk percaya bahwa ini adalah data asli dari kontraktor yang mendukung operasi spionase dunia maya global dan domestik di luar China,&amp;rdquo; kata pakar keamanan siber, John Hultquist, seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (23/2/2024).


Dokumen juga menyebutkan siapa saja target para hacker China, mulai dari lembaga pemerintah hingga bisnis. Misalnya seperti perusahaan telekomunikasi di setidaknya 20 negara dan wilayah asing termasuk Inggris, India, Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia.






BACA JUGA:
Mantan Hacker CIA Dipenjara 40 Tahun karena Bocorkan Alat Peretasan Rahasia ke Wikileaks








Di dokumen yang bocor itu juga memperlihatkan bagaimana para hacker China mengklaim dapat mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar, termasuk raksasa teknologi Microsoft dan juga Google.







BACA JUGA:
Microsoft Temukan Hacker Rusia dan China Gunakan AI untuk Lakukan Peretasan








Meskipun dokumen tidak menyebutkan target apa pun di pihak AS, laporan tersebut sejalan dengan peringatan dari pejabat keamanan dan pakar siber mengenai operasi peretasan China. Misalnya dari Kepala FBI, Christopher Wray yang mengatakan kepada China telah menjalankan program peretasan terbesar di dunia.


Wray mengatakan China telah mencuri lebih banyak data pribadi dan perusahaan dibandingkan negara mana pun, baik besar maupun kecil. Dan dalam hal mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh hacker China, Wray mengatakan bahwa FBI telah kalah jumlah.






BACA JUGA:
Makin Canggih, Hacker Bisa Bobol Sistem Keamanan Lewat Suara Gesekan Jari dengan Layar HP









&quot;Jika masing-masing agen siber dan analis intelijen FBI berfokus secara eksklusif pada ancaman China, jumlah peretas China akan tetap melebihi jumlah personel siber FBI setidaknya 50 berbanding 1,&amp;rdquo; kata Wray seraya meyakinkan bahwa China harus diwaspadai.



</content:encoded></item></channel></rss>
