<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Banyak PO Bus di Sumatera Dikelola Orang Minang</title><description>Banyak perusahaan otobus di Sumatera dikelola oleh orang Minangkabau karena sejarah dan karakteristik masyarakatnya yang gemar merantau.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/22/52/2973829/kenapa-banyak-po-bus-di-sumatera-dikelola-orang-minang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/22/52/2973829/kenapa-banyak-po-bus-di-sumatera-dikelola-orang-minang"/><item><title>Kenapa Banyak PO Bus di Sumatera Dikelola Orang Minang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/22/52/2973829/kenapa-banyak-po-bus-di-sumatera-dikelola-orang-minang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/22/52/2973829/kenapa-banyak-po-bus-di-sumatera-dikelola-orang-minang</guid><pubDate>Kamis 22 Februari 2024 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/22/52/2973829/kenapa-banyak-po-bus-di-sumatera-dikelola-orang-minang-RCwG5NSY4d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenapa banyak PO bus di Sumatera dikelola orang Minang? (Ilustrasi/Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/22/52/2973829/kenapa-banyak-po-bus-di-sumatera-dikelola-orang-minang-RCwG5NSY4d.jpg</image><title>Kenapa banyak PO bus di Sumatera dikelola orang Minang? (Ilustrasi/Ist) </title></images><description>





JAKARTA - Banyak perusahaan otobus (PO) di Sumatera dikelola oleh orang Minangkabau karena sejarah dan karakteristik masyarakat Minangkabau yang gemar merantau dan berbisnis.


Mengapa demikian? Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (22/02/2024), Sumatera Barat, sebagai lokasi asal orang Minangkabau, memiliki posisi strategis di tengah Pulau Sumatera. Kota-kota seperti Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok menjadi jalur persimpangan yang menghubungkan bagian utara dan selatan Sumatera.


Selain itu, mobilitas tinggi masyarakat Minangkabau mendorong mereka untuk berdagang dan berbisnis di luar kota, bahkan hingga ke wilayah-wilayah seperti Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, dan Bandung.


Oleh karena itu, bus tujuan Sumatera Barat cenderung memiliki load penumpang yang tinggi.






BACA JUGA:
5 PO Bus Mewah Asal Aceh










Tradisi bisnis dan kewirausahaan dalam masyarakat Minangkabau juga telah terbentuk sejak lama, termasuk dalam sektor transportasi. Ketika Belanda membuka jalur darat di Sumatera, orang Minangkabau yang sudah mahir dalam transportasi laut beralih ke bisnis perusahaan otobus.






BACA JUGA:
5 PO Bus Paling Banyak Memiliki Bus Tingkat di Indonesia&amp;nbsp;










Salah satu contoh perusahaan otobus yang didirikan oleh orang Minangkabau adalah Perusahaan Otobus Naikilah Perusahaan Minang (NPM), yang sudah beroperasi sejak tahun 1937, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

NPM lahir sebagai semangat pribumi dalam menghadapi kolonialisme, ketika penjajah Belanda melarang penduduk pribumi naik bus.







BACA JUGA:
5 PO Bus yang Punya Sleeper Mewah&amp;nbsp;







Sebagai hasilnya, beberapa perusahaan otobus besar seperti ANS, NPM, Gumarang Jaya, Epa Star, Yoanda, dan Merah Sari, banyak dimiliki oleh pengusaha asal Sumatera Barat.

Hal ini menunjukkan bagaimana kehadiran orang Minangkabau telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam sektor transportasi di Sumatera. (Muhamad Nurifan Anwar)</description><content:encoded>





JAKARTA - Banyak perusahaan otobus (PO) di Sumatera dikelola oleh orang Minangkabau karena sejarah dan karakteristik masyarakat Minangkabau yang gemar merantau dan berbisnis.


Mengapa demikian? Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (22/02/2024), Sumatera Barat, sebagai lokasi asal orang Minangkabau, memiliki posisi strategis di tengah Pulau Sumatera. Kota-kota seperti Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok menjadi jalur persimpangan yang menghubungkan bagian utara dan selatan Sumatera.


Selain itu, mobilitas tinggi masyarakat Minangkabau mendorong mereka untuk berdagang dan berbisnis di luar kota, bahkan hingga ke wilayah-wilayah seperti Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, dan Bandung.


Oleh karena itu, bus tujuan Sumatera Barat cenderung memiliki load penumpang yang tinggi.






BACA JUGA:
5 PO Bus Mewah Asal Aceh










Tradisi bisnis dan kewirausahaan dalam masyarakat Minangkabau juga telah terbentuk sejak lama, termasuk dalam sektor transportasi. Ketika Belanda membuka jalur darat di Sumatera, orang Minangkabau yang sudah mahir dalam transportasi laut beralih ke bisnis perusahaan otobus.






BACA JUGA:
5 PO Bus Paling Banyak Memiliki Bus Tingkat di Indonesia&amp;nbsp;










Salah satu contoh perusahaan otobus yang didirikan oleh orang Minangkabau adalah Perusahaan Otobus Naikilah Perusahaan Minang (NPM), yang sudah beroperasi sejak tahun 1937, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

NPM lahir sebagai semangat pribumi dalam menghadapi kolonialisme, ketika penjajah Belanda melarang penduduk pribumi naik bus.







BACA JUGA:
5 PO Bus yang Punya Sleeper Mewah&amp;nbsp;







Sebagai hasilnya, beberapa perusahaan otobus besar seperti ANS, NPM, Gumarang Jaya, Epa Star, Yoanda, dan Merah Sari, banyak dimiliki oleh pengusaha asal Sumatera Barat.

Hal ini menunjukkan bagaimana kehadiran orang Minangkabau telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam sektor transportasi di Sumatera. (Muhamad Nurifan Anwar)</content:encoded></item></channel></rss>
