<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida </title><description>Telkom bersama anak usahanya, Telkomsat sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 langsung dari Cape Canaveral, Florida</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/21/16/2973194/satelit-merah-putih-2-sukses-diluncurkan-dari-cape-canaveral-florida</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/21/16/2973194/satelit-merah-putih-2-sukses-diluncurkan-dari-cape-canaveral-florida"/><item><title>Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/21/16/2973194/satelit-merah-putih-2-sukses-diluncurkan-dari-cape-canaveral-florida</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/21/16/2973194/satelit-merah-putih-2-sukses-diluncurkan-dari-cape-canaveral-florida</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2024 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/16/2973194/satelit-merah-putih-2-sukses-diluncurkan-dari-cape-canaveral-florida-70pPwbAeEN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roket Falcon 9 yang meluncur dari Cape Canaveral Florida sebagai wahana yang mengantarkan Satelit Merah Putih 2 menuju orbit, Selasa (20/2/2024) (Foto: Dok SpaceX)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/16/2973194/satelit-merah-putih-2-sukses-diluncurkan-dari-cape-canaveral-florida-70pPwbAeEN.jpg</image><title>Roket Falcon 9 yang meluncur dari Cape Canaveral Florida sebagai wahana yang mengantarkan Satelit Merah Putih 2 menuju orbit, Selasa (20/2/2024) (Foto: Dok SpaceX)</title></images><description>Florida&amp;ndash; PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya,  Telkomsat sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 langsung dari Cape Canaveral, Florida pada Selasa  (20/2/2024) pukul 15.11 waktu setempat atau Rabu (21/2/2024) pukul 03.11 Waktu Indonesia Barat.
Satelit Merah  Putih 2 merupakan satelit ke-11 sekaligus satelit pertama TelkomGroup yang menggunakan teknologi  High Throughput Satellite (HTS) atau yang juga dikenal dengan broadband satelit. Satelit ini diluncurkan  dengan roket Falcon 9 dan akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (113 BT).

BACA JUGA:
Telkom Segera Luncurkan Satelit HTS pada Pertengahan Februari&amp;nbsp;

Direktur Utama Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, Alhamdulillah, Satelit Merah Putih 2 telah berhasil diluncurkan hari ini dengan lancar. Ini merupakan  milestone penting bagi TelkomGroup khususnya dalam mendukung terwujudnya pemerataan akses  konektivitas di seluruh Indonesia bahkan di daerah 3T.
&quot;Keberadaan Satelit Merah Putih 2 ini juga menjadi  fondasi yang memperkuat portofolio bisnis satelit TelkomGroup yang dijalankan Telkomsat,&amp;rdquo; ujarnya dari Cape Canaveral, Florida.
Dengan kapasitas hingga 32Gbps, Satelit Merah Putih 2 membawa transponder aktif frekuensi C-band dan  Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia. Sebagai negara di kawasan khatulistiwa yang  memiliki curah hujan tinggi, satelit ini diharapkan dapat menjadi satelit HTS atau broadband satellite paling andal (reliable) di Indonesia. Hal ini dikarenakan kombinasi kedua frekuensi yang dimiliki di mana  frekuensi C-Band adalah frekuensi yang memiliki performa paling baik terhadap curah hujan.
Satelit ini menggunakan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun yang dipabrikasi oleh  Thales Alenia Space sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian,  dan pengiriman satelit ke lokasi peluncuran. Selain itu, perusahaan manufaktur satelit kenamaan Perancis  tersebut juga bertanggung jawab terhadap fase launch and early orbit phase (LEOP), yaitu fase awal satelit&amp;nbsp; selepas dari roket peluncur hingga mencapai slot orbit yang diinginkan di 113 BT dan pada fase in-orbit  tests (IOT), yaitu fase pengujian performa satelit saat sudah berada di slot orbitnya.
Thales Alenia Space  akan memberikan dukungan penuh terhadap sistem pengendalian satelit dari stasiun pengendali (ground  control) sekaligus melatih Telkomsat agar siap dalam mengoperasikan broadband satelit ini sepanjang  usia satelit.
Sementara itu untuk kendaraan peluncur satelit, Telkomsat bekerjasama dengan SpaceX untuk  meluncurkan satelit dari bumi menuju ke ketinggian yang ditentukan, menggunakan roket Falcon 9.  Telkomsat juga menggandeng Jasindo untuk menjamin risiko satelit serta Telesat sebagai konsultan  Telkomsat dalam pengadaan dan manufaktur satelit.
Direktur Wholesale &amp;amp; International Service Telkom, Bogi Witjaksono mengatakan, setidaknya ada tiga misi  yang ingin dibawa Satelit Merah Putih 2, yakni meningkatkan ketahanan infrastuktur digital nasional untuk  mendukung pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia.
&quot;Misi lainnya, mengamankan dan mempertahankan slot  orbit Indonesia di 113 BT, serta memperkuat portofolio bisnis satelit melalui peningkatan kapasitas  internal dari 10 Gbps (Satelit Telkom 3S dan Satelit Merah Putih) menjadi 42.4 Gbps,&quot; ucap Bogi.
Lebih lanjut Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menambahkan bahwa teknologi HTS  merupakan teknologi dengan desain cakupan area di bumi yang berukuran kecil namun banyak (multi spots beam), sehingga mampu menghasilkan kekuatan pancar satelit yang besar di suatu area yang  dilingkupi beam tersebut. Kekuatan pancar satelit ini identik dengan besaran data yang mampu dikirim  satelit ke lokasi tersebut.
&amp;ldquo;Satelit broadband ini memungkinkan sumber daya frekuensi yang dapat  digunakan berulang (frequency reuseable), sehingga hal ini berpotensi untuk menaikkan jumlah kapasitas  yang dimiliki satelit HTS,&amp;rdquo; tutur Lukman.
Terkait dengan proses pemilihan mitra dan pengadaan satelit, Lukman menegaskan bahwa hal tersebut  telah dilakukan sesuai dengan asas kepatuhan (compliance) dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.  Selain itu dari aspek bisnis, proses pemilihan mitra juga telah mempertimbangkan biaya per Gbps yang  paling rendah sehingga menghasilkan satelit dengan kapasitas lebih besar dengan harga jual yang  kompetitif.
Satelit Merah Putih 2 direncanakan akan siap beroperasi (ready for service) pada bulan April 2024 dan  akan dimanfaatkan untuk membantu pemerataan digital di Indonesia melalui penyediaan layanan  backhaul berbasis satelit, mengembangkan bisnis maritim di Indonesia, dan mendukung kedaulatan data  dengan mengurangi kebergantungan kapasitas satelit asing.</description><content:encoded>Florida&amp;ndash; PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya,  Telkomsat sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 langsung dari Cape Canaveral, Florida pada Selasa  (20/2/2024) pukul 15.11 waktu setempat atau Rabu (21/2/2024) pukul 03.11 Waktu Indonesia Barat.
Satelit Merah  Putih 2 merupakan satelit ke-11 sekaligus satelit pertama TelkomGroup yang menggunakan teknologi  High Throughput Satellite (HTS) atau yang juga dikenal dengan broadband satelit. Satelit ini diluncurkan  dengan roket Falcon 9 dan akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (113 BT).

BACA JUGA:
Telkom Segera Luncurkan Satelit HTS pada Pertengahan Februari&amp;nbsp;

Direktur Utama Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, Alhamdulillah, Satelit Merah Putih 2 telah berhasil diluncurkan hari ini dengan lancar. Ini merupakan  milestone penting bagi TelkomGroup khususnya dalam mendukung terwujudnya pemerataan akses  konektivitas di seluruh Indonesia bahkan di daerah 3T.
&quot;Keberadaan Satelit Merah Putih 2 ini juga menjadi  fondasi yang memperkuat portofolio bisnis satelit TelkomGroup yang dijalankan Telkomsat,&amp;rdquo; ujarnya dari Cape Canaveral, Florida.
Dengan kapasitas hingga 32Gbps, Satelit Merah Putih 2 membawa transponder aktif frekuensi C-band dan  Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia. Sebagai negara di kawasan khatulistiwa yang  memiliki curah hujan tinggi, satelit ini diharapkan dapat menjadi satelit HTS atau broadband satellite paling andal (reliable) di Indonesia. Hal ini dikarenakan kombinasi kedua frekuensi yang dimiliki di mana  frekuensi C-Band adalah frekuensi yang memiliki performa paling baik terhadap curah hujan.
Satelit ini menggunakan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun yang dipabrikasi oleh  Thales Alenia Space sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian,  dan pengiriman satelit ke lokasi peluncuran. Selain itu, perusahaan manufaktur satelit kenamaan Perancis  tersebut juga bertanggung jawab terhadap fase launch and early orbit phase (LEOP), yaitu fase awal satelit&amp;nbsp; selepas dari roket peluncur hingga mencapai slot orbit yang diinginkan di 113 BT dan pada fase in-orbit  tests (IOT), yaitu fase pengujian performa satelit saat sudah berada di slot orbitnya.
Thales Alenia Space  akan memberikan dukungan penuh terhadap sistem pengendalian satelit dari stasiun pengendali (ground  control) sekaligus melatih Telkomsat agar siap dalam mengoperasikan broadband satelit ini sepanjang  usia satelit.
Sementara itu untuk kendaraan peluncur satelit, Telkomsat bekerjasama dengan SpaceX untuk  meluncurkan satelit dari bumi menuju ke ketinggian yang ditentukan, menggunakan roket Falcon 9.  Telkomsat juga menggandeng Jasindo untuk menjamin risiko satelit serta Telesat sebagai konsultan  Telkomsat dalam pengadaan dan manufaktur satelit.
Direktur Wholesale &amp;amp; International Service Telkom, Bogi Witjaksono mengatakan, setidaknya ada tiga misi  yang ingin dibawa Satelit Merah Putih 2, yakni meningkatkan ketahanan infrastuktur digital nasional untuk  mendukung pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia.
&quot;Misi lainnya, mengamankan dan mempertahankan slot  orbit Indonesia di 113 BT, serta memperkuat portofolio bisnis satelit melalui peningkatan kapasitas  internal dari 10 Gbps (Satelit Telkom 3S dan Satelit Merah Putih) menjadi 42.4 Gbps,&quot; ucap Bogi.
Lebih lanjut Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menambahkan bahwa teknologi HTS  merupakan teknologi dengan desain cakupan area di bumi yang berukuran kecil namun banyak (multi spots beam), sehingga mampu menghasilkan kekuatan pancar satelit yang besar di suatu area yang  dilingkupi beam tersebut. Kekuatan pancar satelit ini identik dengan besaran data yang mampu dikirim  satelit ke lokasi tersebut.
&amp;ldquo;Satelit broadband ini memungkinkan sumber daya frekuensi yang dapat  digunakan berulang (frequency reuseable), sehingga hal ini berpotensi untuk menaikkan jumlah kapasitas  yang dimiliki satelit HTS,&amp;rdquo; tutur Lukman.
Terkait dengan proses pemilihan mitra dan pengadaan satelit, Lukman menegaskan bahwa hal tersebut  telah dilakukan sesuai dengan asas kepatuhan (compliance) dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.  Selain itu dari aspek bisnis, proses pemilihan mitra juga telah mempertimbangkan biaya per Gbps yang  paling rendah sehingga menghasilkan satelit dengan kapasitas lebih besar dengan harga jual yang  kompetitif.
Satelit Merah Putih 2 direncanakan akan siap beroperasi (ready for service) pada bulan April 2024 dan  akan dimanfaatkan untuk membantu pemerataan digital di Indonesia melalui penyediaan layanan  backhaul berbasis satelit, mengembangkan bisnis maritim di Indonesia, dan mendukung kedaulatan data  dengan mengurangi kebergantungan kapasitas satelit asing.</content:encoded></item></channel></rss>
