<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Masa Depan Mobil Listrik Produksi Asia Tenggara </title><description>Di antara persaingan raksasa otomotif tersebut, produsen mobil Asia Tenggara tak mau ketinggalan. Dari Vietnam ada VinFast.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972899/menakar-masa-depan-mobil-listrik-produksi-asia-tenggara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972899/menakar-masa-depan-mobil-listrik-produksi-asia-tenggara"/><item><title>Menakar Masa Depan Mobil Listrik Produksi Asia Tenggara </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972899/menakar-masa-depan-mobil-listrik-produksi-asia-tenggara</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972899/menakar-masa-depan-mobil-listrik-produksi-asia-tenggara</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/52/2972899/menakar-masa-depan-mobil-listrik-produksi-asia-tenggara-mEEaLNYSLV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil VinFast produksi pabrikan otomotif asal Vietnam mejeng di IIMS 2024. Vietnam menjadi negara ASEAN pertama yang mengeluarkan mobil listrik untuk di ekspor. (Foto: VinFast) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/52/2972899/menakar-masa-depan-mobil-listrik-produksi-asia-tenggara-mEEaLNYSLV.jpg</image><title>Mobil VinFast produksi pabrikan otomotif asal Vietnam mejeng di IIMS 2024. Vietnam menjadi negara ASEAN pertama yang mengeluarkan mobil listrik untuk di ekspor. (Foto: VinFast) </title></images><description>JAKARTA - Dunia otomotif sedang bersaing dalam produksi mobil listrik sejak fenomena Tesla beberapa tahun lalu. China menjadi salah satu negara paling agresif dalam memproduksi dan memasarkan mobil listrik ke penjuru dunia, termasuk Eropa dan kawasan Asia.
Persaingan terasa karena produsen mobil Korea Selatan, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat tak mau ketinggalan. Pelan pelan, perusahaan mobil berbahan bakar minyak mulai migrasi memproduksi listrik. Ada langsung memproduksi mobil full listrik, tapi ada pula bermain di tiga kaki; konvensional, hybrid dan listrik.

BACA JUGA:
BYD Tawarkan Garansi Baterai Mobil Listrik Selama 8 Tahun

Di antara persaingan raksasa otomotif tersebut, produsen mobil Asia Tenggara tak mau ketinggalan. Dari Vietnam ada VinFast, Kamboja meluncurkan Angkor EV 2013, Malaysia sempat disebut melahirkan MyKar pada 2021, sedangkan Thailand telah memperkenalkan Mine SPA1 di Bangkok Motor Show 2019.
Dari empat negara tersebut, Kamboja dan Vietnam sudah bergerak lebih maju. Mobil Angkor EV 2013 sudah mulai dijual ke pasar sejak diperkenalkan pada Rabu (91/2024). Untuk sementara mobil itu hanya untuk konsumsi lokal. Meski belum 100% menggunakan produksi dalam negeri, kehadiran Angkor EV 2013 menjadi bukti keberanian Kamboja dalam memproduksi mobil dalam negeri.


Gairah negara Asia Tenggara memproduksi mobil atau katakan kendaraan listrik menjadi wajar melihat bagaimana trend dan prediksi tentang kendaraan non BBM ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Dikutip dari  Mordorintelligence, pasar kendaraan listrik dia ASEAN diperkirakan sebesar USD1,14 miliar pada 2024, dan diperkirakan akan mencapai USD4,70 miliar pada  2029.
Atau akan mengalami pertumbuhan pada CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 32,73% selama periode perkiraan (2024-2029). CAGR merupakan indikator yang digunakan untuk melihat keuntungan dari suatu bisnis atau investasi.
Kawasan ASEAN merupakan salah satu pusat utama penjualan armada otomotif dan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pesat pada periode yang sama. Apalagi dengan banyaknya isentif yang diberikan pemerintah di kawasan Asia Tenggara. VinFast menjadi pioner mobil listrik produksi Asia Tenggara yang berani keluar dari kandang.

BACA JUGA:
VinFast Luncurkan Sejumlah Mobil Listrik di IIMS 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Salah satunya di Indonesia dengan langsung membawa mobil listrik dari segmen A-SUV hingga E-SUV yakni model VF 5, VF e34, VF 6, VF 7, VF 8, dan VF 9 di IIMS 2024. Indonesia menjadi negara pertama VinFast dalam memperkenalkan kendaraan listrik kemudi kanandengan bermain di segmen A hingga C.
Kendaraan VinFast memiliki desain yang modern dan berjiwa muda, terintegrasi dengan teknologi canggih untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen. VinFast juga menawarkan kebijakan penjualan dan purna jual yang fleksibel, agar transportasi hijau dan berkelanjutan dapat lebih mudah diakses oleh seluruh pelanggan.

BACA JUGA:
Ini Spesifikasi SUV Listrik yang Bakal Mengaspal di Tanah Air, Neta U dan VinFast VF e34


Untuk memastikan pengisian daya yang nyaman dan terjangkau, VinFast akan bermitra dengan pemasok lokal untuk membangun jaringan stasiun pengisian daya nasional. Rencana ambisius ini memungkinkan mobilitas listrik berlangsung lebih lancar bagi pengguna di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan adaptasi transportasi berkelanjutan di pasar secara signifikan.
&amp;ldquo;Kami yakin bahwa platform mobilitas listrik yang telah dikembangkan oleh VinFast secara komprehensif akan membuat kendaraan listrik lebih mudah diakses oleh seluruh pelanggan. Kami ingin ini menjadi momentum transisi bagi Indonesia menuju energi yang ramah lingkungan,&amp;rdquo; kata Tran Qu&amp;#7889;c Huy, CEO VinFast Indonesia.

BACA JUGA:
Daftar Mobil Hybrid yang Meluncur di IIMS 2024

Optimistisme juga diperlihatkan beberapa dealer yang menjadi ujung tombak dalam pemasaran mobil ke konsumen. Direktur dealer PR Bevos Auto Mandiri Hartono Kurniawan menyebut harga menjadi faktor penting bagi pembeli di Indonesia.
&amp;ldquo;Gelombang model mobil listrik baru dengan harga menarik belakangan ini berlomba-lomba memasuki pasar Indonesia. Oleh karena itu, harga yang kompetitif adalah kunci agar VinFast bisa menonjol,&amp;rdquo; ungkap Hartono.</description><content:encoded>JAKARTA - Dunia otomotif sedang bersaing dalam produksi mobil listrik sejak fenomena Tesla beberapa tahun lalu. China menjadi salah satu negara paling agresif dalam memproduksi dan memasarkan mobil listrik ke penjuru dunia, termasuk Eropa dan kawasan Asia.
Persaingan terasa karena produsen mobil Korea Selatan, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat tak mau ketinggalan. Pelan pelan, perusahaan mobil berbahan bakar minyak mulai migrasi memproduksi listrik. Ada langsung memproduksi mobil full listrik, tapi ada pula bermain di tiga kaki; konvensional, hybrid dan listrik.

BACA JUGA:
BYD Tawarkan Garansi Baterai Mobil Listrik Selama 8 Tahun

Di antara persaingan raksasa otomotif tersebut, produsen mobil Asia Tenggara tak mau ketinggalan. Dari Vietnam ada VinFast, Kamboja meluncurkan Angkor EV 2013, Malaysia sempat disebut melahirkan MyKar pada 2021, sedangkan Thailand telah memperkenalkan Mine SPA1 di Bangkok Motor Show 2019.
Dari empat negara tersebut, Kamboja dan Vietnam sudah bergerak lebih maju. Mobil Angkor EV 2013 sudah mulai dijual ke pasar sejak diperkenalkan pada Rabu (91/2024). Untuk sementara mobil itu hanya untuk konsumsi lokal. Meski belum 100% menggunakan produksi dalam negeri, kehadiran Angkor EV 2013 menjadi bukti keberanian Kamboja dalam memproduksi mobil dalam negeri.


Gairah negara Asia Tenggara memproduksi mobil atau katakan kendaraan listrik menjadi wajar melihat bagaimana trend dan prediksi tentang kendaraan non BBM ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Dikutip dari  Mordorintelligence, pasar kendaraan listrik dia ASEAN diperkirakan sebesar USD1,14 miliar pada 2024, dan diperkirakan akan mencapai USD4,70 miliar pada  2029.
Atau akan mengalami pertumbuhan pada CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 32,73% selama periode perkiraan (2024-2029). CAGR merupakan indikator yang digunakan untuk melihat keuntungan dari suatu bisnis atau investasi.
Kawasan ASEAN merupakan salah satu pusat utama penjualan armada otomotif dan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pesat pada periode yang sama. Apalagi dengan banyaknya isentif yang diberikan pemerintah di kawasan Asia Tenggara. VinFast menjadi pioner mobil listrik produksi Asia Tenggara yang berani keluar dari kandang.

BACA JUGA:
VinFast Luncurkan Sejumlah Mobil Listrik di IIMS 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Salah satunya di Indonesia dengan langsung membawa mobil listrik dari segmen A-SUV hingga E-SUV yakni model VF 5, VF e34, VF 6, VF 7, VF 8, dan VF 9 di IIMS 2024. Indonesia menjadi negara pertama VinFast dalam memperkenalkan kendaraan listrik kemudi kanandengan bermain di segmen A hingga C.
Kendaraan VinFast memiliki desain yang modern dan berjiwa muda, terintegrasi dengan teknologi canggih untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen. VinFast juga menawarkan kebijakan penjualan dan purna jual yang fleksibel, agar transportasi hijau dan berkelanjutan dapat lebih mudah diakses oleh seluruh pelanggan.

BACA JUGA:
Ini Spesifikasi SUV Listrik yang Bakal Mengaspal di Tanah Air, Neta U dan VinFast VF e34


Untuk memastikan pengisian daya yang nyaman dan terjangkau, VinFast akan bermitra dengan pemasok lokal untuk membangun jaringan stasiun pengisian daya nasional. Rencana ambisius ini memungkinkan mobilitas listrik berlangsung lebih lancar bagi pengguna di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan adaptasi transportasi berkelanjutan di pasar secara signifikan.
&amp;ldquo;Kami yakin bahwa platform mobilitas listrik yang telah dikembangkan oleh VinFast secara komprehensif akan membuat kendaraan listrik lebih mudah diakses oleh seluruh pelanggan. Kami ingin ini menjadi momentum transisi bagi Indonesia menuju energi yang ramah lingkungan,&amp;rdquo; kata Tran Qu&amp;#7889;c Huy, CEO VinFast Indonesia.

BACA JUGA:
Daftar Mobil Hybrid yang Meluncur di IIMS 2024

Optimistisme juga diperlihatkan beberapa dealer yang menjadi ujung tombak dalam pemasaran mobil ke konsumen. Direktur dealer PR Bevos Auto Mandiri Hartono Kurniawan menyebut harga menjadi faktor penting bagi pembeli di Indonesia.
&amp;ldquo;Gelombang model mobil listrik baru dengan harga menarik belakangan ini berlomba-lomba memasuki pasar Indonesia. Oleh karena itu, harga yang kompetitif adalah kunci agar VinFast bisa menonjol,&amp;rdquo; ungkap Hartono.</content:encoded></item></channel></rss>
