<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Rencana Insentif Mobil Listrik Diperpanjang, Ini Respons Hyundai</title><description>Hyundai juga akan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait insentif mobil listrik ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972726/soal-rencana-insentif-mobil-listrik-diperpanjang-ini-respons-hyundai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972726/soal-rencana-insentif-mobil-listrik-diperpanjang-ini-respons-hyundai"/><item><title>Soal Rencana Insentif Mobil Listrik Diperpanjang, Ini Respons Hyundai</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972726/soal-rencana-insentif-mobil-listrik-diperpanjang-ini-respons-hyundai</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/20/52/2972726/soal-rencana-insentif-mobil-listrik-diperpanjang-ini-respons-hyundai</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/52/2972726/soal-rencana-insentif-mobil-listrik-diperpanjang-ini-respons-hyundai-X5K1gISP7e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soal rencana insentif mobil listrik diperpanjang, ini kata Hyundai. (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/52/2972726/soal-rencana-insentif-mobil-listrik-diperpanjang-ini-respons-hyundai-X5K1gISP7e.jpg</image><title>Soal rencana insentif mobil listrik diperpanjang, ini kata Hyundai. (MPI)</title></images><description>



JAKARTA &amp;ndash; Insentif mobil listrik telah berakhir pada Desember 2023. Namun, pemerintah berencana memperpanjang peraturan tersebut. Hal itu lantaran regulasi tersebut bisa menstimulus perpindahan dari kendaraan konvensional ke listrik.



Seperti diketahui, pemerintah memberikan insentif berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Insentif ini membuat harga mobil listrik yang sudah dirakit di Indonesia dan memenuhi TKDN turun hingga Rp75 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berencana untuk memperpanjang insentif tersebut. Hal tersebut diungkapkan saat mengunjungi pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024.

&amp;ldquo;Di Januari, hampir semua electric vehicle relatif berhenti (penjualannya) karena menunggu PMK (Peraturan Menteri Keuangan). Jadi, kami akan segera selesaikan dan InshaAllah (bulan ini selesai) karena pemilu sudah selesai, kami urus,&amp;rdquo; kata Airlangga, beberapa waktu lalu.


Terkait hal ini, Chief Operating Officer PT HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pihaknya menunggu regulasi diterapkan. Hyundai juga akan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait insentif mobil listrik ini.








BACA JUGA:
Deretan Mobil Listrik Baru yang Dipamerkan di IIMS 2024, Ada MPV Premium









&amp;ldquo;Jadi, mudah-mudahan bisa segera dirilis, supaya punya kepastian terhadap besaran pajak yang akan diberikan ke konsumen,&amp;rdquo; kata Fransiscus saat ditemui di area pameran IIMS 2024, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.







BACA JUGA:
Daftar Harga Mobil Listrik di IIMS 2024, dari Termurah hingga Termahal










Ia berharap dengan penerbitan aturan PPN DTP yang baru nanti, penjualan mobil listrik Hyundai di Tanah Air bisa kembali meningkat. Aturan baru ini juga diharapkan bisa memantik minat masyarakat untuk membeli mobil listrik.


&amp;ldquo;Jadi, berulang kali kami sampaikan bahwa ada dua, yaitu permintaan dari konsumen yang kami analisa, kami survei. Kedua adalah regulasi pemerintah yang ada. Jadi, kami akan meet dengan keduanya supaya kami bisa berjualan lebih banyak,&amp;rdquo; ujarnya.








BACA JUGA:
Daftar Mobil Listrik Harga di Bawah Rp200 Juta di IIMS 2024










Seperti diketahui, saat ini baru ada dua model mobil listrik yang mendapat insentif potongan PPN 10 persen, yakni Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV. Namun, sejumlah produsen sudah mulai merakit mobil listrik mereka di Indonesia demi masih dalam program tersebut.



Selain melakukan perakitan di Indonesia alias CKD, syarat lain yang harus dipenuhi adalah mobil listrik harus memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.







</description><content:encoded>



JAKARTA &amp;ndash; Insentif mobil listrik telah berakhir pada Desember 2023. Namun, pemerintah berencana memperpanjang peraturan tersebut. Hal itu lantaran regulasi tersebut bisa menstimulus perpindahan dari kendaraan konvensional ke listrik.



Seperti diketahui, pemerintah memberikan insentif berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Insentif ini membuat harga mobil listrik yang sudah dirakit di Indonesia dan memenuhi TKDN turun hingga Rp75 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berencana untuk memperpanjang insentif tersebut. Hal tersebut diungkapkan saat mengunjungi pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024.

&amp;ldquo;Di Januari, hampir semua electric vehicle relatif berhenti (penjualannya) karena menunggu PMK (Peraturan Menteri Keuangan). Jadi, kami akan segera selesaikan dan InshaAllah (bulan ini selesai) karena pemilu sudah selesai, kami urus,&amp;rdquo; kata Airlangga, beberapa waktu lalu.


Terkait hal ini, Chief Operating Officer PT HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pihaknya menunggu regulasi diterapkan. Hyundai juga akan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait insentif mobil listrik ini.








BACA JUGA:
Deretan Mobil Listrik Baru yang Dipamerkan di IIMS 2024, Ada MPV Premium









&amp;ldquo;Jadi, mudah-mudahan bisa segera dirilis, supaya punya kepastian terhadap besaran pajak yang akan diberikan ke konsumen,&amp;rdquo; kata Fransiscus saat ditemui di area pameran IIMS 2024, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.







BACA JUGA:
Daftar Harga Mobil Listrik di IIMS 2024, dari Termurah hingga Termahal










Ia berharap dengan penerbitan aturan PPN DTP yang baru nanti, penjualan mobil listrik Hyundai di Tanah Air bisa kembali meningkat. Aturan baru ini juga diharapkan bisa memantik minat masyarakat untuk membeli mobil listrik.


&amp;ldquo;Jadi, berulang kali kami sampaikan bahwa ada dua, yaitu permintaan dari konsumen yang kami analisa, kami survei. Kedua adalah regulasi pemerintah yang ada. Jadi, kami akan meet dengan keduanya supaya kami bisa berjualan lebih banyak,&amp;rdquo; ujarnya.








BACA JUGA:
Daftar Mobil Listrik Harga di Bawah Rp200 Juta di IIMS 2024










Seperti diketahui, saat ini baru ada dua model mobil listrik yang mendapat insentif potongan PPN 10 persen, yakni Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV. Namun, sejumlah produsen sudah mulai merakit mobil listrik mereka di Indonesia demi masih dalam program tersebut.



Selain melakukan perakitan di Indonesia alias CKD, syarat lain yang harus dipenuhi adalah mobil listrik harus memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.







</content:encoded></item></channel></rss>
