<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baterai Baru Lithium Dikembangkan, Pengisian Daya Hanya 5 Menit</title><description>Baterai litium baru dengan elektroda lebih baik berhasil diciptakan para insinyur.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/56/2967762/baterai-baru-lithium-dikembangkan-pengisian-daya-hanya-5-menit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/56/2967762/baterai-baru-lithium-dikembangkan-pengisian-daya-hanya-5-menit"/><item><title>Baterai Baru Lithium Dikembangkan, Pengisian Daya Hanya 5 Menit</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/56/2967762/baterai-baru-lithium-dikembangkan-pengisian-daya-hanya-5-menit</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/56/2967762/baterai-baru-lithium-dikembangkan-pengisian-daya-hanya-5-menit</guid><pubDate>Jum'at 09 Februari 2024 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/09/56/2967762/baterai-baru-lithium-dikembangkan-pengisian-daya-hanya-5-menit-rUKtWYsLOm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Baterai lithium baru berhasil dikembangkan, pengisian daya hanya 5 menit. (Ilustrasi/Dok PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/09/56/2967762/baterai-baru-lithium-dikembangkan-pengisian-daya-hanya-5-menit-rUKtWYsLOm.jpg</image><title>Baterai lithium baru berhasil dikembangkan, pengisian daya hanya 5 menit. (Ilustrasi/Dok PLN)</title></images><description>JAKARTA - Baterai litium baru dengan elektroda lebih baik berhasil diciptakan para insinyur. Baterai dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari 5 menit.
Melansir IFL Science, Jumat (9/2/2024), baterai lithium terbaru ini lebih cepat dibandingkan baterai apa pun yang ada di pasaran saat ini. Bahkan jika dibandingkan teknologi baterai kendaraan listrik, masih jauh lebih baik.
Para peneliti mengamati sistem yang memiliki asimetri antara pengisian dan pengosongan. Mereka membutuhkannya untuk mengisi daya dengan sangat cepat sementara pemakaiannya sangat lambat. Mereka mengamati laju terjadinya reaksi kimia dibandingkan dengan laju gerak bahan kimia tertentu untuk mencapai tempat reaksi.
Mereka menemukan indium adalah logam yang menarik untuk digunakan dalam baterai. Ia bergerak cukup cepat, tetapi memiliki kinetika reaksi permukaan yang lambat, sehingga dapat diisi dengan cukup cepat dan dilepaskan dengan lambat. Karakteristik itulah yang membuatnya jadi pilihan.

BACA JUGA:
Adu Kuat Baterai Samsung Galaxy S24 Vs iPhone 15, Mana yang Lebih Baik?

&quot;Tujuan kami adalah menciptakan desain elektroda baterai yang dapat diisi dan dikosongkan dengan cara yang selaras dengan rutinitas sehari-hari,&amp;rdquo; kata penulis utama, Shuo Jin, dari Cornell University, dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
Adu Kuat Baterai Samsung Galaxy S24 Vs iPhone 15, Mana yang Lebih Baik?

&quot;Secara praktis, kami ingin perangkat elektronik kami dapat mengisi daya dengan cepat dan beroperasi dalam waktu lama. Untuk mencapai hal ini, kami telah mengidentifikasi bahan anoda indium unik yang dapat dipasangkan secara efektif dengan berbagai bahan katoda untuk menghasilkan baterai yang mengisi daya dengan cepat dan mengosongkan daya secara perlahan,&quot; lanjutnya.Baterainya menarik, tetapi tidak sempurna. Indium cukup berat, sehingga akan mempengaruhi di mana dan bagaimana baterai tersebut dapat digunakan. Namun, para peneliti percaya, mungkin ada paduan dengan sifat menguntungkan yang serupa dengan indium namun tanpa kekurangan dan paduan tersebut dapat menjadi baterai masa depan.
Pengembangan baterai semacam ini berarti kemampuan transportasi berlistrik dapat diperluas, baik dalam hal peghentian bahan bakar maupun jarak tempuh.

BACA JUGA:
Hyundai Lebih Pilih Pakai Baterai Nikel, Ini Alasannya

&quot;Jika Anda dapat mengisi baterai EV [kendaraan listrik] dalam lima menit, maksud saya, Anda tidak perlu memiliki baterai yang cukup besar untuk menempuh jarak 300 mil [483 kilometer]. Anda bisa menerima harga yang lebih murah, yang dapat mengurangi biaya kendaraan listrik, sehingga memungkinkan adopsi yang lebih luas,&quot; tulis penelitian.</description><content:encoded>JAKARTA - Baterai litium baru dengan elektroda lebih baik berhasil diciptakan para insinyur. Baterai dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari 5 menit.
Melansir IFL Science, Jumat (9/2/2024), baterai lithium terbaru ini lebih cepat dibandingkan baterai apa pun yang ada di pasaran saat ini. Bahkan jika dibandingkan teknologi baterai kendaraan listrik, masih jauh lebih baik.
Para peneliti mengamati sistem yang memiliki asimetri antara pengisian dan pengosongan. Mereka membutuhkannya untuk mengisi daya dengan sangat cepat sementara pemakaiannya sangat lambat. Mereka mengamati laju terjadinya reaksi kimia dibandingkan dengan laju gerak bahan kimia tertentu untuk mencapai tempat reaksi.
Mereka menemukan indium adalah logam yang menarik untuk digunakan dalam baterai. Ia bergerak cukup cepat, tetapi memiliki kinetika reaksi permukaan yang lambat, sehingga dapat diisi dengan cukup cepat dan dilepaskan dengan lambat. Karakteristik itulah yang membuatnya jadi pilihan.

BACA JUGA:
Adu Kuat Baterai Samsung Galaxy S24 Vs iPhone 15, Mana yang Lebih Baik?

&quot;Tujuan kami adalah menciptakan desain elektroda baterai yang dapat diisi dan dikosongkan dengan cara yang selaras dengan rutinitas sehari-hari,&amp;rdquo; kata penulis utama, Shuo Jin, dari Cornell University, dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
Adu Kuat Baterai Samsung Galaxy S24 Vs iPhone 15, Mana yang Lebih Baik?

&quot;Secara praktis, kami ingin perangkat elektronik kami dapat mengisi daya dengan cepat dan beroperasi dalam waktu lama. Untuk mencapai hal ini, kami telah mengidentifikasi bahan anoda indium unik yang dapat dipasangkan secara efektif dengan berbagai bahan katoda untuk menghasilkan baterai yang mengisi daya dengan cepat dan mengosongkan daya secara perlahan,&quot; lanjutnya.Baterainya menarik, tetapi tidak sempurna. Indium cukup berat, sehingga akan mempengaruhi di mana dan bagaimana baterai tersebut dapat digunakan. Namun, para peneliti percaya, mungkin ada paduan dengan sifat menguntungkan yang serupa dengan indium namun tanpa kekurangan dan paduan tersebut dapat menjadi baterai masa depan.
Pengembangan baterai semacam ini berarti kemampuan transportasi berlistrik dapat diperluas, baik dalam hal peghentian bahan bakar maupun jarak tempuh.

BACA JUGA:
Hyundai Lebih Pilih Pakai Baterai Nikel, Ini Alasannya

&quot;Jika Anda dapat mengisi baterai EV [kendaraan listrik] dalam lima menit, maksud saya, Anda tidak perlu memiliki baterai yang cukup besar untuk menempuh jarak 300 mil [483 kilometer]. Anda bisa menerima harga yang lebih murah, yang dapat mengurangi biaya kendaraan listrik, sehingga memungkinkan adopsi yang lebih luas,&quot; tulis penelitian.</content:encoded></item></channel></rss>
