<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Honda Recall 750 Ribu Mobil, Ada Apa?</title><description>Honda dikabarkan menarik lebih dari 750 ribu mobil yang ada di pasaran lantaran masalah pada sensor airbag.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967850/honda-recall-750-ribu-mobil-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967850/honda-recall-750-ribu-mobil-ada-apa"/><item><title>Honda Recall 750 Ribu Mobil, Ada Apa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967850/honda-recall-750-ribu-mobil-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967850/honda-recall-750-ribu-mobil-ada-apa</guid><pubDate>Jum'at 09 Februari 2024 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/09/52/2967850/honda-recall-750-ribu-mobil-ada-apa-K7EkSCfPdx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Honda recall 750 ribu unit, ada apa? (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/09/52/2967850/honda-recall-750-ribu-mobil-ada-apa-K7EkSCfPdx.jpg</image><title>Honda recall 750 ribu unit, ada apa? (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda, dikabarkan menarik lebih dari 750 ribu mobil yang ada di pasaran lantaran masalah pada sensor airbag. Honda melakukan recall untuk memperbaiki masalah tersebut.
Sebagaimana dihimpun dari New York Post pada Jumat (9/2/2024), Honda menyebut masalah sensor yang terjadi dapat menyebabkan airbag di kursi depan mengembang di momen yang tidak semestinya. Ini tentu sangat membahayakan.
Pengemudi bisa mengalami kecelakaan karena kaget dan tidak bisa melihat jalan. Risiko bahaya bisa semakin meningkat apabila airbag tiba-tiba mengembang saat pengemudi sedang memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi.
Sebagaimana diketahui, penarikan mobil dari pasaran mencakup model Honda Pilot, Accord, sedan Civic, HR-V, dan Odyssey tertentu dari model tahun 2020 hingga 2022, serta Fit dan Civic Coupe 2020.

BACA JUGA:
Penjualan Honda Capai 128.010 Unit Mobil pada 2023, Brio Paling Laris

Termasuk juga Civic hatchback 2021 dan 2022, Civic Type R dan Insight 2021, serta CR-V 2020 dan 2021, CR-V Hybrid, Passport, Ridgeline, dan Accord Hybrid.

BACA JUGA:
Segini Pajak Honda Jazz Terbaru, Cek Harganya

Untuk model mewah, Acura termasuk MDX 2020 dan 2022, RDX 2020 hingga 2022, serta TLX 2020 dan 2021 juga terkena dampak. Langkah penarikan ini berlaku paling banyak di wilayah Amerika Serikat.</description><content:encoded>JAKARTA - Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda, dikabarkan menarik lebih dari 750 ribu mobil yang ada di pasaran lantaran masalah pada sensor airbag. Honda melakukan recall untuk memperbaiki masalah tersebut.
Sebagaimana dihimpun dari New York Post pada Jumat (9/2/2024), Honda menyebut masalah sensor yang terjadi dapat menyebabkan airbag di kursi depan mengembang di momen yang tidak semestinya. Ini tentu sangat membahayakan.
Pengemudi bisa mengalami kecelakaan karena kaget dan tidak bisa melihat jalan. Risiko bahaya bisa semakin meningkat apabila airbag tiba-tiba mengembang saat pengemudi sedang memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi.
Sebagaimana diketahui, penarikan mobil dari pasaran mencakup model Honda Pilot, Accord, sedan Civic, HR-V, dan Odyssey tertentu dari model tahun 2020 hingga 2022, serta Fit dan Civic Coupe 2020.

BACA JUGA:
Penjualan Honda Capai 128.010 Unit Mobil pada 2023, Brio Paling Laris

Termasuk juga Civic hatchback 2021 dan 2022, Civic Type R dan Insight 2021, serta CR-V 2020 dan 2021, CR-V Hybrid, Passport, Ridgeline, dan Accord Hybrid.

BACA JUGA:
Segini Pajak Honda Jazz Terbaru, Cek Harganya

Untuk model mewah, Acura termasuk MDX 2020 dan 2022, RDX 2020 hingga 2022, serta TLX 2020 dan 2021 juga terkena dampak. Langkah penarikan ini berlaku paling banyak di wilayah Amerika Serikat.</content:encoded></item></channel></rss>
