<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Respons Gaikindo Terkait Rencana Pemerintah Naikkan Standar Emisi ke Euro 5</title><description>Bahan bakar yang kompatibel dengan standar emisi Euro 5 ini masih belum tersedia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967774/respons-gaikindo-terkait-rencana-pemerintah-naikkan-standar-emisi-ke-euro-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967774/respons-gaikindo-terkait-rencana-pemerintah-naikkan-standar-emisi-ke-euro-5"/><item><title>Respons Gaikindo Terkait Rencana Pemerintah Naikkan Standar Emisi ke Euro 5</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967774/respons-gaikindo-terkait-rencana-pemerintah-naikkan-standar-emisi-ke-euro-5</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/09/52/2967774/respons-gaikindo-terkait-rencana-pemerintah-naikkan-standar-emisi-ke-euro-5</guid><pubDate>Jum'at 09 Februari 2024 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/09/52/2967774/respons-gaikindo-terkait-rencana-pemerintah-naikkan-standar-emisi-ke-euro-5-nzMN2Q1Zxm.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Respons Gaikindo soal rencana pemerintah naikkan emisi ke euro 5. (Ilustrasi/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/09/52/2967774/respons-gaikindo-terkait-rencana-pemerintah-naikkan-standar-emisi-ke-euro-5-nzMN2Q1Zxm.jfif</image><title>Respons Gaikindo soal rencana pemerintah naikkan emisi ke euro 5. (Ilustrasi/Pertamina)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berencana menaikkan standar emisi di Indonesia dari Euro 4 ke Euro 5.

Terkait hal ini,Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyambut baik. Menurutnya, itu bakal memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Diketahui, kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta. Nangoi mengungkapkan negara-negara tetangga sudah menerapkan aturan emisi Euro 5 sehingga kualitas udara lebih baik.

&quot;Kita sudah menggunakan kendaraan berdasarkan standard Euro 4 yang memang cukup baik, tapi dunia sudah menggunakan standard lebih tinggi,&amp;rdquo; kata Nangoi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

&amp;ldquo;Kalau Singapura sudah Euro 5, Euro 6, Jepang sudah lebih tinggi, bahkan di India salah satu barometer kita, sudah pakai Euro 5, dan negara bagian pakai Euro 5, Vietnam Euro 5,&amp;rdquo; sambungnya.







BACA JUGA:
Gaikindo Sebut Penggunaan BBM Kualitas Buruk Picu Polusi: Beberapa Tidak Penuhi Standar Euro 4







Namun, Nangoi mengungkapkan, masalah akan muncul aturan emisi Euro 5 diterapkan di Indonesia. Permasalahan yang muncul adalah kesadaran dan penyebaran bahan bakar yang berkualitas sehingga teknologi yang digunakan lebih tahan lama.







BACA JUGA:
Pengamat Sebut Pertamax Belum Masuk Standar Euro 4, RON 92 Masih BBM Kotor









&amp;ldquo;Perlu kami sampaikan saat ini masih banyak bahan bakar yang tidak memenuhi standard Euro 4. Kadang-kadang ini mempersulit kendaraan itu sendiri, karena apabila digunakan untuk Euro 4 akan menyebabkan masalah kendaraan tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya.

Nangoi mengatakan, industri otomotif saat ini bisa dengan mudah meningkatkan standar emisi kendaraan di Tanah Air. Hanya saja, masalah ketersediaan bahan bakar yang kompatibel dengan standar emisi Euro 5 ini masih belum tersedia.



&amp;ldquo;Yang kita perlukan adalah kesiapan pemerintah untuk memodifikasi atau transfer bahan bakar non Euro 5 ke Euro 5 serentak saat undang-undang kendaraan tersebut dijalankan,&amp;rdquo; ujarnya.







BACA JUGA:
Mercedes-Benz Actros dan Arocs Euro 5 Diluncurkan, DCVI Klaim Lebih Efisien










&amp;ldquo;Kami industri otomotif menyambut baik, tapi perlu digarisbawahi, bersih itu mahal. Euro 5 kendaraan akan lebih mahal, bahan bakar lebih mahal, tapi akan jauh lebih bersih,&amp;rdquo; lanjutnya.



Diketahui, teknologi Euro 5 membutuhkan bahan bakar jenis Solar dengan kandungan sulfur yang tinggi. Ini untuk memaksimalkan kinerja dari teknologi tersebut sehingga emisi yang keluar lebih sedikit.





</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berencana menaikkan standar emisi di Indonesia dari Euro 4 ke Euro 5.

Terkait hal ini,Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyambut baik. Menurutnya, itu bakal memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Diketahui, kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta. Nangoi mengungkapkan negara-negara tetangga sudah menerapkan aturan emisi Euro 5 sehingga kualitas udara lebih baik.

&quot;Kita sudah menggunakan kendaraan berdasarkan standard Euro 4 yang memang cukup baik, tapi dunia sudah menggunakan standard lebih tinggi,&amp;rdquo; kata Nangoi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

&amp;ldquo;Kalau Singapura sudah Euro 5, Euro 6, Jepang sudah lebih tinggi, bahkan di India salah satu barometer kita, sudah pakai Euro 5, dan negara bagian pakai Euro 5, Vietnam Euro 5,&amp;rdquo; sambungnya.







BACA JUGA:
Gaikindo Sebut Penggunaan BBM Kualitas Buruk Picu Polusi: Beberapa Tidak Penuhi Standar Euro 4







Namun, Nangoi mengungkapkan, masalah akan muncul aturan emisi Euro 5 diterapkan di Indonesia. Permasalahan yang muncul adalah kesadaran dan penyebaran bahan bakar yang berkualitas sehingga teknologi yang digunakan lebih tahan lama.







BACA JUGA:
Pengamat Sebut Pertamax Belum Masuk Standar Euro 4, RON 92 Masih BBM Kotor









&amp;ldquo;Perlu kami sampaikan saat ini masih banyak bahan bakar yang tidak memenuhi standard Euro 4. Kadang-kadang ini mempersulit kendaraan itu sendiri, karena apabila digunakan untuk Euro 4 akan menyebabkan masalah kendaraan tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya.

Nangoi mengatakan, industri otomotif saat ini bisa dengan mudah meningkatkan standar emisi kendaraan di Tanah Air. Hanya saja, masalah ketersediaan bahan bakar yang kompatibel dengan standar emisi Euro 5 ini masih belum tersedia.



&amp;ldquo;Yang kita perlukan adalah kesiapan pemerintah untuk memodifikasi atau transfer bahan bakar non Euro 5 ke Euro 5 serentak saat undang-undang kendaraan tersebut dijalankan,&amp;rdquo; ujarnya.







BACA JUGA:
Mercedes-Benz Actros dan Arocs Euro 5 Diluncurkan, DCVI Klaim Lebih Efisien










&amp;ldquo;Kami industri otomotif menyambut baik, tapi perlu digarisbawahi, bersih itu mahal. Euro 5 kendaraan akan lebih mahal, bahan bakar lebih mahal, tapi akan jauh lebih bersih,&amp;rdquo; lanjutnya.



Diketahui, teknologi Euro 5 membutuhkan bahan bakar jenis Solar dengan kandungan sulfur yang tinggi. Ini untuk memaksimalkan kinerja dari teknologi tersebut sehingga emisi yang keluar lebih sedikit.





</content:encoded></item></channel></rss>
