<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Wacana Pajak Motor BBM Naik, Pemerintah Diminta Kaji Ulang</title><description>Honda meminta pemerintah melakukan kajian ulang terkait wacana menaikkan pajak sepeda motor konvensional.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/03/53/2964957/soal-wacana-pajak-motor-bbm-naik-pemerintah-diminta-kaji-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/03/53/2964957/soal-wacana-pajak-motor-bbm-naik-pemerintah-diminta-kaji-ulang"/><item><title>Soal Wacana Pajak Motor BBM Naik, Pemerintah Diminta Kaji Ulang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/03/53/2964957/soal-wacana-pajak-motor-bbm-naik-pemerintah-diminta-kaji-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/03/53/2964957/soal-wacana-pajak-motor-bbm-naik-pemerintah-diminta-kaji-ulang</guid><pubDate>Sabtu 03 Februari 2024 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/03/53/2964957/soal-wacana-pajak-motor-bbm-naik-pemerintah-diminta-kaji-ulang-uQeuUFs6i3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soal pajak motorBBM naik, pemerintah diminta kaji ulang. (Ilustrasi/Okezone/Arif Julianto) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/03/53/2964957/soal-wacana-pajak-motor-bbm-naik-pemerintah-diminta-kaji-ulang-uQeuUFs6i3.jpg</image><title>Soal pajak motorBBM naik, pemerintah diminta kaji ulang. (Ilustrasi/Okezone/Arif Julianto) </title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; PT Astra Honda Motor (AHM) menanggapi wacana pemerintah yang ingin menaikkan pajak motor konvensional. Wacana ini bertujuan agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik sehingga dapat menekan polusi udara.

Executive Vice President Director PT AHM, Thomas Wijaya mengatakan, saat ini sepeda motor konvensional masih mendominasi mobilitas masyarakat. Hal ini membuat roda perekonomian terus berputar, terutama di kota-kota besar.

Untuk itu, Honda meminta pemerintah melakukan kajian ulang terkait wacana menaikkan pajak sepeda motor konvensional. Pasalnya, hal itu juga dapat berdampak pada sektor lainnya yang diyakini akan meningkatkan harga.

&amp;ldquo;Kami berharap kebijakan-kebijakan pemerintah itu mempertimbangkan sedemikian hal sehingga tidak berdampak bagi konsumen,&amp;rdquo; kata Thomas saat ditemui di sela peluncuran New Honda Stylo 160 di AHM Safety Riding &amp;amp; Training Center, Cikarang, Jumat (2/2/2024).








BACA JUGA:
Pajak Motor BBM Dinaikkan, Luhut: Mungkin Saja










Ia menyebutkan, peningkatan pajak kendaraan bermotor dengan mesin konvensional bakal dialihkan untuk pembangunan LRT dan kereta cepat. Namun, Thomas mengatakan baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum dapat menggerakkan perekonomian.

Menurutnya, banyak masyarakat yang sulit menjangkau transportasi umum sehingga menggunakan kendaraan pribadi. Sepeda motor dipilih karena memiliki bentuk yang ringkas sehingga lebih efisien dalam melintasi kepadatan lalu lintas.







BACA JUGA:
Tak Cuma Mobil Listrik dan Pajak Motor BBM, Luhut Putar Otak Atasi Polusi Udara









&amp;ldquo;Namanya mobilitas, bisa menggunakan kendaraan pribadi bisa juga kendaraan umum. Jadi gimana semua fasilitas transportasi mobilitas itu saling melengkapi dan saling memperkuat. Itu yang kita harapkan,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Sehingga kalau gak ada kendaraan umum, justru kendaraan pribadi semakin meningkatkan produktivitas atau mobilitas masyarakat sehingga ekonomi bisa bergerak,&amp;rdquo; sambungnya.










BACA JUGA:
2 Cara Cek Pajak Mobil Online di Bandung dengan Cepat










Berdasarkan data yang disitat dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengguna sepeda motor di Jakarta terus meningkat. Pada 2022, jumlah sepeda motor di Jakarta sebesar 17.304.447 unit, angka itu bertambah sekitar 500 ribu unit dalam dua tahun sebelumnya.



&amp;ldquo;Kembali kita melihat konsumen sepeda motor yang produktivitas dan mobilitas, tentunya berharap ini bisa menggerakkan ekonomi. Kalau mereka produktif dan punya mobilitas yang baik ya, ini bisa terdampak pada konsumen dengan sepeda motor,&amp;rdquo; ucap Thomas.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; PT Astra Honda Motor (AHM) menanggapi wacana pemerintah yang ingin menaikkan pajak motor konvensional. Wacana ini bertujuan agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik sehingga dapat menekan polusi udara.

Executive Vice President Director PT AHM, Thomas Wijaya mengatakan, saat ini sepeda motor konvensional masih mendominasi mobilitas masyarakat. Hal ini membuat roda perekonomian terus berputar, terutama di kota-kota besar.

Untuk itu, Honda meminta pemerintah melakukan kajian ulang terkait wacana menaikkan pajak sepeda motor konvensional. Pasalnya, hal itu juga dapat berdampak pada sektor lainnya yang diyakini akan meningkatkan harga.

&amp;ldquo;Kami berharap kebijakan-kebijakan pemerintah itu mempertimbangkan sedemikian hal sehingga tidak berdampak bagi konsumen,&amp;rdquo; kata Thomas saat ditemui di sela peluncuran New Honda Stylo 160 di AHM Safety Riding &amp;amp; Training Center, Cikarang, Jumat (2/2/2024).








BACA JUGA:
Pajak Motor BBM Dinaikkan, Luhut: Mungkin Saja










Ia menyebutkan, peningkatan pajak kendaraan bermotor dengan mesin konvensional bakal dialihkan untuk pembangunan LRT dan kereta cepat. Namun, Thomas mengatakan baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum dapat menggerakkan perekonomian.

Menurutnya, banyak masyarakat yang sulit menjangkau transportasi umum sehingga menggunakan kendaraan pribadi. Sepeda motor dipilih karena memiliki bentuk yang ringkas sehingga lebih efisien dalam melintasi kepadatan lalu lintas.







BACA JUGA:
Tak Cuma Mobil Listrik dan Pajak Motor BBM, Luhut Putar Otak Atasi Polusi Udara









&amp;ldquo;Namanya mobilitas, bisa menggunakan kendaraan pribadi bisa juga kendaraan umum. Jadi gimana semua fasilitas transportasi mobilitas itu saling melengkapi dan saling memperkuat. Itu yang kita harapkan,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;ldquo;Sehingga kalau gak ada kendaraan umum, justru kendaraan pribadi semakin meningkatkan produktivitas atau mobilitas masyarakat sehingga ekonomi bisa bergerak,&amp;rdquo; sambungnya.










BACA JUGA:
2 Cara Cek Pajak Mobil Online di Bandung dengan Cepat










Berdasarkan data yang disitat dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengguna sepeda motor di Jakarta terus meningkat. Pada 2022, jumlah sepeda motor di Jakarta sebesar 17.304.447 unit, angka itu bertambah sekitar 500 ribu unit dalam dua tahun sebelumnya.



&amp;ldquo;Kembali kita melihat konsumen sepeda motor yang produktivitas dan mobilitas, tentunya berharap ini bisa menggerakkan ekonomi. Kalau mereka produktif dan punya mobilitas yang baik ya, ini bisa terdampak pada konsumen dengan sepeda motor,&amp;rdquo; ucap Thomas.

</content:encoded></item></channel></rss>
