<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Risiko yang Mengintai jika Jarang Ganti Oli Motor</title><description>Oli yang jarang diganti bisa membuat komponen di dalamnya aus akibat saling bergesekan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/53/2964123/6-risiko-yang-mengintai-jika-jarang-ganti-oli-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/53/2964123/6-risiko-yang-mengintai-jika-jarang-ganti-oli-motor"/><item><title>6 Risiko yang Mengintai jika Jarang Ganti Oli Motor</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/53/2964123/6-risiko-yang-mengintai-jika-jarang-ganti-oli-motor</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/53/2964123/6-risiko-yang-mengintai-jika-jarang-ganti-oli-motor</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 20:36 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/53/2964123/6-risiko-yang-mengintai-jika-jarang-ganti-oli-motor-ACnIz0xRl9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">6 risiko yang mengintai jika jarang ganti oli motor. (Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/53/2964123/6-risiko-yang-mengintai-jika-jarang-ganti-oli-motor-ACnIz0xRl9.jpg</image><title>6 risiko yang mengintai jika jarang ganti oli motor. (Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>


JAKARTA - Oli merupakan komponen krusial pada kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) yang berfungsi melumasi setiap bagian di dalam mesin. Oli yang jarang diganti bisa membuat komponen di dalamnya aus akibat saling bergesekan.

Penggantian oli menjadi salah satu perawatan paling umum pada sepeda motor. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan tidak boleh terlewat dalam mengganti oli. Pasalnya, itu akan menyebabkan berbagai masalah, bahkan bisa sampai turun mesin.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi, menjelaskan sejumlah risiko jika jarang mengganti oli mesin. Ia menyebut, motor yang jarang mengganti oli akan membuat mesin lebih cepat rusak.








BACA JUGA:
Ingin Ganti Oli Motor Sendiri? Perhatikan 3 Hal Penting Ini










Berikut adalah beberapa risiko jarang mengganti oli mesin:

1. Oli lebih cepat berwarna hitam

&amp;ldquo;Warna hitam pada oli ini disebabkan kerak dari sisa pembakaran bercampur dengan oli. Bentuk cairannya pun akan sangat encer dan sudah tidak layak untuk digunakan kembali,&amp;rdquo; ujar Wahyu dalam keterangan resmi, Kamis (1/2/2024).







BACA JUGA:
Ganti Oli Motor Berapa Bulan Sekali? Cek Penjelasannya










2. Komponen berusia pendek

Perawatan dengan mengganti oli rutin akan memperpanjang usia sejumlah komponen mesin. Kekentalan oli akan menurun bila terlalu lama tidak diganti sehingga kualitas pelumasan menjadi berkurang.

&amp;ldquo;Singkatnya, mesin sepeda motor akan lebih cepat rusak bila tidak rutin mengganti oli mesin,&amp;rdquo; kata Wahyu.

3. Mesin terlampau panas



Tak sekadar melumasi mesin, oli juga berfungsi membantu mendinginkan mesin. Jika jarang diganti, maka fungsi pendinginan mesin dari oli juga berkurang. Dijelaskan Wahyu, hal ini yang menjadi salah satu pemicu mesin mengalami panas berlebihan.



4. Kurang nyaman



Getaran saat menaiki sepeda motor akan lebih terasa jika jarang mengganti oli. Alhasil, pengendara akan merasa tidak nyaman saat mengendarai motor.







BACA JUGA:
Cek 5 Penyebab Oli Mesin Cepat Habis sebelum Bikin Kantong Jebol












5. Boros BBM



&amp;ldquo;Oli yang jarang diganti, volumenya akan berkurang. Gesekan antarkomponen juga makin keras. Artinya, performa mesin jauh lebih berat. Kondisi ini membutuhkan lebih banyak konsumsi bahan bakar agar berbagai komponen bisa bekerja,&amp;rdquo; ucap Wahyu.



6. Biaya lebih besar



Boros BBM berarti pengeluaran biaya yang lebih besar. Pengeluaran bisa bertambah bila ada komponen yang lebih cepat rusak karena jarang mengganti oli.



&amp;ldquo;Oli adalah cairan yang memiliki sifat tidak permanen. Jadi, kualitasnya bakal menurun seiring pemakaian,&amp;rdquo; tutur Wahyu.

</description><content:encoded>


JAKARTA - Oli merupakan komponen krusial pada kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) yang berfungsi melumasi setiap bagian di dalam mesin. Oli yang jarang diganti bisa membuat komponen di dalamnya aus akibat saling bergesekan.

Penggantian oli menjadi salah satu perawatan paling umum pada sepeda motor. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan tidak boleh terlewat dalam mengganti oli. Pasalnya, itu akan menyebabkan berbagai masalah, bahkan bisa sampai turun mesin.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi, menjelaskan sejumlah risiko jika jarang mengganti oli mesin. Ia menyebut, motor yang jarang mengganti oli akan membuat mesin lebih cepat rusak.








BACA JUGA:
Ingin Ganti Oli Motor Sendiri? Perhatikan 3 Hal Penting Ini










Berikut adalah beberapa risiko jarang mengganti oli mesin:

1. Oli lebih cepat berwarna hitam

&amp;ldquo;Warna hitam pada oli ini disebabkan kerak dari sisa pembakaran bercampur dengan oli. Bentuk cairannya pun akan sangat encer dan sudah tidak layak untuk digunakan kembali,&amp;rdquo; ujar Wahyu dalam keterangan resmi, Kamis (1/2/2024).







BACA JUGA:
Ganti Oli Motor Berapa Bulan Sekali? Cek Penjelasannya










2. Komponen berusia pendek

Perawatan dengan mengganti oli rutin akan memperpanjang usia sejumlah komponen mesin. Kekentalan oli akan menurun bila terlalu lama tidak diganti sehingga kualitas pelumasan menjadi berkurang.

&amp;ldquo;Singkatnya, mesin sepeda motor akan lebih cepat rusak bila tidak rutin mengganti oli mesin,&amp;rdquo; kata Wahyu.

3. Mesin terlampau panas



Tak sekadar melumasi mesin, oli juga berfungsi membantu mendinginkan mesin. Jika jarang diganti, maka fungsi pendinginan mesin dari oli juga berkurang. Dijelaskan Wahyu, hal ini yang menjadi salah satu pemicu mesin mengalami panas berlebihan.



4. Kurang nyaman



Getaran saat menaiki sepeda motor akan lebih terasa jika jarang mengganti oli. Alhasil, pengendara akan merasa tidak nyaman saat mengendarai motor.







BACA JUGA:
Cek 5 Penyebab Oli Mesin Cepat Habis sebelum Bikin Kantong Jebol












5. Boros BBM



&amp;ldquo;Oli yang jarang diganti, volumenya akan berkurang. Gesekan antarkomponen juga makin keras. Artinya, performa mesin jauh lebih berat. Kondisi ini membutuhkan lebih banyak konsumsi bahan bakar agar berbagai komponen bisa bekerja,&amp;rdquo; ucap Wahyu.



6. Biaya lebih besar



Boros BBM berarti pengeluaran biaya yang lebih besar. Pengeluaran bisa bertambah bila ada komponen yang lebih cepat rusak karena jarang mengganti oli.



&amp;ldquo;Oli adalah cairan yang memiliki sifat tidak permanen. Jadi, kualitasnya bakal menurun seiring pemakaian,&amp;rdquo; tutur Wahyu.

</content:encoded></item></channel></rss>
