<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan BYD Indonesia Pilih Impor Mobil dari China Ketimbang Thailand</title><description>Alasan BYD Indonesia Pilih Impor Mobil dari China Ketimbang Thailand
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/52/2964112/alasan-byd-indonesia-pilih-impor-mobil-dari-china-ketimbang-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/52/2964112/alasan-byd-indonesia-pilih-impor-mobil-dari-china-ketimbang-thailand"/><item><title>Alasan BYD Indonesia Pilih Impor Mobil dari China Ketimbang Thailand</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/52/2964112/alasan-byd-indonesia-pilih-impor-mobil-dari-china-ketimbang-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/02/01/52/2964112/alasan-byd-indonesia-pilih-impor-mobil-dari-china-ketimbang-thailand</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/52/2964112/alasan-byd-indonesia-pilih-impor-mobil-dari-china-ketimbang-thailand-bAUv4ElIeU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan BYD Indonesia impor mobil dari China ketimbang Thailand. (Okezone/Maruf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/52/2964112/alasan-byd-indonesia-pilih-impor-mobil-dari-china-ketimbang-thailand-bAUv4ElIeU.jpg</image><title>Alasan BYD Indonesia impor mobil dari China ketimbang Thailand. (Okezone/Maruf)</title></images><description>



JAKARTA - Perusahaan otomotif asal China, BYD, telah memperkenalkan tiga mobil listrik mereka di Indonesia, yaitu Dolphin, Atto 3, dan Seal. Ketika model tersebut didatangkan langsung dari China alias berstatus CBU (Completely Built Up).

Sekadar informasi, BYD sebenarnya sedang membangun pabrik yang lokasinya lebih dekat dengan Indonesia, yaitu berada di Thailand. Namun, BYD Indonesia memilih mendatangkan ketiga model tersebut dari China.

Pabrik BYD di Thailand rencananya beroperasi tahun ini. Kabarnya, pabrik itu memiliki kapasitas produksi sebesar 150 ribu unit per tahun. Sehingga tak jadi masalah besar apabila harus mengekspor ke Indonesia.

Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Luther T Pandjaitan, memastikan pihaknya masih akan mengimpor kendaraann dari China. Diakuinya, BYD Indonesia belum minat mendatangkan produk dari Thailand.







BACA JUGA:
Masuk ke Indonesia, Ini Perbandingan BYD Dolphin dengan Wuling BinguoEV












&amp;ldquo;Saat ini kita masih lihat China ya karena di Thailand kita gak tahu domestic market bisa nyerap langsung atau tidak. Karena di sana juga ada komitmen terhadap produksi, ya sama aja kayak di sini belum tentu dia bisa supply ke negara tetangga,&amp;rdquo; ujar Luther kepada wartawan belum lama ini.

Sekadar informasi, beberapa perusahaan otomotif memilih mengimpor produk yang akan mereka pasarkan dari Thailand. Namun, dikatakan Luther, sebagian besar dari mereka belum memiliki komitmen manufaktur.







BACA JUGA:
Jajal BYD Atto 3, Meliuk Gesit di Tanjakan Punclut Bandung











&amp;ldquo;Iya (banyak yang impor dari Thailand), tapi yang impor dari Thailand ke sini itu kebanyakan belum komitmen manufaktur. Jadi ada batasan. Mudah-mudahan (bisa bangun pabrik di Indonesia sebelum 2026),&amp;rdquo; ucapnya.

Luther menjelaskan proses impor kendaraan dari China sejauh ini cepat dan tak menemukan masalah berarti. Sejak awal hingga sekarang, sudah ada ratusan unit mobil didatangkan ke Indonesia.







BACA JUGA:
BYD Klaim Baterai LFP Paling Aman, Belum Tertarik Pakai Nikel














&amp;ldquo;Kami sudah impor mobil ke Indonesia ratusan unit. Bahkan, saat uji tipe, kita sudah impor beberapa unit juga. Kenapa? Karena produk BYD secara sertifikasi dan standar sudah mengikuti global, sehingga kita tak sulit melewati pemeriksaan. Impor kita tak memakan banyak waktu,&amp;rdquo; kata Luther.



Pabrik BYD Thailand dibangun di Zona Khusus Koridor Ekonomi Timur di provinsi pesisir Rayong. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi pusat produksi dan distribusi kendaraan listrik di Thailand dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.





</description><content:encoded>



JAKARTA - Perusahaan otomotif asal China, BYD, telah memperkenalkan tiga mobil listrik mereka di Indonesia, yaitu Dolphin, Atto 3, dan Seal. Ketika model tersebut didatangkan langsung dari China alias berstatus CBU (Completely Built Up).

Sekadar informasi, BYD sebenarnya sedang membangun pabrik yang lokasinya lebih dekat dengan Indonesia, yaitu berada di Thailand. Namun, BYD Indonesia memilih mendatangkan ketiga model tersebut dari China.

Pabrik BYD di Thailand rencananya beroperasi tahun ini. Kabarnya, pabrik itu memiliki kapasitas produksi sebesar 150 ribu unit per tahun. Sehingga tak jadi masalah besar apabila harus mengekspor ke Indonesia.

Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Luther T Pandjaitan, memastikan pihaknya masih akan mengimpor kendaraann dari China. Diakuinya, BYD Indonesia belum minat mendatangkan produk dari Thailand.







BACA JUGA:
Masuk ke Indonesia, Ini Perbandingan BYD Dolphin dengan Wuling BinguoEV












&amp;ldquo;Saat ini kita masih lihat China ya karena di Thailand kita gak tahu domestic market bisa nyerap langsung atau tidak. Karena di sana juga ada komitmen terhadap produksi, ya sama aja kayak di sini belum tentu dia bisa supply ke negara tetangga,&amp;rdquo; ujar Luther kepada wartawan belum lama ini.

Sekadar informasi, beberapa perusahaan otomotif memilih mengimpor produk yang akan mereka pasarkan dari Thailand. Namun, dikatakan Luther, sebagian besar dari mereka belum memiliki komitmen manufaktur.







BACA JUGA:
Jajal BYD Atto 3, Meliuk Gesit di Tanjakan Punclut Bandung











&amp;ldquo;Iya (banyak yang impor dari Thailand), tapi yang impor dari Thailand ke sini itu kebanyakan belum komitmen manufaktur. Jadi ada batasan. Mudah-mudahan (bisa bangun pabrik di Indonesia sebelum 2026),&amp;rdquo; ucapnya.

Luther menjelaskan proses impor kendaraan dari China sejauh ini cepat dan tak menemukan masalah berarti. Sejak awal hingga sekarang, sudah ada ratusan unit mobil didatangkan ke Indonesia.







BACA JUGA:
BYD Klaim Baterai LFP Paling Aman, Belum Tertarik Pakai Nikel














&amp;ldquo;Kami sudah impor mobil ke Indonesia ratusan unit. Bahkan, saat uji tipe, kita sudah impor beberapa unit juga. Kenapa? Karena produk BYD secara sertifikasi dan standar sudah mengikuti global, sehingga kita tak sulit melewati pemeriksaan. Impor kita tak memakan banyak waktu,&amp;rdquo; kata Luther.



Pabrik BYD Thailand dibangun di Zona Khusus Koridor Ekonomi Timur di provinsi pesisir Rayong. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi pusat produksi dan distribusi kendaraan listrik di Thailand dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.





</content:encoded></item></channel></rss>
