<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih Tahan Lama, Motor Listrik Dinilai Lebih Cocok Gunakan Baterai Nikel Dibandingkan LFP</title><description>Beberapa pabrikan kendaraan listrik telah menggunakan baterai LFP untuk produknya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/28/53/2961896/lebih-tahan-lama-motor-listrik-dinilai-lebih-cocok-gunakan-baterai-nikel-dibandingkan-lfp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/28/53/2961896/lebih-tahan-lama-motor-listrik-dinilai-lebih-cocok-gunakan-baterai-nikel-dibandingkan-lfp"/><item><title>Lebih Tahan Lama, Motor Listrik Dinilai Lebih Cocok Gunakan Baterai Nikel Dibandingkan LFP</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/28/53/2961896/lebih-tahan-lama-motor-listrik-dinilai-lebih-cocok-gunakan-baterai-nikel-dibandingkan-lfp</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/28/53/2961896/lebih-tahan-lama-motor-listrik-dinilai-lebih-cocok-gunakan-baterai-nikel-dibandingkan-lfp</guid><pubDate>Minggu 28 Januari 2024 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/28/53/2961896/lebih-tahan-lama-motor-listrik-dinilai-lebih-cocok-gunakan-baterai-nikel-dibandingkan-lfp-v6zgH8Zo66.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Muhamad Fadli Ramadan/MPI.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/28/53/2961896/lebih-tahan-lama-motor-listrik-dinilai-lebih-cocok-gunakan-baterai-nikel-dibandingkan-lfp-v6zgH8Zo66.jpg</image><title>Foto: Muhamad Fadli Ramadan/MPI.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bahan baku nikel yang banyak dimiliki Indonesia merupakan material yang memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik. Namun, harga jual nikel yang terus naik membuat produsen kendaraan listrik mencari alternative lain untuk menekan ongkos produksi.

BACA JUGA:
Pasar Terus Berkembang, Indonesia Diyakini Akan Jadi Pemain Penting Industri Motor Listrik Dunia

Salah satu alternative yang muncul dalah baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang sudah tak menggunakan bahan baku nikel. Baterai ini memiliki keunggulan lebih kuat, tak mudah terbakar, dan memiliki daya lebih besar dengan ukuran lebih kecil.
Baterai LFP saat ini telah digunakan oleh sejumlah produsen mobil listrik asal China.
Kendati begitu, Sekertaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi mengungkapkan baterai tersebut belum cocok untuk roda dua. Menurutnya, baterai jenis lithium-ion (Li-ion) berbahan baku nikel lebih tepat digunakan motor listrik.
&amp;ldquo;Sejatinya paling cocok untuk sepeda motor listrik karena density charge lebih tinggi serta secara umum cukup besar. Kalau pakai lithium dapat tahan 4-5 tahun,&amp;rdquo; kata Abdul di Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).

BACA JUGA:
Soal Standarisasi Baterai Motor Listrik, Buka Jalan untuk Fast Charging?

Dikatakan Abdul, kepadatan baterai lithium-ion lebih tinggi sehingga tahan lama jika dibandingkan dengan jenis Lead Acid. Terlebih, cadangan nikel di Indonesia sangat melimpah yang dapat dimanfaatkan produsen motor listrik lokal.Abdullah Alwi juga menyampaikan para produsen otomotif di Tanah Air mampu menghasilkan produk berkualitas menggunakan jenis baterai lithium-ion. Hanya saja, harga motor listrik akan cenderung lebih mahal.
&amp;ldquo;Saya sangat yakin beberapa tahun ke depan masyarakat akan sadar dan beli motor listrik berkualitas serta bagus. Ini peluang industri, kalau kita baca data, Indonesia saat ini cukup banyak perusahaan-perusahaan yang mengembangkan motor listrik,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Populasi Motor Listrik di Indonesia Meningkat, Segini Jumlahnya

Abdul juga menjelaskan mengapa baterai lithium-ion dengan bahan baku nikel lebih tahan lama ketimbang Lead Acid. Ia menuturkan bahwa baterai jenis tersebut memiliki sifat yang hampir sama seperti aki kering sehingga penggunaannya jauh lebih singkat.
&amp;ldquo;Secara sifat Lead Acid kurang lebih seperti aki kering sehingga umurnya pendek. Bila pemakaian rapih mungkin bisa lebih dari dua tahun, tapi kalau tidak paling setahun hingga dua tahun,&amp;rdquo; ungkapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bahan baku nikel yang banyak dimiliki Indonesia merupakan material yang memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik. Namun, harga jual nikel yang terus naik membuat produsen kendaraan listrik mencari alternative lain untuk menekan ongkos produksi.

BACA JUGA:
Pasar Terus Berkembang, Indonesia Diyakini Akan Jadi Pemain Penting Industri Motor Listrik Dunia

Salah satu alternative yang muncul dalah baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang sudah tak menggunakan bahan baku nikel. Baterai ini memiliki keunggulan lebih kuat, tak mudah terbakar, dan memiliki daya lebih besar dengan ukuran lebih kecil.
Baterai LFP saat ini telah digunakan oleh sejumlah produsen mobil listrik asal China.
Kendati begitu, Sekertaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi mengungkapkan baterai tersebut belum cocok untuk roda dua. Menurutnya, baterai jenis lithium-ion (Li-ion) berbahan baku nikel lebih tepat digunakan motor listrik.
&amp;ldquo;Sejatinya paling cocok untuk sepeda motor listrik karena density charge lebih tinggi serta secara umum cukup besar. Kalau pakai lithium dapat tahan 4-5 tahun,&amp;rdquo; kata Abdul di Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).

BACA JUGA:
Soal Standarisasi Baterai Motor Listrik, Buka Jalan untuk Fast Charging?

Dikatakan Abdul, kepadatan baterai lithium-ion lebih tinggi sehingga tahan lama jika dibandingkan dengan jenis Lead Acid. Terlebih, cadangan nikel di Indonesia sangat melimpah yang dapat dimanfaatkan produsen motor listrik lokal.Abdullah Alwi juga menyampaikan para produsen otomotif di Tanah Air mampu menghasilkan produk berkualitas menggunakan jenis baterai lithium-ion. Hanya saja, harga motor listrik akan cenderung lebih mahal.
&amp;ldquo;Saya sangat yakin beberapa tahun ke depan masyarakat akan sadar dan beli motor listrik berkualitas serta bagus. Ini peluang industri, kalau kita baca data, Indonesia saat ini cukup banyak perusahaan-perusahaan yang mengembangkan motor listrik,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Populasi Motor Listrik di Indonesia Meningkat, Segini Jumlahnya

Abdul juga menjelaskan mengapa baterai lithium-ion dengan bahan baku nikel lebih tahan lama ketimbang Lead Acid. Ia menuturkan bahwa baterai jenis tersebut memiliki sifat yang hampir sama seperti aki kering sehingga penggunaannya jauh lebih singkat.
&amp;ldquo;Secara sifat Lead Acid kurang lebih seperti aki kering sehingga umurnya pendek. Bila pemakaian rapih mungkin bisa lebih dari dua tahun, tapi kalau tidak paling setahun hingga dua tahun,&amp;rdquo; ungkapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
