<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gusar Tesla Disalip BYD, Elon Musk Nilai Produsen Mobil Listrik China Bikin Rusak Pasar</title><description>Gusar Tesla Disalip BYD, Elon Musk Nilai Produsen Mobil Listrik China Bikin Rusak Pasar</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/26/52/2960825/gusar-tesla-disalip-byd-elon-musk-nilai-produsen-mobil-listrik-china-bikin-rusak-pasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/26/52/2960825/gusar-tesla-disalip-byd-elon-musk-nilai-produsen-mobil-listrik-china-bikin-rusak-pasar"/><item><title>Gusar Tesla Disalip BYD, Elon Musk Nilai Produsen Mobil Listrik China Bikin Rusak Pasar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/26/52/2960825/gusar-tesla-disalip-byd-elon-musk-nilai-produsen-mobil-listrik-china-bikin-rusak-pasar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/26/52/2960825/gusar-tesla-disalip-byd-elon-musk-nilai-produsen-mobil-listrik-china-bikin-rusak-pasar</guid><pubDate>Jum'at 26 Januari 2024 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/26/52/2960825/gusar-tesla-disalip-byd-elon-musk-nilai-produsen-mobil-listrik-china-bikin-rusak-pasar-ZGxEcvGQCq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gusar Tesla disalip BYD, Elon Musk nilai produsen mobil listrik China rusak pasar. (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/26/52/2960825/gusar-tesla-disalip-byd-elon-musk-nilai-produsen-mobil-listrik-china-bikin-rusak-pasar-ZGxEcvGQCq.jpg</image><title>Gusar Tesla disalip BYD, Elon Musk nilai produsen mobil listrik China rusak pasar. (Reuters)</title></images><description>





JAKARTA - CEO Tesla Elon Musk mulai gusar dengan produsen mobil listrik China yang memasarkan produknya di Eropa hingga Amerika Serikat (AS). Kehadiran produsen China dianggap dapat merusak persaingan otomotif global.

Elon Musk mengusulkan setiap negara memberlakukan aturan perdagangan baru untuk menjaga persaingan otomotif tetap stabil. Menurutnya, jika tak diterapkan, produsen asal China bakal menghancurkan sebagian besar perusahaan mobil lainnya.

Diketahui, raksasa otomotif asal China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai produsen mobil listrik terlaris di dunia pada 2023.

&amp;ldquo;Jika tidak ada hambatan perdagangan yang ditetapkan, hal tersebut akan menghancurkan sebagian besar perusahaan mobil lain di dunia,&amp;rdquo; kata Musk kepada para analis, melansir Carscoops, Jumat (26/1/2024).

Tesla telah memangkas harga sepanjang tahun demi mengejar volume dengan mengorbankan keuntungan. Tesla pun berhasil mengalahkan anggaran Dacia Sandero ke puncak grafik penjualan Eropa. Namun, langkah ini tak juga dapat  menahan angka penjualan BYD.






BACA JUGA:
Pendapatan Meleset, Saham Tesla Anjlok 6%













China juga menyalip Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia pada 2023. China diperkirakan mengulangi kesuksesan tersebut pada 2024. Hal ini seiring dengan mulai memperluas aktivitas penjualannya ke Eropa.

Musk bukan satu-satunya di antara para bos mobil di negara-negara Eropa yang khawatir akan ancaman China. Namun, setidaknya ia memiliki beberapa rencana yang dapat direalisasikan.






BACA JUGA:
Tesla Mulai Produksi Mobil Listrik Murah pada 2025














Awal pekan ini, Tesla dikabarkan memulai produksi crossover baru pada 2025 yang diberi kode Redwood. Mobil ini akan masuk dalam segmen entry-level atau ditujukan kepada pembeli baru dengan menggunakan platform anyar yang akan memangkas biaya produksi.

Tesla akan menjual mobil baru tersebut dengan harga kurang dari 30.000 dolar AS atau setara Rp470 jutaan. Meski memiliki harga murah, mobil listrik ini nantinya akan dibekali teknologi canggih.








BACA JUGA:
Ahli Matematika Bongkar Kebohongan Elon Musk soal Tesla Cybertruck Kalahkan Porsche















Mobil pertama akan dibangun di pabrik Tesla di Texas pada paruh kedua tahun 2025, tetapi produksi kemungkinan akan diperluas ke pabrik-pabrik lain perusahaan di luar AS pada tahun berikutnya.



Peringatan Elon adalah pengakuan yang langka dari pemimpin perusahaan Barat, bahwa China telah menjadi kekuatan dominan dalam industri mobil listrik. China telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi mobil listrik selama beberapa tahun terakhir. China pun berhasil mengembangkan produk yang kompetitif dengan harga terjangkau.



</description><content:encoded>





JAKARTA - CEO Tesla Elon Musk mulai gusar dengan produsen mobil listrik China yang memasarkan produknya di Eropa hingga Amerika Serikat (AS). Kehadiran produsen China dianggap dapat merusak persaingan otomotif global.

Elon Musk mengusulkan setiap negara memberlakukan aturan perdagangan baru untuk menjaga persaingan otomotif tetap stabil. Menurutnya, jika tak diterapkan, produsen asal China bakal menghancurkan sebagian besar perusahaan mobil lainnya.

Diketahui, raksasa otomotif asal China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai produsen mobil listrik terlaris di dunia pada 2023.

&amp;ldquo;Jika tidak ada hambatan perdagangan yang ditetapkan, hal tersebut akan menghancurkan sebagian besar perusahaan mobil lain di dunia,&amp;rdquo; kata Musk kepada para analis, melansir Carscoops, Jumat (26/1/2024).

Tesla telah memangkas harga sepanjang tahun demi mengejar volume dengan mengorbankan keuntungan. Tesla pun berhasil mengalahkan anggaran Dacia Sandero ke puncak grafik penjualan Eropa. Namun, langkah ini tak juga dapat  menahan angka penjualan BYD.






BACA JUGA:
Pendapatan Meleset, Saham Tesla Anjlok 6%













China juga menyalip Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia pada 2023. China diperkirakan mengulangi kesuksesan tersebut pada 2024. Hal ini seiring dengan mulai memperluas aktivitas penjualannya ke Eropa.

Musk bukan satu-satunya di antara para bos mobil di negara-negara Eropa yang khawatir akan ancaman China. Namun, setidaknya ia memiliki beberapa rencana yang dapat direalisasikan.






BACA JUGA:
Tesla Mulai Produksi Mobil Listrik Murah pada 2025














Awal pekan ini, Tesla dikabarkan memulai produksi crossover baru pada 2025 yang diberi kode Redwood. Mobil ini akan masuk dalam segmen entry-level atau ditujukan kepada pembeli baru dengan menggunakan platform anyar yang akan memangkas biaya produksi.

Tesla akan menjual mobil baru tersebut dengan harga kurang dari 30.000 dolar AS atau setara Rp470 jutaan. Meski memiliki harga murah, mobil listrik ini nantinya akan dibekali teknologi canggih.








BACA JUGA:
Ahli Matematika Bongkar Kebohongan Elon Musk soal Tesla Cybertruck Kalahkan Porsche















Mobil pertama akan dibangun di pabrik Tesla di Texas pada paruh kedua tahun 2025, tetapi produksi kemungkinan akan diperluas ke pabrik-pabrik lain perusahaan di luar AS pada tahun berikutnya.



Peringatan Elon adalah pengakuan yang langka dari pemimpin perusahaan Barat, bahwa China telah menjadi kekuatan dominan dalam industri mobil listrik. China telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi mobil listrik selama beberapa tahun terakhir. China pun berhasil mengembangkan produk yang kompetitif dengan harga terjangkau.



</content:encoded></item></channel></rss>
