<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Paparkan Teori Nabi Musa Membelah Laut Merah, Begini Penjelasannya</title><description>Ilmuwan Paparkan Teori Nabi Musa Membelah Laut Merah, Begini Penjelasannya
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/20/56/2957648/ilmuwan-paparkan-teori-nabi-musa-membelah-laut-merah-begini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/20/56/2957648/ilmuwan-paparkan-teori-nabi-musa-membelah-laut-merah-begini-penjelasannya"/><item><title>Ilmuwan Paparkan Teori Nabi Musa Membelah Laut Merah, Begini Penjelasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/20/56/2957648/ilmuwan-paparkan-teori-nabi-musa-membelah-laut-merah-begini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/20/56/2957648/ilmuwan-paparkan-teori-nabi-musa-membelah-laut-merah-begini-penjelasannya</guid><pubDate>Sabtu 20 Januari 2024 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/20/56/2957648/ilmuwan-paparkan-teori-nabi-musa-membelah-laut-merah-begini-penjelasannya-axvLtn21bZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilmuwan paparkan teori Nabi Musa membelah Laut Merah, begini penjelasannya. (Ilustrasi/iStock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/20/56/2957648/ilmuwan-paparkan-teori-nabi-musa-membelah-laut-merah-begini-penjelasannya-axvLtn21bZ.jpg</image><title>Ilmuwan paparkan teori Nabi Musa membelah Laut Merah, begini penjelasannya. (Ilustrasi/iStock)</title></images><description>


JAKARTA - Kisah ajaib Nabi Musa membelah Laut Merah menjadi peristiwa sangat monumental. Peristiwa itu juga termuat dalam sejumlah kitab suci .


Melansir WION, Sabtu (20/1/2023), sekelompok ilmuwan dari University of Leicester, Inggris, Rebekah Garratt dan Rikesh Kunverji  mencoba memahami keajaiban tersebut dengan cara berbeda. Mereka mencoba mendudukkan peristiwa tersebut dari kacamata ilmiah dan kondisi alam saat itu.

Dalam laporan berjudul &quot;How did God part the Red Sea?&quot; keduanya mengungkap, ada empat kejadian alam yang memungkinkan Laut Merah terbelah.

Keempat kejadian alam itu, yaitu gelombang negatif, angin timur, gelombang pasang surut, dan gelombang Rossby. Kombinasi keempat faktor tersebut berjalan dengan sempurna sehingga laut menjadi terbelah yang memungkinkan Nabi Musa dan pengikutnya menyeberangi lautan tanpa basah terkena air laut.

Mereka menganalisis, fenomena meteorologi justru menjadi pemicu terjadinya keempat kondisi tersebut. Kondisi itu meyebabkan rangkaian kejadian kacau yang berujung pada fenomena ekstrem.

Angin menjadi pemicu utama laut terbelah. Fenomena yang mereka sebut wind setdown itu adalah momen saat angin yang sangat kuat bertiup terus-menerus sehingga bisa menurunkan permukaan air di suatu area sekaligus. Tiupan itu membuat air menumpuk melawan angin.

&quot;Kondisi itu telah banyak didokumentasikan, termasuk di delta Sungai Nil pada abad ke-19 ketika angin kencang mendorong air setinggi sekitar lima kaki dan membuka sebuah lahan kering,&quot; kata mereka.








BACA JUGA:
Bukti Ilmiah Laut Merah Pernah Terbelah, seperti Dijelaskan dalam Alquran










Sementara kejadian di Laut Merah, Tim peneliti tersebut menyebutkan, kecepatan angin harus cukup kuat agar air tetap terpisah dalam waktu lama.







BACA JUGA:
Situasi Laut Merah Memanas, Produksi Mobil-Mobil Ini Terpaksa Dihentikan











Kemungkinan kedua adalah gelombang air pasang yang lebih kuat dari biasanya ditambah kondisi berangin. Hal ini dapat mengakibatkan permukaan air turun sehingga membentuk daerah kering, dan memungkinkan orang untuk menyeberang.

Menurut mereka, kondisi ini pernah terjadi saat Badai Irma menerpa Semenanjung Florida, Amerika Serikat pada 2017. Saat itu angin yang sangat besar menyebabkan sebagian perairan Semenanjung Florida terdorong mundur sehingga memperlihatkan dasar laut.



Menurut kedua ilmuwan, kondisi angin tersebut justru itu tidak akan terjadi di Laut Merah. Dari situ mereka menganalisa bahwa kejadian terbelahnya laut itu bukanlah di Laut Merah.








BACA JUGA:
Kisah Nabi Musa Singkat dari Lahir hingga Wafat















Mereka yakin ada tempat lain yang lebih ideal sehingga fenomena terbelahnya laut itu jadi lebih mungkin. Mereka meyakini bahwa ada sedikit misinterpretasi dari lokasi keajaiban itu terjadi.



&quot;Laut Merah hanyalah terjemahan tradisional yang diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris oleh Alkitab Versi King James,&quot; analisa Rebekah Garratt dan Rikesh Kunverji.



</description><content:encoded>


JAKARTA - Kisah ajaib Nabi Musa membelah Laut Merah menjadi peristiwa sangat monumental. Peristiwa itu juga termuat dalam sejumlah kitab suci .


Melansir WION, Sabtu (20/1/2023), sekelompok ilmuwan dari University of Leicester, Inggris, Rebekah Garratt dan Rikesh Kunverji  mencoba memahami keajaiban tersebut dengan cara berbeda. Mereka mencoba mendudukkan peristiwa tersebut dari kacamata ilmiah dan kondisi alam saat itu.

Dalam laporan berjudul &quot;How did God part the Red Sea?&quot; keduanya mengungkap, ada empat kejadian alam yang memungkinkan Laut Merah terbelah.

Keempat kejadian alam itu, yaitu gelombang negatif, angin timur, gelombang pasang surut, dan gelombang Rossby. Kombinasi keempat faktor tersebut berjalan dengan sempurna sehingga laut menjadi terbelah yang memungkinkan Nabi Musa dan pengikutnya menyeberangi lautan tanpa basah terkena air laut.

Mereka menganalisis, fenomena meteorologi justru menjadi pemicu terjadinya keempat kondisi tersebut. Kondisi itu meyebabkan rangkaian kejadian kacau yang berujung pada fenomena ekstrem.

Angin menjadi pemicu utama laut terbelah. Fenomena yang mereka sebut wind setdown itu adalah momen saat angin yang sangat kuat bertiup terus-menerus sehingga bisa menurunkan permukaan air di suatu area sekaligus. Tiupan itu membuat air menumpuk melawan angin.

&quot;Kondisi itu telah banyak didokumentasikan, termasuk di delta Sungai Nil pada abad ke-19 ketika angin kencang mendorong air setinggi sekitar lima kaki dan membuka sebuah lahan kering,&quot; kata mereka.








BACA JUGA:
Bukti Ilmiah Laut Merah Pernah Terbelah, seperti Dijelaskan dalam Alquran










Sementara kejadian di Laut Merah, Tim peneliti tersebut menyebutkan, kecepatan angin harus cukup kuat agar air tetap terpisah dalam waktu lama.







BACA JUGA:
Situasi Laut Merah Memanas, Produksi Mobil-Mobil Ini Terpaksa Dihentikan











Kemungkinan kedua adalah gelombang air pasang yang lebih kuat dari biasanya ditambah kondisi berangin. Hal ini dapat mengakibatkan permukaan air turun sehingga membentuk daerah kering, dan memungkinkan orang untuk menyeberang.

Menurut mereka, kondisi ini pernah terjadi saat Badai Irma menerpa Semenanjung Florida, Amerika Serikat pada 2017. Saat itu angin yang sangat besar menyebabkan sebagian perairan Semenanjung Florida terdorong mundur sehingga memperlihatkan dasar laut.



Menurut kedua ilmuwan, kondisi angin tersebut justru itu tidak akan terjadi di Laut Merah. Dari situ mereka menganalisa bahwa kejadian terbelahnya laut itu bukanlah di Laut Merah.








BACA JUGA:
Kisah Nabi Musa Singkat dari Lahir hingga Wafat















Mereka yakin ada tempat lain yang lebih ideal sehingga fenomena terbelahnya laut itu jadi lebih mungkin. Mereka meyakini bahwa ada sedikit misinterpretasi dari lokasi keajaiban itu terjadi.



&quot;Laut Merah hanyalah terjemahan tradisional yang diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris oleh Alkitab Versi King James,&quot; analisa Rebekah Garratt dan Rikesh Kunverji.



</content:encoded></item></channel></rss>
