<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaikindo Ingin Mobil Listrik Buatan Indonesia Diekspor ke Australia</title><description>Gaikindo Ingin Mobil Listrik Buatan Indonesia Diekspor ke Australia
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/17/52/2956081/gaikindo-ingin-mobil-listrik-buatan-indonesia-diekspor-ke-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/17/52/2956081/gaikindo-ingin-mobil-listrik-buatan-indonesia-diekspor-ke-australia"/><item><title>Gaikindo Ingin Mobil Listrik Buatan Indonesia Diekspor ke Australia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/17/52/2956081/gaikindo-ingin-mobil-listrik-buatan-indonesia-diekspor-ke-australia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/17/52/2956081/gaikindo-ingin-mobil-listrik-buatan-indonesia-diekspor-ke-australia</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/52/2956081/gaikindo-ingin-mobil-listrik-buatan-indonesia-diekspor-ke-australia-qtgipfsAas.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gaikindo ingin mobil listrik produksi Indonesia diekspor ke Australia. (MG Motor)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/52/2956081/gaikindo-ingin-mobil-listrik-buatan-indonesia-diekspor-ke-australia-qtgipfsAas.jpg</image><title>Gaikindo ingin mobil listrik produksi Indonesia diekspor ke Australia. (MG Motor)</title></images><description>


JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap mobil listrik yang diproduksi dan dirakit di Indonesia bisa diekspor ke Australia.


Hal itu sebagaimana diungkapkan Sekretaris Gaikindo, Kukuh Kumara, saat jadi pembicara di acara diskusi Memproyeksi Pasar Otomotif 2024,  di Jakarta. Selasa (16/1/2024).

Kukuh menyebut, saat ini Australia memenuhi kebutuhan pasar otomotif dengan skema impor dalam bentuk Completely Built Up (CBU). Hal itu lantaran Australia tidak lagi memiliki industri kendaraan bermotor sejak 2017.

&quot;Australia negara terdekat kita dan pasar mobilnya cukup besar di atas satu juta unit,&quot; ujar Kukuh.






BACA JUGA:
Hyundai Ioniq 5 Jadi Mobil Listrik Paling Laris Sepanjang 2023, Wuling Binguo Bikin Kejutan











Ia menyatakan, saat ini Indonesia dan Australia telah membentuk kemitraan ekonomi IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement). Dalam kemitraan tersebut, menurutnya,  mobil listrik mendapatkan keringanan.


Kukuh menilai, saat ini Indonesia sudah memiliki banyak mobil listrik yang diproduksi dan dirakit di Tanah Air. Mobil-mobil listrik itu bisa dimanfaatkan sebagai potensi ekspor.







BACA JUGA:
MG ZS EV dan MG 4 EV Dirakit di Indonesia, Harganya Turun Rp200 Jutaan&amp;nbsp;















&quot;MG Motor Indonesia sudah memproduksi mobil listrik di dalam negeri ini juga berpotensi untuk ekspor ke Australia,&quot; katanya.

Sebelumnya Marketing &amp;amp; PR Director MG Motor Indonesia, Arief Syarifudin, mengatakan mobil listrik buatan mereka yang akan diekspor ke Australia adalah MG ZS EV. Mobil listrik itu dirakit di fasilitas produksi milik SAIC yang ada di Cikarang, Jawa Barat.








BACA JUGA:
Menperin Ajak Vietnam Kerja Sama Kembangkan Mobil Listrik
















&amp;ldquo;MG ZS EV akan mulai dikirim ke Australia pada kuartal keempat 2024,&amp;rdquo; tutur Arief Syarifudin.



&amp;ldquo;Ditargetkan 30 persen dari seluruh kapaitas produksi kami nantinya akan dialokasikan untuk kebutuhan ekspor,&amp;rdquo; sambungnya.



</description><content:encoded>


JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap mobil listrik yang diproduksi dan dirakit di Indonesia bisa diekspor ke Australia.


Hal itu sebagaimana diungkapkan Sekretaris Gaikindo, Kukuh Kumara, saat jadi pembicara di acara diskusi Memproyeksi Pasar Otomotif 2024,  di Jakarta. Selasa (16/1/2024).

Kukuh menyebut, saat ini Australia memenuhi kebutuhan pasar otomotif dengan skema impor dalam bentuk Completely Built Up (CBU). Hal itu lantaran Australia tidak lagi memiliki industri kendaraan bermotor sejak 2017.

&quot;Australia negara terdekat kita dan pasar mobilnya cukup besar di atas satu juta unit,&quot; ujar Kukuh.






BACA JUGA:
Hyundai Ioniq 5 Jadi Mobil Listrik Paling Laris Sepanjang 2023, Wuling Binguo Bikin Kejutan











Ia menyatakan, saat ini Indonesia dan Australia telah membentuk kemitraan ekonomi IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement). Dalam kemitraan tersebut, menurutnya,  mobil listrik mendapatkan keringanan.


Kukuh menilai, saat ini Indonesia sudah memiliki banyak mobil listrik yang diproduksi dan dirakit di Tanah Air. Mobil-mobil listrik itu bisa dimanfaatkan sebagai potensi ekspor.







BACA JUGA:
MG ZS EV dan MG 4 EV Dirakit di Indonesia, Harganya Turun Rp200 Jutaan&amp;nbsp;















&quot;MG Motor Indonesia sudah memproduksi mobil listrik di dalam negeri ini juga berpotensi untuk ekspor ke Australia,&quot; katanya.

Sebelumnya Marketing &amp;amp; PR Director MG Motor Indonesia, Arief Syarifudin, mengatakan mobil listrik buatan mereka yang akan diekspor ke Australia adalah MG ZS EV. Mobil listrik itu dirakit di fasilitas produksi milik SAIC yang ada di Cikarang, Jawa Barat.








BACA JUGA:
Menperin Ajak Vietnam Kerja Sama Kembangkan Mobil Listrik
















&amp;ldquo;MG ZS EV akan mulai dikirim ke Australia pada kuartal keempat 2024,&amp;rdquo; tutur Arief Syarifudin.



&amp;ldquo;Ditargetkan 30 persen dari seluruh kapaitas produksi kami nantinya akan dialokasikan untuk kebutuhan ekspor,&amp;rdquo; sambungnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
