<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknologi Bisa Bikin Rumah dan Mobil &quot;Bergandengan Tangan&quot;</title><description>Samsung mengumumkan kolaborasi dengan Hyundai memperluas platform SmartThings guna mendukung mobil yang terhubung dengan rumah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/05/52/2950034/teknologi-bisa-bikin-rumah-dan-mobil-bergandengan-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/05/52/2950034/teknologi-bisa-bikin-rumah-dan-mobil-bergandengan-tangan"/><item><title>Teknologi Bisa Bikin Rumah dan Mobil &quot;Bergandengan Tangan&quot;</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/05/52/2950034/teknologi-bisa-bikin-rumah-dan-mobil-bergandengan-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/01/05/52/2950034/teknologi-bisa-bikin-rumah-dan-mobil-bergandengan-tangan</guid><pubDate>Jum'at 05 Januari 2024 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/05/52/2950034/teknologi-bisa-bikin-rumah-dan-mobil-bergandengan-tangan-j3mQKQKYmY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ketika smartphone dikolaborasikan dengan rumah. (Foto: Samsung)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/05/52/2950034/teknologi-bisa-bikin-rumah-dan-mobil-bergandengan-tangan-j3mQKQKYmY.jpg</image><title>Ilustrasi ketika smartphone dikolaborasikan dengan rumah. (Foto: Samsung)</title></images><description>JAKARTA - Samsung Electronics mengumumkan kolaborasi dengan Hyundai Motor Group  memperluas platform SmartThings guna mendukung mobil yang terhubung, termasuk kendaraan listrik (EV). Kerjasama yang disepakati pada 3 Januari 2024 itu menghasilkan konsep, mengintegrasikan rumah pintar dan mobil yang disebut dengan &amp;ldquo;Home-to-Car&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Car-to-Home&amp;rdquo;.
Layanan Home-to-Car dan Car-to-Home menghubungkan smart home dengan sistem infotainment di dalam kendaraan, memungkinkan kendali jarak jauh di kedua arah. Melalui platform SmartThings, pengguna akan dapat melakukan berbagai tindakan terkait mobil mereka saat berada di rumah.
Mulai dari  menyalakan mobil, mengontrol AC, membuka dan menutup jendela, serta memeriksa status pengisian daya. Lalu dari mobil, pengendalian peralatan rumah tangga seperti TV, AC, dan charger EV juga dapat dilakukan.

BACA JUGA:
7 Bocoran Samsung Galaxy S24 dan S24+ yang Rilis 18 Januari 2024 Waktu Indonesia


Dengan SmartThings, pengguna dapat  mengoperasikan beberapa perangkat secara bersamaan termasuk kendaraan melalui rutinitas seperti &amp;ldquo;rutinitas selamat pagi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;rutinitas tiba di rumah.&amp;rdquo; Misalnya. Saat alarm pagi di smartphone Galaxy berbunyi, maka otomatis tirai akan terbuka, dan lampu serta televisi akan menyala.
Saat pengguna hendak berangkat kerja, mobil pengguna akan menyesuaikan diri dengan suhu ideal. Selain itu, layar smartphone dan TV akan menampilkan informasi seperti sisa baterai EV dan jarak tempuh.

BACA JUGA:
Samsung akan Jadi yang Pertama Hadirkan AI Phone di Indonesia


&amp;ldquo;Ini adalah peluang untuk membuat layanan Car-to-Home dan Home-to-Car mobil yang terhubung menjadi lebih nyaman di berbagai bidang,&amp;rdquo; kata Haeyoung Kwon, Wakil Presiden Pusat Pengembangan Infotainment Hyundai dan Kia.
Layanan manajemen energi rumah terintegrasi akan memungkinkan pengguna memantau berapa banyak energi yang dikonsumsi oleh perangkat yang terhubung di rumah mereka. Informasi energi kendaraan listrik dan pengisi dayanya juga akan tersedia, memungkinkan pengguna menyesuaikan waktu optimal untuk mengisi daya kendaraannya. (Syifaraudha Irma Nanda)</description><content:encoded>JAKARTA - Samsung Electronics mengumumkan kolaborasi dengan Hyundai Motor Group  memperluas platform SmartThings guna mendukung mobil yang terhubung, termasuk kendaraan listrik (EV). Kerjasama yang disepakati pada 3 Januari 2024 itu menghasilkan konsep, mengintegrasikan rumah pintar dan mobil yang disebut dengan &amp;ldquo;Home-to-Car&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Car-to-Home&amp;rdquo;.
Layanan Home-to-Car dan Car-to-Home menghubungkan smart home dengan sistem infotainment di dalam kendaraan, memungkinkan kendali jarak jauh di kedua arah. Melalui platform SmartThings, pengguna akan dapat melakukan berbagai tindakan terkait mobil mereka saat berada di rumah.
Mulai dari  menyalakan mobil, mengontrol AC, membuka dan menutup jendela, serta memeriksa status pengisian daya. Lalu dari mobil, pengendalian peralatan rumah tangga seperti TV, AC, dan charger EV juga dapat dilakukan.

BACA JUGA:
7 Bocoran Samsung Galaxy S24 dan S24+ yang Rilis 18 Januari 2024 Waktu Indonesia


Dengan SmartThings, pengguna dapat  mengoperasikan beberapa perangkat secara bersamaan termasuk kendaraan melalui rutinitas seperti &amp;ldquo;rutinitas selamat pagi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;rutinitas tiba di rumah.&amp;rdquo; Misalnya. Saat alarm pagi di smartphone Galaxy berbunyi, maka otomatis tirai akan terbuka, dan lampu serta televisi akan menyala.
Saat pengguna hendak berangkat kerja, mobil pengguna akan menyesuaikan diri dengan suhu ideal. Selain itu, layar smartphone dan TV akan menampilkan informasi seperti sisa baterai EV dan jarak tempuh.

BACA JUGA:
Samsung akan Jadi yang Pertama Hadirkan AI Phone di Indonesia


&amp;ldquo;Ini adalah peluang untuk membuat layanan Car-to-Home dan Home-to-Car mobil yang terhubung menjadi lebih nyaman di berbagai bidang,&amp;rdquo; kata Haeyoung Kwon, Wakil Presiden Pusat Pengembangan Infotainment Hyundai dan Kia.
Layanan manajemen energi rumah terintegrasi akan memungkinkan pengguna memantau berapa banyak energi yang dikonsumsi oleh perangkat yang terhubung di rumah mereka. Informasi energi kendaraan listrik dan pengisi dayanya juga akan tersedia, memungkinkan pengguna menyesuaikan waktu optimal untuk mengisi daya kendaraannya. (Syifaraudha Irma Nanda)</content:encoded></item></channel></rss>
