<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Robot Produksi Tesla Serang Pekerja hingga Cedera, Kok Bisa?</title><description>Penggunaan robot untuk meningkatkan efisiensi dalam kinerja industri banyak diterapkan oleh sejumlah perusahaan</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/27/86/2945629/robot-produksi-tesla-serang-pekerja-hingga-cedera-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/27/86/2945629/robot-produksi-tesla-serang-pekerja-hingga-cedera-kok-bisa"/><item><title>Robot Produksi Tesla Serang Pekerja hingga Cedera, Kok Bisa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/27/86/2945629/robot-produksi-tesla-serang-pekerja-hingga-cedera-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/27/86/2945629/robot-produksi-tesla-serang-pekerja-hingga-cedera-kok-bisa</guid><pubDate>Rabu 27 Desember 2023 19:32 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/27/86/2945629/robot-produksi-tesla-serang-pekerja-hingga-cedera-kok-bisa-5aJNCedZ5Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robot produksi mobil. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/27/86/2945629/robot-produksi-tesla-serang-pekerja-hingga-cedera-kok-bisa-5aJNCedZ5Y.jpg</image><title>Robot produksi mobil. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNy8xLzE3NTUzOS81L3g4cXd6Nzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
AUSTIN - Penggunaan robot untuk meningkatkan efisiensi dalam kinerja industri banyak diterapkan oleh sejumlah perusahaan. Namun, bagaimana jika kehadiran robot itu sendiri justru membahayakan nyawa pekerja?
Setidaknya hal itulah yang terjadi pada robot produksi yang dikerahkan perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MotoGP 2024: Pakai Motor Ducati, Franco Morbidelli Optimis Bisa Bersaing dengan Francesco Bagnaia

Robot yang dirancang untuk mengambil dan memindahkan bagian mobil ini malah menyerang seorang insinyur di pabrik perusahaan yang terletak di Austin, Texas pada 2021.
Dilansir dari DailyMail, Rabu (27/12/2023), seorang insinyur yang menjadi korban dalam insiden tersebut dilaporkan sedang memprogram perangkat lunak untuk dua robot Tesla yang cacat di dekatnya, sebelum punggung dan lengannya terluka akibat serangan cakar logam robot tersebut.
Dua orang saksi mata menambahkan bahwa mereka harus menekan tombol berhenti darurat untuk mengakhiri serangan yang terjadi, di samping sang insinyur yang juga terjatuh ke dalam saluran pengumpul sisa aluminium.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

VinFast Bawa 4 Kendaraan Listrik di CES 2024, Siap Saingi Tesla Cybertruck?

Meksi pihak perusahaan telah menyerahkan laporan, namun insinyur tersebut tidak mengambil cuti kerja, namun menjadi catatan panjang kejadian serupa yang pernah dialami pekerja di pabrik Tesla yang canggih itu.
Tercatat berdasarkan hasil investigasi yang melibatkan regulator federal selama bertahun-tahun, perusahaan terungkap tidak mencantumkan 36 cedera dalam laporan ke pemerintah yang diwajibkan pada 2018.
Menyusun temuan tersebut, perusahaan juga dilaporkan telah mengklasifikasikan sejumlah kecelakaan kerja dan cedera sebagai kasus medis pribadi untuk menghindari regulator.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Spesifikasi BMW iX, Mobil Dinas Kakorlantas Baru Seharga Rp2,4 Miliar

Di sisi lain, Tesla sendiri telah melampaui industri otomotif lainnya dalam hal jumlah kecelakaan maupun kecelakaan yang cukup serius hingga memerlukan cuti.
Di 2022, rasio pekerja yang mengalami cedera di pabrik Giga Texas bahkan telah melebihi tingkat rata-rata cedera serupa di pabrik mobil besar AS lainnya yang berkisar satu dari setiap 38 pekerja.


Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNy8xLzE3NTUzOS81L3g4cXd6Nzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
AUSTIN - Penggunaan robot untuk meningkatkan efisiensi dalam kinerja industri banyak diterapkan oleh sejumlah perusahaan. Namun, bagaimana jika kehadiran robot itu sendiri justru membahayakan nyawa pekerja?
Setidaknya hal itulah yang terjadi pada robot produksi yang dikerahkan perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MotoGP 2024: Pakai Motor Ducati, Franco Morbidelli Optimis Bisa Bersaing dengan Francesco Bagnaia

Robot yang dirancang untuk mengambil dan memindahkan bagian mobil ini malah menyerang seorang insinyur di pabrik perusahaan yang terletak di Austin, Texas pada 2021.
Dilansir dari DailyMail, Rabu (27/12/2023), seorang insinyur yang menjadi korban dalam insiden tersebut dilaporkan sedang memprogram perangkat lunak untuk dua robot Tesla yang cacat di dekatnya, sebelum punggung dan lengannya terluka akibat serangan cakar logam robot tersebut.
Dua orang saksi mata menambahkan bahwa mereka harus menekan tombol berhenti darurat untuk mengakhiri serangan yang terjadi, di samping sang insinyur yang juga terjatuh ke dalam saluran pengumpul sisa aluminium.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

VinFast Bawa 4 Kendaraan Listrik di CES 2024, Siap Saingi Tesla Cybertruck?

Meksi pihak perusahaan telah menyerahkan laporan, namun insinyur tersebut tidak mengambil cuti kerja, namun menjadi catatan panjang kejadian serupa yang pernah dialami pekerja di pabrik Tesla yang canggih itu.
Tercatat berdasarkan hasil investigasi yang melibatkan regulator federal selama bertahun-tahun, perusahaan terungkap tidak mencantumkan 36 cedera dalam laporan ke pemerintah yang diwajibkan pada 2018.
Menyusun temuan tersebut, perusahaan juga dilaporkan telah mengklasifikasikan sejumlah kecelakaan kerja dan cedera sebagai kasus medis pribadi untuk menghindari regulator.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Spesifikasi BMW iX, Mobil Dinas Kakorlantas Baru Seharga Rp2,4 Miliar

Di sisi lain, Tesla sendiri telah melampaui industri otomotif lainnya dalam hal jumlah kecelakaan maupun kecelakaan yang cukup serius hingga memerlukan cuti.
Di 2022, rasio pekerja yang mengalami cedera di pabrik Giga Texas bahkan telah melebihi tingkat rata-rata cedera serupa di pabrik mobil besar AS lainnya yang berkisar satu dari setiap 38 pekerja.


Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana</content:encoded></item></channel></rss>
