<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Ketakutan Bos Besar Xiaomi Jualan Mobil Listrik</title><description>Lei Jun, CEO Xiaomi, mengungkap beberapa ketakutan dalam berjualan mobil listrik.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/23/52/2943821/ini-ketakutan-bos-besar-xiaomi-jualan-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/23/52/2943821/ini-ketakutan-bos-besar-xiaomi-jualan-mobil-listrik"/><item><title>Ini Ketakutan Bos Besar Xiaomi Jualan Mobil Listrik</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/23/52/2943821/ini-ketakutan-bos-besar-xiaomi-jualan-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/23/52/2943821/ini-ketakutan-bos-besar-xiaomi-jualan-mobil-listrik</guid><pubDate>Sabtu 23 Desember 2023 09:54 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/23/52/2943821/ini-ketakutan-bos-besar-xiaomi-jualan-mobil-listrik-qnjq1sUYeq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil listrik Xiaomi SU7. (Doc. Autopro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/23/52/2943821/ini-ketakutan-bos-besar-xiaomi-jualan-mobil-listrik-qnjq1sUYeq.jpg</image><title>Mobil listrik Xiaomi SU7. (Doc. Autopro)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMy80LzE3NTQyMy81L3g4cXRmbzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lei Jun, CEO Xiaomi, mengungkap beberapa ketakutan dalam berjualan mobil listrik.
Dalam wawancara dengan CCTV, Kamis (21/12/2023) lalu, dia mengatakan ada beberapa kekhawatiran yang dia rasakan dalam menjual mobil listrik pertama mereka, Xiaomi SU7.
Dia menjelaskan biaya produksi mobil listrik sangat besar jika dibandingkan membuat peralatan elektronik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uang Rp200 Juta Dapat Mobil Apa? Ini Rekomendasinya

Bahkan sangat besar dibanding biaya membuat mobil konvensional.
Dia mengaku sudah menanam investasi sebesar 10 miliar Yuan atau sekitar Rp21,7 triliun. Dia juga telah merekrut sebanyak 3.400 orang agar Xiaomi bisa membuat mobil listrik.
Investasi besar-besaran itu terpusat di sebuah pabrik mobil listrik Xiaomi yang ada di Shenzhen, China.
&quot;Yang saya khawatirkan adalah mobilnya tidak popular dan tidak ada yang mau beli,&quot; katanya serius.
Lebih lanjut Lei Jun mengaku masalah produksi juga jadi kekhawatiran besar. Waktu tunggu produksi dan distribusi mobil yang sangat panjang akan merugikan buat Xiaomi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Grand Motor Indonesia-MNC Leasing Beri Dampak ke Penambang di Kalimantan

Bukan hanya sebagai produsen mobil listrik tapi juga citra dari perusahaan elektronik yang sudah punya nama besar.
&quot;Saya khawatir jika konsumen perlu menunggu mobil mereka hingga setahun, reputasi kami tercederai,&quot; ujarnya khawatir.Meski punya kekhawatiran besar, Lei Jun dikutip South China Morning Post justru mengaku sangat bersemangat untuk jualan mobil listrik.
Dia malah yakin mobil listrik Xiaomi bisa bersaing dengan Tesla.

BACA JUGA:
Raffi Ahmad Ajak Touring Motor, Gading Marten: Dilarang Bawa Bini!

Mobil listrik Xiaomi menurutnya punya banyak kesempatan karena pasar otomotif di China sangat menggiurkan.
Segmen mobil listrik juga terus berkembang dimana pada 2023 ini saja hingga November sudah terjual sebanyak 8,05 juta mobil listrik.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMy80LzE3NTQyMy81L3g4cXRmbzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Lei Jun, CEO Xiaomi, mengungkap beberapa ketakutan dalam berjualan mobil listrik.
Dalam wawancara dengan CCTV, Kamis (21/12/2023) lalu, dia mengatakan ada beberapa kekhawatiran yang dia rasakan dalam menjual mobil listrik pertama mereka, Xiaomi SU7.
Dia menjelaskan biaya produksi mobil listrik sangat besar jika dibandingkan membuat peralatan elektronik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uang Rp200 Juta Dapat Mobil Apa? Ini Rekomendasinya

Bahkan sangat besar dibanding biaya membuat mobil konvensional.
Dia mengaku sudah menanam investasi sebesar 10 miliar Yuan atau sekitar Rp21,7 triliun. Dia juga telah merekrut sebanyak 3.400 orang agar Xiaomi bisa membuat mobil listrik.
Investasi besar-besaran itu terpusat di sebuah pabrik mobil listrik Xiaomi yang ada di Shenzhen, China.
&quot;Yang saya khawatirkan adalah mobilnya tidak popular dan tidak ada yang mau beli,&quot; katanya serius.
Lebih lanjut Lei Jun mengaku masalah produksi juga jadi kekhawatiran besar. Waktu tunggu produksi dan distribusi mobil yang sangat panjang akan merugikan buat Xiaomi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Grand Motor Indonesia-MNC Leasing Beri Dampak ke Penambang di Kalimantan

Bukan hanya sebagai produsen mobil listrik tapi juga citra dari perusahaan elektronik yang sudah punya nama besar.
&quot;Saya khawatir jika konsumen perlu menunggu mobil mereka hingga setahun, reputasi kami tercederai,&quot; ujarnya khawatir.Meski punya kekhawatiran besar, Lei Jun dikutip South China Morning Post justru mengaku sangat bersemangat untuk jualan mobil listrik.
Dia malah yakin mobil listrik Xiaomi bisa bersaing dengan Tesla.

BACA JUGA:
Raffi Ahmad Ajak Touring Motor, Gading Marten: Dilarang Bawa Bini!

Mobil listrik Xiaomi menurutnya punya banyak kesempatan karena pasar otomotif di China sangat menggiurkan.
Segmen mobil listrik juga terus berkembang dimana pada 2023 ini saja hingga November sudah terjual sebanyak 8,05 juta mobil listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
