<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Temukan Unsur Kehidupan di Bulan Saturnus</title><description>NASA menemukan salah satu unsur penting penunjang kehidupan di Bulan yang mengorbit di planet Saturnus.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/22/56/2943299/nasa-temukan-unsur-kehidupan-di-bulan-saturnus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/22/56/2943299/nasa-temukan-unsur-kehidupan-di-bulan-saturnus"/><item><title>NASA Temukan Unsur Kehidupan di Bulan Saturnus</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/22/56/2943299/nasa-temukan-unsur-kehidupan-di-bulan-saturnus</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/22/56/2943299/nasa-temukan-unsur-kehidupan-di-bulan-saturnus</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/56/2943299/nasa-temukan-unsur-kehidupan-di-bulan-saturnus-dhYN8OhsDc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bulan Planet Saturnus (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/56/2943299/nasa-temukan-unsur-kehidupan-di-bulan-saturnus-dhYN8OhsDc.jpg</image><title>Bulan Planet Saturnus (Foto: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi80LzE3NTM4Ny81L3g4cXNobGw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON DC - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menemukan salah satu unsur penting penunjang kehidupan di Bulan yang mengorbit di planet Saturnus. Temuan ini sangat menarik bagi para ilmuwan.
Sebagaimana dilansir dari Mashable, Jumat (22/12/2023), unsur penting tersebut ditemukan di Bulan Saturnus yang bernama Enceladus. Ini merupakan satelit alami Saturnus yang permukaannya dilapisi es.

BACA JUGA:
NASA akan Luncurkan Satelit Pengamat Bumi Tahun Depan!

Para ilmuwan, melalui misi Cassini menemukan gumpalan air Enceladus yang kaya karbon dan berair. Mereka juga menyimpulkan di bawah es Enceladus turut mengandung molekul penting hidrogen sianida.
&quot;Ini adalah molekul yang merupakan kunci asal usul kehidupan,&amp;rdquo; jelas NASA.
Jonah Peter, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Harvard yang mengerjakan penelitian ini menyebut bahwa temuan telah memberikan bukti lebih lanjut bahwa Enceladus adalah rumah bagi beberapa molekul.

BACA JUGA:
Berita Penemuan Alien Paling Viral Sepanjang Tahun 2023

Dan yang lebih menarik baginya adalah bukan hanya molekul-molekul biasa tapi molekul penting yang dapat menciptakan bahan penyusun kehidupan dan mempertahankan kehidupan melalui reaksi metaboliknya.
&amp;ldquo;Penemuan hidrogen sianida sangat menarik, karena ini merupakan titik awal bagi sebagian besar teori asal usul kehidupan,&amp;rdquo; kata Peter.
Meskipun misi Cassini sendiri berakhir pada tahun 2017, ketika pesawat ruang angkasa tersebut terbakar di atmosfer Saturnus, para ilmuwan masih membedah semua data yang dikirimkan kembali ke Bumi.Mereka sudah mengetahui bahwa gumpalan tersebut mengandung banyak air, serta karbon dioksida dan metana. Namun setelah dianalisis lebih dalam, mereka menemukan bahwa bahan tersebut juga mengandung hidrogen sianida.
&amp;ldquo;Penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa Enceladus adalah rumah bagi beberapa molekul terpenting yang menciptakan bahan penyusun kehidupan dan mempertahankan kehidupan melalui reaksi metabolisme,&quot; lanjut Peter.

BACA JUGA:
Cheat GTA 5 Motor Ninja ZX25R Sudah Muncul, Pemanasan Sebelum Versi Baru

Para peneliti juga menemukan bahwa senyawa organik yang berarti mengandung karbon, bahan umum dalam kehidupan telah diubah, khususnya &amp;ldquo;teroksidasi&amp;rdquo;, suatu proses yang melepaskan energi.
Singkatnya, hal ini menunjukkan bahwa proses kimia di lautan Enceladus, yang berada di bawah cangkang esnya, mampu menyediakan sejumlah besar energi bagi kehidupan apa pun yang mungkin ada.
Saat ini NASA sedang mempertimbangkan proposal untuk mengirim pesawat ruang angkasa, sebuah proyek bernama Enceladus Orbilander, ke bulan yang jauh ini. Pesawat robotik itu akan terbang mengelilingi Enceladus, dan kemudian mendarat di permukaan esnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi80LzE3NTM4Ny81L3g4cXNobGw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON DC - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menemukan salah satu unsur penting penunjang kehidupan di Bulan yang mengorbit di planet Saturnus. Temuan ini sangat menarik bagi para ilmuwan.
Sebagaimana dilansir dari Mashable, Jumat (22/12/2023), unsur penting tersebut ditemukan di Bulan Saturnus yang bernama Enceladus. Ini merupakan satelit alami Saturnus yang permukaannya dilapisi es.

BACA JUGA:
NASA akan Luncurkan Satelit Pengamat Bumi Tahun Depan!

Para ilmuwan, melalui misi Cassini menemukan gumpalan air Enceladus yang kaya karbon dan berair. Mereka juga menyimpulkan di bawah es Enceladus turut mengandung molekul penting hidrogen sianida.
&quot;Ini adalah molekul yang merupakan kunci asal usul kehidupan,&amp;rdquo; jelas NASA.
Jonah Peter, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Harvard yang mengerjakan penelitian ini menyebut bahwa temuan telah memberikan bukti lebih lanjut bahwa Enceladus adalah rumah bagi beberapa molekul.

BACA JUGA:
Berita Penemuan Alien Paling Viral Sepanjang Tahun 2023

Dan yang lebih menarik baginya adalah bukan hanya molekul-molekul biasa tapi molekul penting yang dapat menciptakan bahan penyusun kehidupan dan mempertahankan kehidupan melalui reaksi metaboliknya.
&amp;ldquo;Penemuan hidrogen sianida sangat menarik, karena ini merupakan titik awal bagi sebagian besar teori asal usul kehidupan,&amp;rdquo; kata Peter.
Meskipun misi Cassini sendiri berakhir pada tahun 2017, ketika pesawat ruang angkasa tersebut terbakar di atmosfer Saturnus, para ilmuwan masih membedah semua data yang dikirimkan kembali ke Bumi.Mereka sudah mengetahui bahwa gumpalan tersebut mengandung banyak air, serta karbon dioksida dan metana. Namun setelah dianalisis lebih dalam, mereka menemukan bahwa bahan tersebut juga mengandung hidrogen sianida.
&amp;ldquo;Penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa Enceladus adalah rumah bagi beberapa molekul terpenting yang menciptakan bahan penyusun kehidupan dan mempertahankan kehidupan melalui reaksi metabolisme,&quot; lanjut Peter.

BACA JUGA:
Cheat GTA 5 Motor Ninja ZX25R Sudah Muncul, Pemanasan Sebelum Versi Baru

Para peneliti juga menemukan bahwa senyawa organik yang berarti mengandung karbon, bahan umum dalam kehidupan telah diubah, khususnya &amp;ldquo;teroksidasi&amp;rdquo;, suatu proses yang melepaskan energi.
Singkatnya, hal ini menunjukkan bahwa proses kimia di lautan Enceladus, yang berada di bawah cangkang esnya, mampu menyediakan sejumlah besar energi bagi kehidupan apa pun yang mungkin ada.
Saat ini NASA sedang mempertimbangkan proposal untuk mengirim pesawat ruang angkasa, sebuah proyek bernama Enceladus Orbilander, ke bulan yang jauh ini. Pesawat robotik itu akan terbang mengelilingi Enceladus, dan kemudian mendarat di permukaan esnya.</content:encoded></item></channel></rss>
