<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Suhu Panas Masih Terjadi Walau Sudah Masuk Musim Hujan? Ini Jawaban BMKG</title><description>Walau memasuki bulan Desember, mengapa di sejumlah wilayah Indonesia masih mengalami suhu panas?&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/21/56/2942530/kenapa-suhu-panas-masih-terjadi-walau-sudah-masuk-musim-hujan-ini-jawaban-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/21/56/2942530/kenapa-suhu-panas-masih-terjadi-walau-sudah-masuk-musim-hujan-ini-jawaban-bmkg"/><item><title>Kenapa Suhu Panas Masih Terjadi Walau Sudah Masuk Musim Hujan? Ini Jawaban BMKG</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/21/56/2942530/kenapa-suhu-panas-masih-terjadi-walau-sudah-masuk-musim-hujan-ini-jawaban-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/21/56/2942530/kenapa-suhu-panas-masih-terjadi-walau-sudah-masuk-musim-hujan-ini-jawaban-bmkg</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/56/2942530/kenapa-suhu-panas-masih-terjadi-walau-sudah-masuk-musim-hujan-ini-jawaban-bmkg-JBOhLzJmmg.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Suhu panas (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/56/2942530/kenapa-suhu-panas-masih-terjadi-walau-sudah-masuk-musim-hujan-ini-jawaban-bmkg-JBOhLzJmmg.jpeg</image><title>Suhu panas (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS8xLzE3NTM0Ni81L3g4cXJhcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Memasuki musim hujan seperti sekarang, sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami suhu panas. Bahkan cuaca panas dan terik masih sering terjadi layaknya musim kemarau.&amp;nbsp;
Menjawab hal tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memberikan alasan fenoma tersebut dalam akun media sosial mereka.
Dikutip dalam akun media sosial resmi BMKG, Kamis (21/12/2023), cuaca panas di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh berkurangnya pertumbuhan awan hujan dan adanya gangguan pola angin yang tumbuh di wilayah utara ekuator.

BACA JUGA:
BMKG Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Natal dan Tahun Baru

Hal ini kemudian membuat udara basah dari Asia terhambat masuk ke Indonesia dan mengakibatkan wilayah selatan Indonesia kering dan sinar matahari ke permukaan bumi menjadi maksimal.
Akan tetapi dalam sepakan terakhir hujan intensitas lebat masih akan terjadi di sebagian wilayah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA:
4 Penyebab Utama Ruam di Ketiak, Cuaca Panas Salah Satunya

Penyebab terjadinya berasal dari pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan yang secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serra belokan angin. Hal ini mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Lebih lanjut BMKG memprediksi jika fenomena tersebut akan terjadi dalam 3-4 hari ke depan, dan akan mencapai peningkatan curah hujan muali Mulai tanggal 23 Desember 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS8xLzE3NTM0Ni81L3g4cXJhcWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Memasuki musim hujan seperti sekarang, sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami suhu panas. Bahkan cuaca panas dan terik masih sering terjadi layaknya musim kemarau.&amp;nbsp;
Menjawab hal tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memberikan alasan fenoma tersebut dalam akun media sosial mereka.
Dikutip dalam akun media sosial resmi BMKG, Kamis (21/12/2023), cuaca panas di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh berkurangnya pertumbuhan awan hujan dan adanya gangguan pola angin yang tumbuh di wilayah utara ekuator.

BACA JUGA:
BMKG Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Natal dan Tahun Baru

Hal ini kemudian membuat udara basah dari Asia terhambat masuk ke Indonesia dan mengakibatkan wilayah selatan Indonesia kering dan sinar matahari ke permukaan bumi menjadi maksimal.
Akan tetapi dalam sepakan terakhir hujan intensitas lebat masih akan terjadi di sebagian wilayah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA:
4 Penyebab Utama Ruam di Ketiak, Cuaca Panas Salah Satunya

Penyebab terjadinya berasal dari pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan yang secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serra belokan angin. Hal ini mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Lebih lanjut BMKG memprediksi jika fenomena tersebut akan terjadi dalam 3-4 hari ke depan, dan akan mencapai peningkatan curah hujan muali Mulai tanggal 23 Desember 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
