<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Gandeng Malaysia untuk Perakitan Chip Kelas Atas</title><description>Sejumlah perusahaan desain chip asal China dilaporkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Malaysia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/18/54/2940956/china-gandeng-malaysia-untuk-perakitan-chip-kelas-atas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/18/54/2940956/china-gandeng-malaysia-untuk-perakitan-chip-kelas-atas"/><item><title>China Gandeng Malaysia untuk Perakitan Chip Kelas Atas</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/18/54/2940956/china-gandeng-malaysia-untuk-perakitan-chip-kelas-atas</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/18/54/2940956/china-gandeng-malaysia-untuk-perakitan-chip-kelas-atas</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/18/54/2940956/china-gandeng-malaysia-untuk-perakitan-chip-kelas-atas-h3r6XVLluc.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">China gandeng Malaysia untuk bikin chip kelas atas (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/18/54/2940956/china-gandeng-malaysia-untuk-perakitan-chip-kelas-atas-h3r6XVLluc.jpeg</image><title>China gandeng Malaysia untuk bikin chip kelas atas (Foto: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOC8xLzE3NTI2MS81L3g4cW9iZXg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUALA LUMPUR - Sejumlah perusahaan desain chip asal China dilaporkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Malaysia untuk merakit sebagian dari chip kelas atas mereka.&amp;nbsp;
Dilansir dari situs Reuters, Senin (18/12/2023), perusahaan pengemasan chip Malaysia diminta untuk merakit jenis chip yang dikenal sebagai unit pemrosesan grafis (GPU).

BACA JUGA:
HyperOS Xiaomi Tidak Diperbarui Secara Penuh di Sejumlah Perangkat, Ini Faktanya!

Beberapa kontrak juga telah disepakati, di samping nama-nama perusahaan yang belum dapat diidentifikasi dengan alasan perjanjian kerahasiaan.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah membatasi akses China terhadap penjualan GPU serta peralatan pembuat chip canggih lainnya.

BACA JUGA:
Perusahaan Chip Asal China Ini Dapat Pendanaan dari AS, Emang Boleh?

Hal ini tampaknya menjadi alasan beberapa perusahaan desain chip China saat ini beralih ke Malaysia, yang menguasai 13% pasar global untuk pengemasan, perakitan dan pengujian semikonduktor.
Unisem, perusahaan penyedia layanan perakitan dan pengujian semikonduktor Malaysia menjadi salah satu dari sekian perusahaan yang dikabarkan mengalami peningkatan bisnis dengan klien China.Meski menolak berkomentar terkait klien tersebut, Ketua Unisem, John Chia, membenarkan soal banyaknya perusahaan China yang datang ke Malaysia menyusul adanya sanksi perdagangan dan masalah rantai pasokan.

BACA JUGA:
Tok! Vespa Menang Hak Paten, Motor China Dilarang Jiplak Desain

&quot;Karena sanksi perdagangan dan masalah rantai pasokan, banyak perusahaan desain chip China datang ke Malaysia untuk membangun sumber pasokan tambahan di luar China guna mendukung produk mereka &amp;ndash; bisnis masuk dan keluar China,&quot; ujarnya.
Terkait potensi ketegangan hubungan dengan AS dari kerjasama tersebut, dirinya menegaskan bahwa transaksi bisnis Unisem &amp;ldquo;sepenuhnya sah dan patuh&amp;rdquo;, terlebih perusahaan juga tidak mempunyai waktu untuk mengkhawatirkan terlalu banyak kemungkinan. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xOC8xLzE3NTI2MS81L3g4cW9iZXg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUALA LUMPUR - Sejumlah perusahaan desain chip asal China dilaporkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Malaysia untuk merakit sebagian dari chip kelas atas mereka.&amp;nbsp;
Dilansir dari situs Reuters, Senin (18/12/2023), perusahaan pengemasan chip Malaysia diminta untuk merakit jenis chip yang dikenal sebagai unit pemrosesan grafis (GPU).

BACA JUGA:
HyperOS Xiaomi Tidak Diperbarui Secara Penuh di Sejumlah Perangkat, Ini Faktanya!

Beberapa kontrak juga telah disepakati, di samping nama-nama perusahaan yang belum dapat diidentifikasi dengan alasan perjanjian kerahasiaan.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah membatasi akses China terhadap penjualan GPU serta peralatan pembuat chip canggih lainnya.

BACA JUGA:
Perusahaan Chip Asal China Ini Dapat Pendanaan dari AS, Emang Boleh?

Hal ini tampaknya menjadi alasan beberapa perusahaan desain chip China saat ini beralih ke Malaysia, yang menguasai 13% pasar global untuk pengemasan, perakitan dan pengujian semikonduktor.
Unisem, perusahaan penyedia layanan perakitan dan pengujian semikonduktor Malaysia menjadi salah satu dari sekian perusahaan yang dikabarkan mengalami peningkatan bisnis dengan klien China.Meski menolak berkomentar terkait klien tersebut, Ketua Unisem, John Chia, membenarkan soal banyaknya perusahaan China yang datang ke Malaysia menyusul adanya sanksi perdagangan dan masalah rantai pasokan.

BACA JUGA:
Tok! Vespa Menang Hak Paten, Motor China Dilarang Jiplak Desain

&quot;Karena sanksi perdagangan dan masalah rantai pasokan, banyak perusahaan desain chip China datang ke Malaysia untuk membangun sumber pasokan tambahan di luar China guna mendukung produk mereka &amp;ndash; bisnis masuk dan keluar China,&quot; ujarnya.
Terkait potensi ketegangan hubungan dengan AS dari kerjasama tersebut, dirinya menegaskan bahwa transaksi bisnis Unisem &amp;ldquo;sepenuhnya sah dan patuh&amp;rdquo;, terlebih perusahaan juga tidak mempunyai waktu untuk mengkhawatirkan terlalu banyak kemungkinan. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</content:encoded></item></channel></rss>
