<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Cairan yang Bisa Tekan Emisi pada Mesin Truk</title><description>Polusi udara yang salah satunya disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor menjadi masalah utama di Indonesia saat ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/08/52/2935065/mengenal-cairan-yang-bisa-tekan-emisi-pada-mesin-truk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/08/52/2935065/mengenal-cairan-yang-bisa-tekan-emisi-pada-mesin-truk"/><item><title>Mengenal Cairan yang Bisa Tekan Emisi pada Mesin Truk</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/08/52/2935065/mengenal-cairan-yang-bisa-tekan-emisi-pada-mesin-truk</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/08/52/2935065/mengenal-cairan-yang-bisa-tekan-emisi-pada-mesin-truk</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2023 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/08/52/2935065/mengenal-cairan-yang-bisa-tekan-emisi-pada-mesin-truk-mcwRzPnjwL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi truk. (doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/08/52/2935065/mengenal-cairan-yang-bisa-tekan-emisi-pada-mesin-truk-mcwRzPnjwL.jpg</image><title>Ilustrasi truk. (doc. Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNi85LzE3NDc3NC81L3g4cWFyNHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Polusi udara yang salah satunya disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor menjadi masalah utama di Indonesia saat ini.
Oleh sebab itu, pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk menekan emisi.
Tetapi, elektrifikasi rasanya belum bisa diterapkan pada kendaraan komersial, seperti truk dan bus. Terdapat banyak kendala, mulai dari kesiapan infrastruktur sampai keinginan konsumen itu sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Chief Talk Okezone: Ini Alasan POLYTRON Garap Motor Listrik

Namun, produsen kendaraan komersial memiliki cara tersendiri untuk mematuhi emisi yang semakin ketat. Penggunaan teknologi Euro5 yang dipadukan dengan Adblue menjadi solusi terbaik dalam menekan emisi gas buang.
Ali Umar, Sales Department UD Trucks Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya berusaha untuk menjaga komitmen ramah lingkungan lewat penggunaan AdBlue.
Quester Euro 5 yang dilengkapi teknologi SCR (Selected Catalytic Reduction), membantu mengurangi polutan dan emisi dihasilkan dari pembakaran mesin bekerjasama dengan AdBlue.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Chief Talk Okezone: Garansi Baterai Seumur Hidup Jadi Daya Pikat Motor Listrik POLYTRON

&amp;ldquo;AdBlue menjadi sistem pengelolaan emisi gas buang serta tetap mempertahankan kinerja mesin. Penggunaan AdBlue dapat mendukung durabilitas dan efisiensi penggunaan bahan bakar sesuai kebutuhan konsumen,&amp;rdquo; kata Ali di Sunter, Jakarta Utara, belum lama ini.
Melansir Thepolarisgroup, AdBlue merupakan cairan yang mengandung urea dan dipatenkan oleh German Association of the Automobile Industry (VDA).  Reaksi kimia antara urea dan gas buang, bisa menetralkan gas berbahaya nitrogen oksida (Nox) menjadi air dan nitrogen.
AdBlue disimpan dalam tangki terpisah di kendaraan. Ini diukur secara tepat dan disemprotkan ke manifold buang yang panas di mana larutan urea terurai menjadi amonia dan bereaksi dengan gas buang dengan adanya catalytic converter.Oksida nitrogen yang terbentuk selama pembakaran diubah menjadi unsur nitrogen dan air yang tidak berbahaya. Metode ini disebut Reduksi Katalitik Selektif (SCR). Penggunaan AdBlue terletak pada 3 hingga 5 persen dari penggunaan solar.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Bocoran Motor Listrik Terbaru POLYTRON di 2024

Pada kendaraan Euro4, konsumsi AdBlue akan mencapai sekitar 3-5 persen dari penggunaan solar, sehingga truk pada umumnya akan menggunakan antara 1.500-2.500 liter Ad-Blue per tahun tergantung pada ukuran mesin dan jarak tempuh.
Sementara untuk mesin Euro 5, konsumsi AdBlue akan lebih tinggi dari Euro4, yaitu 5-6 persen solar, tergantung pada pengendaraan, beban, dan kondisi jalan.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNi85LzE3NDc3NC81L3g4cWFyNHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Polusi udara yang salah satunya disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor menjadi masalah utama di Indonesia saat ini.
Oleh sebab itu, pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk menekan emisi.
Tetapi, elektrifikasi rasanya belum bisa diterapkan pada kendaraan komersial, seperti truk dan bus. Terdapat banyak kendala, mulai dari kesiapan infrastruktur sampai keinginan konsumen itu sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Chief Talk Okezone: Ini Alasan POLYTRON Garap Motor Listrik

Namun, produsen kendaraan komersial memiliki cara tersendiri untuk mematuhi emisi yang semakin ketat. Penggunaan teknologi Euro5 yang dipadukan dengan Adblue menjadi solusi terbaik dalam menekan emisi gas buang.
Ali Umar, Sales Department UD Trucks Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya berusaha untuk menjaga komitmen ramah lingkungan lewat penggunaan AdBlue.
Quester Euro 5 yang dilengkapi teknologi SCR (Selected Catalytic Reduction), membantu mengurangi polutan dan emisi dihasilkan dari pembakaran mesin bekerjasama dengan AdBlue.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Chief Talk Okezone: Garansi Baterai Seumur Hidup Jadi Daya Pikat Motor Listrik POLYTRON

&amp;ldquo;AdBlue menjadi sistem pengelolaan emisi gas buang serta tetap mempertahankan kinerja mesin. Penggunaan AdBlue dapat mendukung durabilitas dan efisiensi penggunaan bahan bakar sesuai kebutuhan konsumen,&amp;rdquo; kata Ali di Sunter, Jakarta Utara, belum lama ini.
Melansir Thepolarisgroup, AdBlue merupakan cairan yang mengandung urea dan dipatenkan oleh German Association of the Automobile Industry (VDA).  Reaksi kimia antara urea dan gas buang, bisa menetralkan gas berbahaya nitrogen oksida (Nox) menjadi air dan nitrogen.
AdBlue disimpan dalam tangki terpisah di kendaraan. Ini diukur secara tepat dan disemprotkan ke manifold buang yang panas di mana larutan urea terurai menjadi amonia dan bereaksi dengan gas buang dengan adanya catalytic converter.Oksida nitrogen yang terbentuk selama pembakaran diubah menjadi unsur nitrogen dan air yang tidak berbahaya. Metode ini disebut Reduksi Katalitik Selektif (SCR). Penggunaan AdBlue terletak pada 3 hingga 5 persen dari penggunaan solar.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Bocoran Motor Listrik Terbaru POLYTRON di 2024

Pada kendaraan Euro4, konsumsi AdBlue akan mencapai sekitar 3-5 persen dari penggunaan solar, sehingga truk pada umumnya akan menggunakan antara 1.500-2.500 liter Ad-Blue per tahun tergantung pada ukuran mesin dan jarak tempuh.
Sementara untuk mesin Euro 5, konsumsi AdBlue akan lebih tinggi dari Euro4, yaitu 5-6 persen solar, tergantung pada pengendaraan, beban, dan kondisi jalan.</content:encoded></item></channel></rss>
