<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Studi Ungkap Batasan Komputer Kuantum dalam Kaitannya dengan Waktu</title><description>Sebuah studi mengungkap batasan komputer kuantum dalam kaitannya dengan waktu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/56/2932225/studi-ungkap-batasan-komputer-kuantum-dalam-kaitannya-dengan-waktu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/56/2932225/studi-ungkap-batasan-komputer-kuantum-dalam-kaitannya-dengan-waktu"/><item><title>Studi Ungkap Batasan Komputer Kuantum dalam Kaitannya dengan Waktu</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/56/2932225/studi-ungkap-batasan-komputer-kuantum-dalam-kaitannya-dengan-waktu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/56/2932225/studi-ungkap-batasan-komputer-kuantum-dalam-kaitannya-dengan-waktu</guid><pubDate>Senin 04 Desember 2023 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/56/2932225/studi-ungkap-batasan-komputer-kuantum-dalam-kaitannya-dengan-waktu-Zkz5JxIhnT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Studi ungkap batasan komputer kuantum (Ilustrasi: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/56/2932225/studi-ungkap-batasan-komputer-kuantum-dalam-kaitannya-dengan-waktu-Zkz5JxIhnT.jpg</image><title>Studi ungkap batasan komputer kuantum (Ilustrasi: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDYzNS81L3g4cTdqc2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
VIENNA - Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Teknologi Wina mengungkap batasan komputer kuantum dalam kaitannya dengan waktu. Hal ini dijelaskan sebagai titik ketidakakuratan perangkat pencatat waktu, seperti halnya jam pada tingkat fundamental tertentu yang dapat membatasi kinerja komputer kuantum.
Dilansir dari situs Science Alert, Senin (4/12/2023), teorema yang diterbitkan di Physical Review Letters ini memaparkan logika dalam pengukuran waktu yang berhubungan dengan entropi &amp;ndash; ketidakakuratan dalam sistem fisika &amp;ndash; untuk kemudian dikaitkan dengan resolusi.

BACA JUGA:
Fenomena Time Travel Kini Dipatahkan oleh Teori Fisika Baru

Dengan kata lain, sebuah jam yang berdetak cepat akan mencapai masalah presisi, yang menunjukkan bahwa ketepatan dalam sistem pengukuran waktu itu sendiri akan berkurang.
&amp;ldquo;Jam bekerja dengan cepat atau bekerja dengan tepat &amp;ndash; keduanya tidak mungkin dilakukan pada waktu yang bersamaan,&amp;rdquo; kata peneliti pertama studi yang juga merupakan ahli fisika teoritis, Florian Meier.

BACA JUGA:
Ahli Ungkap Misteri Molekul Azulene di Ilmu Fisika, Pancarkan Cahaya Biru

Singkatnya, cepat atau lambat, setiap jam akan berhenti berdetak dengan pendulumnya yang melambat, baterai mati, atau laser atom yang perlu diatur ulang. Peristiwa ini menjadikan pengukuran waktu akan menuju ketidakakuratan itu dengan sendirinya.
Potensi ketidakakuratan waktu inilah yang kemudian mempengaruhi kinerja komputer kuantum. Sebab, sebagai teknologi yang mengandalkan sifat temperamental partikel yang berada di ambang keberadaan, waktu adalah segalanya.Pengukuran waktu dibutuhkan dalam mengembangkan sistem operasi komputer kuantum. Seiring bertambahnya jumlah partikel yang digunakan, risiko salah satu dari mereka bisa keluar dari kondisi kritis kuantumnya pun meningkat dan berakhir pada semakin sedikit waktu yang tersisa untuk melakukan perhitungan yang diperlukan.
Meskipun demikian, penulis senior dan insinyur sistem yang memimpin kelompok penelitian, Marcus Huber, menjelaskan bahwa masih ada faktor lainnya yang menjadi hambatan dari keakuratan komputer kuantum itu sendiri.

BACA JUGA:
Komputer Kuantum Komersial Pertama di Jepang Telah Beroperasi

Faktor yang dimaksud adalah ketepatan komponen yang digunakan dan medan elektromagnetik, disamping batas fundamental pengukuran waktu yang juga dapat menjadi hambatan untuk saat ini.
Di sisi lain, banyak penelitian telah dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kesalahan dalam teknologi kuantum ini. Kedepannya, kemajuan lain dalam komputer kuantum mungkin akan berfokus pada meningkatnya stabilitas, berkurangnya kesalahan, dan 'mengulur waktu' agar perangkat yang diperluas dapat beroperasi secara optimal. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDYzNS81L3g4cTdqc2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
VIENNA - Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Teknologi Wina mengungkap batasan komputer kuantum dalam kaitannya dengan waktu. Hal ini dijelaskan sebagai titik ketidakakuratan perangkat pencatat waktu, seperti halnya jam pada tingkat fundamental tertentu yang dapat membatasi kinerja komputer kuantum.
Dilansir dari situs Science Alert, Senin (4/12/2023), teorema yang diterbitkan di Physical Review Letters ini memaparkan logika dalam pengukuran waktu yang berhubungan dengan entropi &amp;ndash; ketidakakuratan dalam sistem fisika &amp;ndash; untuk kemudian dikaitkan dengan resolusi.

BACA JUGA:
Fenomena Time Travel Kini Dipatahkan oleh Teori Fisika Baru

Dengan kata lain, sebuah jam yang berdetak cepat akan mencapai masalah presisi, yang menunjukkan bahwa ketepatan dalam sistem pengukuran waktu itu sendiri akan berkurang.
&amp;ldquo;Jam bekerja dengan cepat atau bekerja dengan tepat &amp;ndash; keduanya tidak mungkin dilakukan pada waktu yang bersamaan,&amp;rdquo; kata peneliti pertama studi yang juga merupakan ahli fisika teoritis, Florian Meier.

BACA JUGA:
Ahli Ungkap Misteri Molekul Azulene di Ilmu Fisika, Pancarkan Cahaya Biru

Singkatnya, cepat atau lambat, setiap jam akan berhenti berdetak dengan pendulumnya yang melambat, baterai mati, atau laser atom yang perlu diatur ulang. Peristiwa ini menjadikan pengukuran waktu akan menuju ketidakakuratan itu dengan sendirinya.
Potensi ketidakakuratan waktu inilah yang kemudian mempengaruhi kinerja komputer kuantum. Sebab, sebagai teknologi yang mengandalkan sifat temperamental partikel yang berada di ambang keberadaan, waktu adalah segalanya.Pengukuran waktu dibutuhkan dalam mengembangkan sistem operasi komputer kuantum. Seiring bertambahnya jumlah partikel yang digunakan, risiko salah satu dari mereka bisa keluar dari kondisi kritis kuantumnya pun meningkat dan berakhir pada semakin sedikit waktu yang tersisa untuk melakukan perhitungan yang diperlukan.
Meskipun demikian, penulis senior dan insinyur sistem yang memimpin kelompok penelitian, Marcus Huber, menjelaskan bahwa masih ada faktor lainnya yang menjadi hambatan dari keakuratan komputer kuantum itu sendiri.

BACA JUGA:
Komputer Kuantum Komersial Pertama di Jepang Telah Beroperasi

Faktor yang dimaksud adalah ketepatan komponen yang digunakan dan medan elektromagnetik, disamping batas fundamental pengukuran waktu yang juga dapat menjadi hambatan untuk saat ini.
Di sisi lain, banyak penelitian telah dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kesalahan dalam teknologi kuantum ini. Kedepannya, kemajuan lain dalam komputer kuantum mungkin akan berfokus pada meningkatnya stabilitas, berkurangnya kesalahan, dan 'mengulur waktu' agar perangkat yang diperluas dapat beroperasi secara optimal. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</content:encoded></item></channel></rss>
