<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tekan Pengeluaran, Spotify akan PHK 17% Karyawan di Seluruh Dunia</title><description>Spotify akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 17% dari total karyawannya di seluruh dunia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/54/2932555/tekan-pengeluaran-spotify-akan-phk-17-karyawan-di-seluruh-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/54/2932555/tekan-pengeluaran-spotify-akan-phk-17-karyawan-di-seluruh-dunia"/><item><title>Tekan Pengeluaran, Spotify akan PHK 17% Karyawan di Seluruh Dunia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/54/2932555/tekan-pengeluaran-spotify-akan-phk-17-karyawan-di-seluruh-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/04/54/2932555/tekan-pengeluaran-spotify-akan-phk-17-karyawan-di-seluruh-dunia</guid><pubDate>Selasa 05 Desember 2023 07:38 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/04/54/2932555/tekan-pengeluaran-spotify-akan-phk-17-karyawan-di-seluruh-dunia-ictTpbsLue.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Spotify akan pecat 17 persen karyawan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/04/54/2932555/tekan-pengeluaran-spotify-akan-phk-17-karyawan-di-seluruh-dunia-ictTpbsLue.jpg</image><title>Spotify akan pecat 17 persen karyawan (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY2OS81L3g4cTd4aGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Layanan streaming musik Spotify berencana untuk menekan pengeluaran perusahaan dalam waktu dekat. Salah satu cara yang akan mereka lakukan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 17% dari total karyawannya di seluruh dunia.
Laporan tersebut disampaikan oleh CEO Spotify, Daniel Ek. Dia mengaku terpaksa memilih keputusan pahit tersebut untuk kelangsungan bisnis perusahaan di masa mendatang.

BACA JUGA:
Cara Membuat Spotify Wrapped 2023 Lengkap via Aplikasi dan Browser

&quot;Saya menyadari bahwa bagi banyak orang, pengurangan sebesar ini akan terasa sangat besar mengingat laporan pendapatan positif dan kinerja kami baru-baru ini,&amp;rdquo; kata Ek dikutip dari Engadget, Selasa (5/12/2023).
&amp;ldquo;Kami memperdebatkan pengurangan biaya yang lebih kecil sepanjang tahun 2024 dan 2025. Saya yakin ini adalah tindakan yang tepat untuk perusahaan kami, saya juga memahami ini akan sangat menyakitkan bagi tim kami,&quot; tambahnya.

Ek menyatakan bahwa perseroan melakukan ekspansi besar-besaran pada 2020 dan 2021 karena biaya modal yang lebih rendah. Investasi ini kemudian berhasil dan berkontribusi pada peningkatan produksi Spotify dan pertumbuhan platform.
Namun seiring berjalannya waktu investasi tersebut tidak terlalu memberikan hasil positif, sehingga dengan terpaksa perusahaan akan memangkas 17% dari total 9.000 karyawan atau setara 1.500 karyawan dirumahkan.Untuk meringankan beban karyawan yang terdampak PHK, Ek mengatakan Spotify akan membayar pesangon rata-rata selama lima bulan dan menanggung biaya perawatan kesehatan selama waktu tersebut.

BACA JUGA:
Viral di Media Sosial, Ini Link dan Cara Cek Spotify Wrapped 2023

Sebagai pengingat, Spotify telah mengalami pertumbuhan yang konsisten sejak peluncurannya dan kini memiliki 574 juta pengguna aktif bulanan, naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan selalu berjuang untuk menghasilkan keuntungan sejak era pandemi Covid-19.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDY2OS81L3g4cTd4aGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Layanan streaming musik Spotify berencana untuk menekan pengeluaran perusahaan dalam waktu dekat. Salah satu cara yang akan mereka lakukan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 17% dari total karyawannya di seluruh dunia.
Laporan tersebut disampaikan oleh CEO Spotify, Daniel Ek. Dia mengaku terpaksa memilih keputusan pahit tersebut untuk kelangsungan bisnis perusahaan di masa mendatang.

BACA JUGA:
Cara Membuat Spotify Wrapped 2023 Lengkap via Aplikasi dan Browser

&quot;Saya menyadari bahwa bagi banyak orang, pengurangan sebesar ini akan terasa sangat besar mengingat laporan pendapatan positif dan kinerja kami baru-baru ini,&amp;rdquo; kata Ek dikutip dari Engadget, Selasa (5/12/2023).
&amp;ldquo;Kami memperdebatkan pengurangan biaya yang lebih kecil sepanjang tahun 2024 dan 2025. Saya yakin ini adalah tindakan yang tepat untuk perusahaan kami, saya juga memahami ini akan sangat menyakitkan bagi tim kami,&quot; tambahnya.

Ek menyatakan bahwa perseroan melakukan ekspansi besar-besaran pada 2020 dan 2021 karena biaya modal yang lebih rendah. Investasi ini kemudian berhasil dan berkontribusi pada peningkatan produksi Spotify dan pertumbuhan platform.
Namun seiring berjalannya waktu investasi tersebut tidak terlalu memberikan hasil positif, sehingga dengan terpaksa perusahaan akan memangkas 17% dari total 9.000 karyawan atau setara 1.500 karyawan dirumahkan.Untuk meringankan beban karyawan yang terdampak PHK, Ek mengatakan Spotify akan membayar pesangon rata-rata selama lima bulan dan menanggung biaya perawatan kesehatan selama waktu tersebut.

BACA JUGA:
Viral di Media Sosial, Ini Link dan Cara Cek Spotify Wrapped 2023

Sebagai pengingat, Spotify telah mengalami pertumbuhan yang konsisten sejak peluncurannya dan kini memiliki 574 juta pengguna aktif bulanan, naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan selalu berjuang untuk menghasilkan keuntungan sejak era pandemi Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
