<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BSSN Gelar Analisis Forensik Digital Kasus Kebocoran Data KPU</title><description>Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) gelar analisis forensik digital guna merespons kasus Kebocoran data Komisi Pemilihan Umum (KPU).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/01/57/2930756/bssn-gelar-analisis-forensik-digital-kasus-kebocoran-data-kpu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/01/57/2930756/bssn-gelar-analisis-forensik-digital-kasus-kebocoran-data-kpu"/><item><title>BSSN Gelar Analisis Forensik Digital Kasus Kebocoran Data KPU</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/01/57/2930756/bssn-gelar-analisis-forensik-digital-kasus-kebocoran-data-kpu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/12/01/57/2930756/bssn-gelar-analisis-forensik-digital-kasus-kebocoran-data-kpu</guid><pubDate>Jum'at 01 Desember 2023 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/01/57/2930756/bssn-gelar-analisis-forensik-digital-kasus-kebocoran-data-kpu-BHmHylQW1n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi serangan siber. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/01/57/2930756/bssn-gelar-analisis-forensik-digital-kasus-kebocoran-data-kpu-BHmHylQW1n.jpg</image><title>Ilustrasi serangan siber. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUwOC81L3g4cTRqYXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) gelar analisis forensik digital guna merespons kasus Kebocoran data Komisi Pemilihan Umum (KPU).
&quot;Dalam penanganan insiden siber yang terjadi di KPU, BSSN sedang melakukan analisis dan forensik digital dari sisi aplikasi dan server untuk mengetahui root couse dari insiden siber yang terjadi,&quot; kata Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra, Jumat (1/11/2023).
Ariandi menyebut, pihaknya telah berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak KPU terkait upaya investigasi berkenaan dengan kebocoran data yang dialami guna mencari tahu penyebab terjadinya kebocoran data.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Kecanggihan HarmonyOS 4.0 dan HyperOS di Mobil Listrik Garapan Brand Smartphone

&quot;BSSN senantiasa berkoordinasi intens dengan pihak KPU dan siap untuk memberikan asistensi serta rekomendasi peningkatan keamanan terhadap sistem informasi milik KPU,&quot; tuturnya.
Lebih lanjut hasil investigasi serta perkembangan tindak lanjut dari dugaan insiden kebocoran data nantinya akan diungkapkan secara langsung oleh KPU selaku penyelenggara sistem elektronik.
Sebelumnya, situs KPU kembali menjadi sasaran peretasan. Peretas dengan nama anonim Jimbo mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs tersebut.

BACA JUGA:
Ini Tanda Ban Motor Harus Diganti, Awas Sudah Masuk Musim Hujan!

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha menyebut, akun anonim Jimbo tersebut membagikan 500.000 data contoh yang berhasil didapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, serta beberapa beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.
Dalam postingannya di forum tersebut data 252 juta yang berhasil didapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi.
Setelah dilakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.

BACA JUGA:
Rekomendasi Lokasi Trek Motor Trail Dekat Jakarta

Di dalam data yang didapatkan oleh Jimbo tersebut memiliki beberapa data pribadi yang cukup penting seperti NIK, No. KK, nomor KTP (berisi nomor passport untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUwOC81L3g4cTRqYXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) gelar analisis forensik digital guna merespons kasus Kebocoran data Komisi Pemilihan Umum (KPU).
&quot;Dalam penanganan insiden siber yang terjadi di KPU, BSSN sedang melakukan analisis dan forensik digital dari sisi aplikasi dan server untuk mengetahui root couse dari insiden siber yang terjadi,&quot; kata Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra, Jumat (1/11/2023).
Ariandi menyebut, pihaknya telah berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak KPU terkait upaya investigasi berkenaan dengan kebocoran data yang dialami guna mencari tahu penyebab terjadinya kebocoran data.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Kecanggihan HarmonyOS 4.0 dan HyperOS di Mobil Listrik Garapan Brand Smartphone

&quot;BSSN senantiasa berkoordinasi intens dengan pihak KPU dan siap untuk memberikan asistensi serta rekomendasi peningkatan keamanan terhadap sistem informasi milik KPU,&quot; tuturnya.
Lebih lanjut hasil investigasi serta perkembangan tindak lanjut dari dugaan insiden kebocoran data nantinya akan diungkapkan secara langsung oleh KPU selaku penyelenggara sistem elektronik.
Sebelumnya, situs KPU kembali menjadi sasaran peretasan. Peretas dengan nama anonim Jimbo mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs tersebut.

BACA JUGA:
Ini Tanda Ban Motor Harus Diganti, Awas Sudah Masuk Musim Hujan!

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha menyebut, akun anonim Jimbo tersebut membagikan 500.000 data contoh yang berhasil didapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, serta beberapa beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.
Dalam postingannya di forum tersebut data 252 juta yang berhasil didapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi.
Setelah dilakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.

BACA JUGA:
Rekomendasi Lokasi Trek Motor Trail Dekat Jakarta

Di dalam data yang didapatkan oleh Jimbo tersebut memiliki beberapa data pribadi yang cukup penting seperti NIK, No. KK, nomor KTP (berisi nomor passport untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.</content:encoded></item></channel></rss>
