<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biar Gak Gaptek, Ini 10 Istilah AI yang Perlu Kamu Ketahui</title><description>Tren penggunaan AI semakin berkembang dewasa ini. Berikut sejumlah istilah AI yang perlu kamu ketahui.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/30/54/2930321/biar-gak-gaptek-ini-10-istilah-ai-yang-perlu-kamu-ketahui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/30/54/2930321/biar-gak-gaptek-ini-10-istilah-ai-yang-perlu-kamu-ketahui"/><item><title>Biar Gak Gaptek, Ini 10 Istilah AI yang Perlu Kamu Ketahui</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/30/54/2930321/biar-gak-gaptek-ini-10-istilah-ai-yang-perlu-kamu-ketahui</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/30/54/2930321/biar-gak-gaptek-ini-10-istilah-ai-yang-perlu-kamu-ketahui</guid><pubDate>Kamis 30 November 2023 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/30/54/2930321/biar-gak-gaptek-ini-10-istilah-ai-yang-perlu-kamu-ketahui-OaUDw6xBOZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Istilah AI yang sering digunakan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/30/54/2930321/biar-gak-gaptek-ini-10-istilah-ai-yang-perlu-kamu-ketahui-OaUDw6xBOZ.jpeg</image><title>Istilah AI yang sering digunakan (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxOS81L3g4cTJoazI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) sudah dikembangkan sejak tahun 1950-an. Namun dewasa ini teknologi AI sudah semakin terasa di berbagai sektor kehidupan.&amp;nbsp;
Pemerintah sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggeber pedoman atau panduan etika penggunaan AI di Indonesia.
Namun demikian, sejumlah istilah AI mungkin belum begitu familiar di masyarakat. Dirangkum dari Microsoft Indonesia, Kamis (30/11/2023), berikut 10 istilah AI yang perlu Anda ketahui.
1. Kecerdasan buatan&amp;nbsp;(Artificial intelligence / AI)
AI adalah sistem komputer yang sangat cerdas, yang dapat meniru manusia dalam beberapa hal. Misalnya memahami apa yang disampaikan orang, membuat keputusan, menerjemahkan bahasa, menganalisis apakah sesuatu bernada negatif atau positif, dan bahkan belajar dari pengalaman.&amp;nbsp;
Sifatnya buatan karena kecerdasannya dibuat oleh manusia menggunakan teknologi. Ia bekerja dengan memasukkan koleksi data yang sangat besar melalui algoritma untuk membuat model yang dapat mengotomatisasi tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan dan waktu manusia.
Tak jarang, manusia juga berinteraksi dengan sistem AI. Tetapi dalam kebanyakan kasus, AI bekerja di balik layar. Contohnya ketika menyarankan pilihan kata saat kita mengetik, merekomendasikan lagu dalam&amp;nbsp;playlist&amp;nbsp;musik, serta memberikan informasi yang lebih relevan berdasarkan preferensi kita.

BACA JUGA:
Kominfo Dukung Penuh Penggunaan LLM di Indonesia

2. Pembelajaran mesin&amp;nbsp;(Machine learning / ML)
Machine learning&amp;nbsp;merupakan bidang ilmu komputer di bawah payung AI, di mana manusia mengajarkan sistem komputer cara melakukan sesuatu, dengan melatihnya untuk mengidentifikasi pola dan membuat prediksi berdasarkan pola tersebut. Data dijalankan melalui algoritma secara berulang, dengan memberikan masukan dan umpan balik yang berbeda di setiap kalinya, untuk membantu mesin belajar dan meningkatkan performa selama proses pelatihan, seperti berlatih tangga nada piano 10 juta kali agar dapat membaca not musik secara cepat di kemudian hari.
Proses ini sangat membantu memecahkan masalah yang akan sulit atau tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan teknik pemrograman tradisional, seperti untuk mengenali gambar dan menerjemahkan bahasa. Itulah mengapa&amp;nbsp;large language model&amp;nbsp;(LLM) yang menggunakan&amp;nbsp;machine learning, seperti Bing Chat dan ChatGPT tiba-tiba muncul.
3. Model bahasa besar&amp;nbsp;(Large language model / LLM)

Large language models, atau LLM, menggunakan teknik&amp;nbsp;machine learning&amp;nbsp;untuk membantu memproses bahasa, agar mereka dapat meniru cara manusia berkomunikasi. Pengembangannya didasarkan pada&amp;nbsp;neural networks, atau NN, yang merupakan sistem komputasi yang terinspirasi oleh otak manusia.&amp;nbsp;
Model dilatih menggunakan teks berjumlah besar untuk mempelajari pola dan hubungan dalam bahasa, guna membantu model menggunakan kata-kata manusia. Kemampuan pemecahan masalah mereka dapat digunakan untuk menerjemahkan bahasa, menjawab pertanyaan dalam bentuk&amp;nbsp;chatbot, merangkum teks, dan bahkan menulis cerita, puisi, serta&amp;nbsp;code&amp;nbsp;komputer.
Mesin tidak memiliki pikiran atau perasaan, tetapi kadang-kadang terdengar seakan memiliki opini sendiri, karena mereka telah mempelajari pola yang membantu mereka merespons layaknya manusia. LLM sering disesuaikan kembali (fine-tuned) oleh&amp;nbsp;developer&amp;nbsp;menggunakan proses yang disebut&amp;nbsp;reinforcement learning from human feedback (RLHF)&amp;nbsp;untuk membantu model menghasilkan&amp;nbsp;output&amp;nbsp;percakapan yang terdengar lebih natural.4. AI generatif&amp;nbsp;(Generative AI)
Generative&amp;nbsp;AI memanfaatkan kekuatan&amp;nbsp;large language models&amp;nbsp;untuk membuat hal baru, bukan hanya mengulang atau memberikan informasi yang sudah ada.&amp;nbsp;Generative&amp;nbsp;AI mempelajari pola dan struktur, dan kemudian menghasilkan sesuatu yang mirip namun baru.&amp;nbsp;
Generative&amp;nbsp;AI dapat membuat hal-hal seperti gambar, musik, teks, video, dan&amp;nbsp;code. Ia dapat digunakan untuk membuat karya seni, menulis cerita, mendesain produk, dan bahkan membantu dokter mengerjakan tugas administratif.
Namun, ia juga dapat digunakan oleh aktor jahat untuk membuat berita palsu, atau gambar yang terlihat seperti foto tetapi tidak nyata. Karena itu, perusahaan teknologi sedang mengembangkan cara untuk&amp;nbsp;mengidentifikasi konten&amp;nbsp;yang dihasilkan AI&amp;nbsp;dengan jelas.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Gandeng Singapura, LLM Bahasa Indonesia Siap Dipakai Secara Global

5. Halusinasi
Sistem&amp;nbsp;generative&amp;nbsp;AI dapat membuat cerita, puisi dan lagu, tetapi kadang-kadang manusia ingin hasil dari&amp;nbsp;generative&amp;nbsp;AI didasarkan pada kebenaran. Karena sistem AI tidak dapat membedakan antara yang nyata dan palsu,&amp;nbsp;generative&amp;nbsp;AI dapat memberikan tanggapan yang tidak akurat. Fenomena ini&amp;nbsp;disebut&amp;nbsp;developer&amp;nbsp;sebagai halusinasi, atau istilah yang lebih akurat, fabrikasi.
6. AI yang bertanggung jawab (Responsible&amp;nbsp;AI)&amp;nbsp;
Responsible&amp;nbsp;AI memandu manusia kala mencoba merancang sistem yang aman dan adil di setiap level, termasuk model&amp;nbsp;machine learning, perangkat lunak,&amp;nbsp;user interface, serta aturan dan batasan yang diberlakukan untuk mengakses aplikasi.
Praktik&amp;nbsp;Responsible&amp;nbsp;AI adalah elemen penting karena sistem AI sering ditugaskan untuk membantu membuat keputusan penting yang menyangkut manusia, seperti dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, karena AI dibuat oleh manusia dan dilatih menggunakan data dari dunia yang tidak sempurna, AI dapat mencerminkan bias tertentu.
Karena itu, salah satu kunci dari praktik&amp;nbsp;Responsible&amp;nbsp;AI adalah memahami data yang digunakan untuk melatih sistem tersebut dan mencari cara untuk mengatasi kelemahannya, agar hasilnya dapat mencerminkan masyarakat secara luas, bukan hanya kelompok-kelompok tertentu.

BACA JUGA:
Pencurian Data KPU Diduga Dilakukan Secara Berkelompok

7. Model multimodal&amp;nbsp;(multimodal models)&amp;nbsp;
Model multimodal dapat bekerja dengan berbagai jenis atau mode data secara bersamaan. Ia dapat melihat gambar, mendengarkan suara, dan membaca kata-kata. Dengan kata lain, model multimodal adalah&amp;nbsp;multitasker&amp;nbsp;sejati! Model ini dapat menggabungkan semua informasi untuk melakukan tugas seperti menjawab pertanyaan tentang gambar.8.&amp;nbsp;Prompts&amp;nbsp;
Prompt&amp;nbsp;adalah instruksi yang dimasukkan ke dalam sistem menggunakan bahasa, gambar, atau&amp;nbsp;code&amp;nbsp;untuk memberi tugas kepada AI. Prosesnya sama seperti membeli&amp;nbsp;sandwich&amp;nbsp;di restoran: Anda tidak hanya meminta&amp;nbsp;sandwich, tetapi perlu menjelaskan roti, jenis dan takaran bumbu, sayuran, keju, serta daging yang kita inginkan untuk mendapatkan menu makan siang yang Anda anggap lezat dan bergizi.

BACA JUGA:
Hyundai N Tidak Selalu Elektrifikasi, Bakal Disesuaikan Minat Konsumen

9. Copilots&amp;nbsp;
Copilot&amp;nbsp;seperti asisten pribadi yang bekerja bersama Anda di segala macam aplikasi digital, membantu mengerjakan tugas seperti menulis,&amp;nbsp;coding, merangkum, dan mencari informasi.&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;juga dapat membantu Anda membuat keputusan dan memahami banyak data.
Pengembangan LLM baru-baru ini memungkinkan hadirnya&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;yang memahami bahasa sehari-hari manusia dan memberikan jawaban, membuat konten, atau mengambil tindakan, sembari manusia bekerja dalam program komputer yang berbeda.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Copilot&amp;nbsp;dibangun dengan panduan-panduan&amp;nbsp;Responsible&amp;nbsp;AI untuk memastikan bahwa teknologinya aman, terlindungi, dan digunakan untuk hal yang baik. Sama seperti&amp;nbsp;copilot&amp;nbsp;di pesawat,&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;tidak memegang kendali &amp;ndash; Anda lah yang bertanggung jawab. Jadi,&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;merupakan alat yang dapat membantu Anda lebih produktif dan efisien.&amp;nbsp;
10.&amp;nbsp;Plugins
Plugin&amp;nbsp;mirip dengan ketika Anda menambahkan aplikasi ke&amp;nbsp;smartphone&amp;nbsp;Anda: mereka hadir untuk mengisi kebutuhan tertentu yang mungkin muncul, memungkinkan aplikasi AI melakukan lebih banyak hal tanpa harus memodifikasi model dasarnya.&amp;nbsp;Plugin-lah yang memungkinkan&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;berinteraksi dengan perangkat lunak dan layanan lain.&amp;nbsp;
Plugin&amp;nbsp;dapat membantu sistem AI mengakses informasi baru, melakukan perhitungan matematika yang rumit, atau terhubung dengan program lain.&amp;nbsp;Plugin&amp;nbsp;membuat sistem AI lebih canggih dengan menghubungkannya ke seluruh dunia digital.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxOS81L3g4cTJoazI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) sudah dikembangkan sejak tahun 1950-an. Namun dewasa ini teknologi AI sudah semakin terasa di berbagai sektor kehidupan.&amp;nbsp;
Pemerintah sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggeber pedoman atau panduan etika penggunaan AI di Indonesia.
Namun demikian, sejumlah istilah AI mungkin belum begitu familiar di masyarakat. Dirangkum dari Microsoft Indonesia, Kamis (30/11/2023), berikut 10 istilah AI yang perlu Anda ketahui.
1. Kecerdasan buatan&amp;nbsp;(Artificial intelligence / AI)
AI adalah sistem komputer yang sangat cerdas, yang dapat meniru manusia dalam beberapa hal. Misalnya memahami apa yang disampaikan orang, membuat keputusan, menerjemahkan bahasa, menganalisis apakah sesuatu bernada negatif atau positif, dan bahkan belajar dari pengalaman.&amp;nbsp;
Sifatnya buatan karena kecerdasannya dibuat oleh manusia menggunakan teknologi. Ia bekerja dengan memasukkan koleksi data yang sangat besar melalui algoritma untuk membuat model yang dapat mengotomatisasi tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan dan waktu manusia.
Tak jarang, manusia juga berinteraksi dengan sistem AI. Tetapi dalam kebanyakan kasus, AI bekerja di balik layar. Contohnya ketika menyarankan pilihan kata saat kita mengetik, merekomendasikan lagu dalam&amp;nbsp;playlist&amp;nbsp;musik, serta memberikan informasi yang lebih relevan berdasarkan preferensi kita.

BACA JUGA:
Kominfo Dukung Penuh Penggunaan LLM di Indonesia

2. Pembelajaran mesin&amp;nbsp;(Machine learning / ML)
Machine learning&amp;nbsp;merupakan bidang ilmu komputer di bawah payung AI, di mana manusia mengajarkan sistem komputer cara melakukan sesuatu, dengan melatihnya untuk mengidentifikasi pola dan membuat prediksi berdasarkan pola tersebut. Data dijalankan melalui algoritma secara berulang, dengan memberikan masukan dan umpan balik yang berbeda di setiap kalinya, untuk membantu mesin belajar dan meningkatkan performa selama proses pelatihan, seperti berlatih tangga nada piano 10 juta kali agar dapat membaca not musik secara cepat di kemudian hari.
Proses ini sangat membantu memecahkan masalah yang akan sulit atau tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan teknik pemrograman tradisional, seperti untuk mengenali gambar dan menerjemahkan bahasa. Itulah mengapa&amp;nbsp;large language model&amp;nbsp;(LLM) yang menggunakan&amp;nbsp;machine learning, seperti Bing Chat dan ChatGPT tiba-tiba muncul.
3. Model bahasa besar&amp;nbsp;(Large language model / LLM)

Large language models, atau LLM, menggunakan teknik&amp;nbsp;machine learning&amp;nbsp;untuk membantu memproses bahasa, agar mereka dapat meniru cara manusia berkomunikasi. Pengembangannya didasarkan pada&amp;nbsp;neural networks, atau NN, yang merupakan sistem komputasi yang terinspirasi oleh otak manusia.&amp;nbsp;
Model dilatih menggunakan teks berjumlah besar untuk mempelajari pola dan hubungan dalam bahasa, guna membantu model menggunakan kata-kata manusia. Kemampuan pemecahan masalah mereka dapat digunakan untuk menerjemahkan bahasa, menjawab pertanyaan dalam bentuk&amp;nbsp;chatbot, merangkum teks, dan bahkan menulis cerita, puisi, serta&amp;nbsp;code&amp;nbsp;komputer.
Mesin tidak memiliki pikiran atau perasaan, tetapi kadang-kadang terdengar seakan memiliki opini sendiri, karena mereka telah mempelajari pola yang membantu mereka merespons layaknya manusia. LLM sering disesuaikan kembali (fine-tuned) oleh&amp;nbsp;developer&amp;nbsp;menggunakan proses yang disebut&amp;nbsp;reinforcement learning from human feedback (RLHF)&amp;nbsp;untuk membantu model menghasilkan&amp;nbsp;output&amp;nbsp;percakapan yang terdengar lebih natural.4. AI generatif&amp;nbsp;(Generative AI)
Generative&amp;nbsp;AI memanfaatkan kekuatan&amp;nbsp;large language models&amp;nbsp;untuk membuat hal baru, bukan hanya mengulang atau memberikan informasi yang sudah ada.&amp;nbsp;Generative&amp;nbsp;AI mempelajari pola dan struktur, dan kemudian menghasilkan sesuatu yang mirip namun baru.&amp;nbsp;
Generative&amp;nbsp;AI dapat membuat hal-hal seperti gambar, musik, teks, video, dan&amp;nbsp;code. Ia dapat digunakan untuk membuat karya seni, menulis cerita, mendesain produk, dan bahkan membantu dokter mengerjakan tugas administratif.
Namun, ia juga dapat digunakan oleh aktor jahat untuk membuat berita palsu, atau gambar yang terlihat seperti foto tetapi tidak nyata. Karena itu, perusahaan teknologi sedang mengembangkan cara untuk&amp;nbsp;mengidentifikasi konten&amp;nbsp;yang dihasilkan AI&amp;nbsp;dengan jelas.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Gandeng Singapura, LLM Bahasa Indonesia Siap Dipakai Secara Global

5. Halusinasi
Sistem&amp;nbsp;generative&amp;nbsp;AI dapat membuat cerita, puisi dan lagu, tetapi kadang-kadang manusia ingin hasil dari&amp;nbsp;generative&amp;nbsp;AI didasarkan pada kebenaran. Karena sistem AI tidak dapat membedakan antara yang nyata dan palsu,&amp;nbsp;generative&amp;nbsp;AI dapat memberikan tanggapan yang tidak akurat. Fenomena ini&amp;nbsp;disebut&amp;nbsp;developer&amp;nbsp;sebagai halusinasi, atau istilah yang lebih akurat, fabrikasi.
6. AI yang bertanggung jawab (Responsible&amp;nbsp;AI)&amp;nbsp;
Responsible&amp;nbsp;AI memandu manusia kala mencoba merancang sistem yang aman dan adil di setiap level, termasuk model&amp;nbsp;machine learning, perangkat lunak,&amp;nbsp;user interface, serta aturan dan batasan yang diberlakukan untuk mengakses aplikasi.
Praktik&amp;nbsp;Responsible&amp;nbsp;AI adalah elemen penting karena sistem AI sering ditugaskan untuk membantu membuat keputusan penting yang menyangkut manusia, seperti dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, karena AI dibuat oleh manusia dan dilatih menggunakan data dari dunia yang tidak sempurna, AI dapat mencerminkan bias tertentu.
Karena itu, salah satu kunci dari praktik&amp;nbsp;Responsible&amp;nbsp;AI adalah memahami data yang digunakan untuk melatih sistem tersebut dan mencari cara untuk mengatasi kelemahannya, agar hasilnya dapat mencerminkan masyarakat secara luas, bukan hanya kelompok-kelompok tertentu.

BACA JUGA:
Pencurian Data KPU Diduga Dilakukan Secara Berkelompok

7. Model multimodal&amp;nbsp;(multimodal models)&amp;nbsp;
Model multimodal dapat bekerja dengan berbagai jenis atau mode data secara bersamaan. Ia dapat melihat gambar, mendengarkan suara, dan membaca kata-kata. Dengan kata lain, model multimodal adalah&amp;nbsp;multitasker&amp;nbsp;sejati! Model ini dapat menggabungkan semua informasi untuk melakukan tugas seperti menjawab pertanyaan tentang gambar.8.&amp;nbsp;Prompts&amp;nbsp;
Prompt&amp;nbsp;adalah instruksi yang dimasukkan ke dalam sistem menggunakan bahasa, gambar, atau&amp;nbsp;code&amp;nbsp;untuk memberi tugas kepada AI. Prosesnya sama seperti membeli&amp;nbsp;sandwich&amp;nbsp;di restoran: Anda tidak hanya meminta&amp;nbsp;sandwich, tetapi perlu menjelaskan roti, jenis dan takaran bumbu, sayuran, keju, serta daging yang kita inginkan untuk mendapatkan menu makan siang yang Anda anggap lezat dan bergizi.

BACA JUGA:
Hyundai N Tidak Selalu Elektrifikasi, Bakal Disesuaikan Minat Konsumen

9. Copilots&amp;nbsp;
Copilot&amp;nbsp;seperti asisten pribadi yang bekerja bersama Anda di segala macam aplikasi digital, membantu mengerjakan tugas seperti menulis,&amp;nbsp;coding, merangkum, dan mencari informasi.&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;juga dapat membantu Anda membuat keputusan dan memahami banyak data.
Pengembangan LLM baru-baru ini memungkinkan hadirnya&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;yang memahami bahasa sehari-hari manusia dan memberikan jawaban, membuat konten, atau mengambil tindakan, sembari manusia bekerja dalam program komputer yang berbeda.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Copilot&amp;nbsp;dibangun dengan panduan-panduan&amp;nbsp;Responsible&amp;nbsp;AI untuk memastikan bahwa teknologinya aman, terlindungi, dan digunakan untuk hal yang baik. Sama seperti&amp;nbsp;copilot&amp;nbsp;di pesawat,&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;tidak memegang kendali &amp;ndash; Anda lah yang bertanggung jawab. Jadi,&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;merupakan alat yang dapat membantu Anda lebih produktif dan efisien.&amp;nbsp;
10.&amp;nbsp;Plugins
Plugin&amp;nbsp;mirip dengan ketika Anda menambahkan aplikasi ke&amp;nbsp;smartphone&amp;nbsp;Anda: mereka hadir untuk mengisi kebutuhan tertentu yang mungkin muncul, memungkinkan aplikasi AI melakukan lebih banyak hal tanpa harus memodifikasi model dasarnya.&amp;nbsp;Plugin-lah yang memungkinkan&amp;nbsp;Copilot&amp;nbsp;berinteraksi dengan perangkat lunak dan layanan lain.&amp;nbsp;
Plugin&amp;nbsp;dapat membantu sistem AI mengakses informasi baru, melakukan perhitungan matematika yang rumit, atau terhubung dengan program lain.&amp;nbsp;Plugin&amp;nbsp;membuat sistem AI lebih canggih dengan menghubungkannya ke seluruh dunia digital.</content:encoded></item></channel></rss>
