<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Hybrid Toyota dan Mitsubishi Belum Mau Mengaspal di Indonesia, Kenapa?</title><description>Mobil Low MPV merupakan kendaraan favorit bagi masyarakat Indonesia. Avanza dan Xpander pun jadi idaman dan berhasil menjadi primadona&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/29/52/2929133/mobil-hybrid-toyota-dan-mitsubishi-belum-mau-mengaspal-di-indonesia-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/29/52/2929133/mobil-hybrid-toyota-dan-mitsubishi-belum-mau-mengaspal-di-indonesia-kenapa"/><item><title>Mobil Hybrid Toyota dan Mitsubishi Belum Mau Mengaspal di Indonesia, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/29/52/2929133/mobil-hybrid-toyota-dan-mitsubishi-belum-mau-mengaspal-di-indonesia-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/29/52/2929133/mobil-hybrid-toyota-dan-mitsubishi-belum-mau-mengaspal-di-indonesia-kenapa</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/52/2929133/mobil-hybrid-toyota-dan-mitsubishi-belum-mau-mengaspal-di-indonesia-kenapa-LABvkJ2yHR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil hybrid. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/52/2929133/mobil-hybrid-toyota-dan-mitsubishi-belum-mau-mengaspal-di-indonesia-kenapa-LABvkJ2yHR.jpg</image><title>Ilustrasi mobil hybrid. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDM3Ny81L3g4cTF0aWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mobil Low MPV merupakan kendaraan favorit bagi masyarakat Indonesia. Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander pun jadi idaman dan berhasil menjadi primadona di jalan.
Dan menariknya kedua mobil tersebut sudah berdandan untuk memenuhi selera dan tuntutan pasar, bahkan Mitsubishi hadirkan Xpander Hybrid dan akan hanya dijual di Thailand, lantas bagaimana dengan Indonesia?

BACA JUGA:
Inilah Harga Mobil Bekas Nissan X-Trail

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita mengatakan, pihaknya saat ini masih mempelajari pasar dan kebijakan pemerintah terhadap mobil hybrid.
Secara teknis perusahaan siap memproduksi Xpander Hybrid, bahkan XForce model Hybrid.
&quot;Seperti yang dilihat dari pengumuman Mitsubishi sebelumnya di Thailand akan ada Xpander Hybrid karena di sana ada kebijakan pajak yang menguntungkan. Harga hybrid di Thailand lebih murah dibandingkan dengan mobil konvensional,&quot; ujarnya.
&quot;Di Indonesia, sejujurnya kami melihat dulu kondisi pasar. Kompetitor kami memang sudah mengenalkan hybrid di segmen XForce, dan kami berupaya mempelajarinya,&quot; kata Atsushi.

BACA JUGA:
Chery Siap Investasi dan Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Kondisi yang sama juga dirasakan oleh Toyota. Mereka juga melihat ketiadaan insentif buat mobil hybrid jadi faktor yang perlu dipikirkan.
Vice President Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan saat ini Toyota sedang menunggu kabar dari pemerintah terkait subsidi untuk mobil hybrid.
Seperti diketahui, sejauh ini insentif yang diberikan masih terbatas untuk mobil listrik full baterai atau BEV (Battery Electric Vehicle).
&quot;Masih menunggu ada tambahan insentif dari pemerintah, supaya (harganya) bisa lebih terjangkau. Kan nanti bisa nurunin penggunaan bahan bakar yang signifikan, itu bisa sampai 50 persen. Idealnya kan dapat insentif. Itu bukan buat kita (pabrikan) tapi buat konsumen,&quot; kata Bob belum lama ini.Menurutnya saat ini ada dua pandangan terkait subsidi mobil listrik, pertama zero emission, kedua low emission. Saat ini, subsidi pemerintah diberikan ke mobil listrik full baterai buatan lokal yang memiliki nol emisi.

BACA JUGA:
Captain Vincent Modifikasi Mercy Boxer E200 Tahun 1987 Jadi Full Mobil Listrik!

&quot;Untuk low emission, semua effort (usaha) untuk mengurangi emisi itu harus dikasih insentif. Karena 2030 ini kan kita harus mengurangi kan, terus sampai 2040, 2050. Jadi kalau pakai net zero emission, susah (mencapai target itu). Jadi dalam hal ini kita berharap pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan insentif untuk semua teknologi elektrifikasi (termasuk hybrid) supaya kita bisa menjadi leader di Asia Tenggara,&quot; tandas Bob.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDM3Ny81L3g4cTF0aWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mobil Low MPV merupakan kendaraan favorit bagi masyarakat Indonesia. Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander pun jadi idaman dan berhasil menjadi primadona di jalan.
Dan menariknya kedua mobil tersebut sudah berdandan untuk memenuhi selera dan tuntutan pasar, bahkan Mitsubishi hadirkan Xpander Hybrid dan akan hanya dijual di Thailand, lantas bagaimana dengan Indonesia?

BACA JUGA:
Inilah Harga Mobil Bekas Nissan X-Trail

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita mengatakan, pihaknya saat ini masih mempelajari pasar dan kebijakan pemerintah terhadap mobil hybrid.
Secara teknis perusahaan siap memproduksi Xpander Hybrid, bahkan XForce model Hybrid.
&quot;Seperti yang dilihat dari pengumuman Mitsubishi sebelumnya di Thailand akan ada Xpander Hybrid karena di sana ada kebijakan pajak yang menguntungkan. Harga hybrid di Thailand lebih murah dibandingkan dengan mobil konvensional,&quot; ujarnya.
&quot;Di Indonesia, sejujurnya kami melihat dulu kondisi pasar. Kompetitor kami memang sudah mengenalkan hybrid di segmen XForce, dan kami berupaya mempelajarinya,&quot; kata Atsushi.

BACA JUGA:
Chery Siap Investasi dan Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Kondisi yang sama juga dirasakan oleh Toyota. Mereka juga melihat ketiadaan insentif buat mobil hybrid jadi faktor yang perlu dipikirkan.
Vice President Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan saat ini Toyota sedang menunggu kabar dari pemerintah terkait subsidi untuk mobil hybrid.
Seperti diketahui, sejauh ini insentif yang diberikan masih terbatas untuk mobil listrik full baterai atau BEV (Battery Electric Vehicle).
&quot;Masih menunggu ada tambahan insentif dari pemerintah, supaya (harganya) bisa lebih terjangkau. Kan nanti bisa nurunin penggunaan bahan bakar yang signifikan, itu bisa sampai 50 persen. Idealnya kan dapat insentif. Itu bukan buat kita (pabrikan) tapi buat konsumen,&quot; kata Bob belum lama ini.Menurutnya saat ini ada dua pandangan terkait subsidi mobil listrik, pertama zero emission, kedua low emission. Saat ini, subsidi pemerintah diberikan ke mobil listrik full baterai buatan lokal yang memiliki nol emisi.

BACA JUGA:
Captain Vincent Modifikasi Mercy Boxer E200 Tahun 1987 Jadi Full Mobil Listrik!

&quot;Untuk low emission, semua effort (usaha) untuk mengurangi emisi itu harus dikasih insentif. Karena 2030 ini kan kita harus mengurangi kan, terus sampai 2040, 2050. Jadi kalau pakai net zero emission, susah (mencapai target itu). Jadi dalam hal ini kita berharap pemerintah mempertimbangkan untuk memberikan insentif untuk semua teknologi elektrifikasi (termasuk hybrid) supaya kita bisa menjadi leader di Asia Tenggara,&quot; tandas Bob.</content:encoded></item></channel></rss>
