<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Sebab Subaru Ogah Buru-buru Bawa Mobil Listrik ke Indonesia</title><description>Chief Executive Officer Subaru Indonesia, Arie Christopher menjawab kenapa Subaru belum memboyong mobil listrik ke Indonesia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/26/52/2927514/ini-sebab-subaru-ogah-buru-buru-bawa-mobil-listrik-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/26/52/2927514/ini-sebab-subaru-ogah-buru-buru-bawa-mobil-listrik-ke-indonesia"/><item><title>Ini Sebab Subaru Ogah Buru-buru Bawa Mobil Listrik ke Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/26/52/2927514/ini-sebab-subaru-ogah-buru-buru-bawa-mobil-listrik-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/26/52/2927514/ini-sebab-subaru-ogah-buru-buru-bawa-mobil-listrik-ke-indonesia</guid><pubDate>Minggu 26 November 2023 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/26/52/2927514/ini-sebab-subaru-ogah-buru-buru-bawa-mobil-listrik-ke-indonesia-feRH0MnvPu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Subaru (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/26/52/2927514/ini-sebab-subaru-ogah-buru-buru-bawa-mobil-listrik-ke-indonesia-feRH0MnvPu.jpeg</image><title>Subaru (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia menjadi salah satu pasar mobil listrik untuk sejumlah pabrikan. Menariknya hal tersebut justru tidak dilakukan oleh Subaru yang mengaku masih enggan memboyong mobil listrik mereka ke Tanah Air.
Pemerintah sebelumnya telah memberikan relaksasi untuk mobil listrik berupa insentif potongan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen. Namun, itu hanya berlaku bagi mobil listrik yang dirakit lokal dan memiliki nilai TKDN minimal 40 persen.

BACA JUGA:
Ini Alasan STNK Subaru WRX Tidak Kunjung Dikirim

Menjawab peluang tersebut, Chief Executive Officer Subaru Indonesia, Arie Christopher mengatakan bahwa ada beberapa asalan yang membuat pihaknya belum mengenalkan mobil listrik untuk pasar Indonesia.
&amp;ldquo;Bagi kami, ketika meluncurkan line up tidak hanya listrik tetapi juga Internal Combustion Engine (ICE), kami harus benar-benar yakin bahwa produk tersebut sesuai dengan&amp;nbsp;brand positioning&amp;nbsp;Subaru di Indonesia,&amp;rdquo; kata Arie di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, Subaru belum memiliki pabrik di Indonesia dan mobil yang mereka pasarkan bersatatus CBU alias diimpor utuh dari luar negeri. Apabila mendatangkan mobil listrik, Subaru tidak bisa masuk dalam program insentif.

BACA JUGA:
Subaru Resmi Luncurkan The All-New Subaru Outback, Begini Kemampuannya

Arie mengungkapkan Subaru masih mempelajari pasar mobil listrik di Indonesia, mengingat segmen ini baru berkembang di Tanah Air. Menurutnya, menghadirkan produk yang tepat agar bisa diterima konsumen luas menjadi fokus utama mereka.
&amp;ldquo;Buat kami, framing adalah hal yang paling penting sebelum memasukkan tipe tertentu ke Indonesia. Kami tidak mau memasukkan mobil tapi tidak sesuai, terus di setop. Jadi saat kita masukkan satu tipe mobil, itu akan terus berada di market Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Sebagai informasi, Subaru sedang berusaha untuk kembali ke masa kejayaannya di Indonesia. Saat ini, produsen asal Jepang itu memiliki lima model yang ditawarkan, yakni Forester, Crosstrek, BRZ, WRX, dan Outback.

BACA JUGA:
Penjualan Subaru Naik 34 Persen di GIIAS 2023, Crosstrek Paling Diminati

Kendati begitu, Subaru belum berpikir untuk membangun pabrik di Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar lokal. Arie mengungkapkan bahwa pihaknya akan melihat kembali pasar di Tanah Air sebelum membangun pabrik.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Belum ada rencana, karena memang untuk membuat pabrik itu kami harus melihat sesuai dengan pertambahan volume dan market share, baru nanti kita ke arah situ. Kami melihat tiga sampai lima tahun ke depan,&amp;rdquo; ujar Arie.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia menjadi salah satu pasar mobil listrik untuk sejumlah pabrikan. Menariknya hal tersebut justru tidak dilakukan oleh Subaru yang mengaku masih enggan memboyong mobil listrik mereka ke Tanah Air.
Pemerintah sebelumnya telah memberikan relaksasi untuk mobil listrik berupa insentif potongan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen. Namun, itu hanya berlaku bagi mobil listrik yang dirakit lokal dan memiliki nilai TKDN minimal 40 persen.

BACA JUGA:
Ini Alasan STNK Subaru WRX Tidak Kunjung Dikirim

Menjawab peluang tersebut, Chief Executive Officer Subaru Indonesia, Arie Christopher mengatakan bahwa ada beberapa asalan yang membuat pihaknya belum mengenalkan mobil listrik untuk pasar Indonesia.
&amp;ldquo;Bagi kami, ketika meluncurkan line up tidak hanya listrik tetapi juga Internal Combustion Engine (ICE), kami harus benar-benar yakin bahwa produk tersebut sesuai dengan&amp;nbsp;brand positioning&amp;nbsp;Subaru di Indonesia,&amp;rdquo; kata Arie di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, Subaru belum memiliki pabrik di Indonesia dan mobil yang mereka pasarkan bersatatus CBU alias diimpor utuh dari luar negeri. Apabila mendatangkan mobil listrik, Subaru tidak bisa masuk dalam program insentif.

BACA JUGA:
Subaru Resmi Luncurkan The All-New Subaru Outback, Begini Kemampuannya

Arie mengungkapkan Subaru masih mempelajari pasar mobil listrik di Indonesia, mengingat segmen ini baru berkembang di Tanah Air. Menurutnya, menghadirkan produk yang tepat agar bisa diterima konsumen luas menjadi fokus utama mereka.
&amp;ldquo;Buat kami, framing adalah hal yang paling penting sebelum memasukkan tipe tertentu ke Indonesia. Kami tidak mau memasukkan mobil tapi tidak sesuai, terus di setop. Jadi saat kita masukkan satu tipe mobil, itu akan terus berada di market Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.Sebagai informasi, Subaru sedang berusaha untuk kembali ke masa kejayaannya di Indonesia. Saat ini, produsen asal Jepang itu memiliki lima model yang ditawarkan, yakni Forester, Crosstrek, BRZ, WRX, dan Outback.

BACA JUGA:
Penjualan Subaru Naik 34 Persen di GIIAS 2023, Crosstrek Paling Diminati

Kendati begitu, Subaru belum berpikir untuk membangun pabrik di Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar lokal. Arie mengungkapkan bahwa pihaknya akan melihat kembali pasar di Tanah Air sebelum membangun pabrik.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Belum ada rencana, karena memang untuk membuat pabrik itu kami harus melihat sesuai dengan pertambahan volume dan market share, baru nanti kita ke arah situ. Kami melihat tiga sampai lima tahun ke depan,&amp;rdquo; ujar Arie.</content:encoded></item></channel></rss>
