<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subaru Menahan Diri Masuk Segmen Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia, Kenapa?</title><description>Tidak seperti pabrikan mobil lainnya, Subaru Indonesia rupanya masih menahan diri untuk masuk ke segmen kendaraan elektrifikasi</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/23/52/2925948/subaru-menahan-diri-masuk-segmen-kendaraan-elektrifikasi-di-indonesia-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/23/52/2925948/subaru-menahan-diri-masuk-segmen-kendaraan-elektrifikasi-di-indonesia-kenapa"/><item><title>Subaru Menahan Diri Masuk Segmen Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/23/52/2925948/subaru-menahan-diri-masuk-segmen-kendaraan-elektrifikasi-di-indonesia-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/23/52/2925948/subaru-menahan-diri-masuk-segmen-kendaraan-elektrifikasi-di-indonesia-kenapa</guid><pubDate>Kamis 23 November 2023 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/23/52/2925948/subaru-menahan-diri-masuk-segmen-kendaraan-elektrifikasi-di-indonesia-kenapa-IOgYmqMf40.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Subaru Solterra. (Doc. Subaru)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/23/52/2925948/subaru-menahan-diri-masuk-segmen-kendaraan-elektrifikasi-di-indonesia-kenapa-IOgYmqMf40.jpg</image><title>Ilustrasi Subaru Solterra. (Doc. Subaru)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy83LzE3NDEyMC81L3g4cHZyM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tidak seperti pabrikan mobil lainnya, Subaru Indonesia justru masih menahan diri, untuk masuk ke segmen kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Menurut Chief Operationg Officer (COO) Subaru Indonesia, Arie Christopher, ada tiga hal yang membuat mereka belum mengenalkan mobil listrik ke Tanah Air.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

AC Mobil Bikin Boros Konsumsi BBM? Ini Penjelasannya

Menurutnya pertama yang harus diperhatikan adalah mobil listrik tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.
Penerimaan masyarakat itu yang nantinya akan membangun keyakinan mereka untuk ikut berjualan mobil listrik.
&quot;Tentu akan sangat menyulitkan jika nantinya mobil listrik itu malah tidak diterima sama sekali oleh masyarakat,&quot; kata Arie, Kamis (23/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Mobil Keluarga untuk Menikmati Libur Natal dan Tahun Baru 2023

Faktor kedua yang perlu dipikirkan adalah masalah positioning brand Subaru di Indonesia.
Menurutnya mobil listrik yang ingin dibawa ke Tanah Air, tentu harus sesuai dengan brand positioning Subaru di Indonesia.
Hal itu perlu dilakukan karena setiap mobil yang dihadirkan di Indonesia memiliki strategi yang sama. Tentu akan sangat aneh tiba-tiba nantinya mobil listrik yang dibawa Subaru justru keluar dari pakem yang ada.
Terakhir, Subaru ingin agar setiap mobil yang di pasarkan memiliki life cycle yang berkelanjutan. Begitu juga dengan mobil listrik.Jadi Subaru tidak ingin jika mobil listrik garapannya dipaksa masuk ke Indonesia namun tiba-tiba terpaksa dihentikan penjualannya karena tidak diterima dengan baik oleh masyarakat.
&quot;Kita enggak mau setelah dimasukan tiba-tiba penjualannya dihentikan. Begitu masuk ke Indonesia harus ada life cycle,&quot; kata Arie.

BACA JUGA:
Hyundai Tidak Tertarik Garap Mobil Listrik Mungil, Kenapa?

Diketahui di pasar global, Subaru sendiri telah memiliki mobil listrik Subaru Solterra.
Mobil listrik yang berbagi platform dengan Toyota bz4X itu dijual di harga USD44.995 atau sekitar Rp697,4 juta.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy83LzE3NDEyMC81L3g4cHZyM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tidak seperti pabrikan mobil lainnya, Subaru Indonesia justru masih menahan diri, untuk masuk ke segmen kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Menurut Chief Operationg Officer (COO) Subaru Indonesia, Arie Christopher, ada tiga hal yang membuat mereka belum mengenalkan mobil listrik ke Tanah Air.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

AC Mobil Bikin Boros Konsumsi BBM? Ini Penjelasannya

Menurutnya pertama yang harus diperhatikan adalah mobil listrik tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.
Penerimaan masyarakat itu yang nantinya akan membangun keyakinan mereka untuk ikut berjualan mobil listrik.
&quot;Tentu akan sangat menyulitkan jika nantinya mobil listrik itu malah tidak diterima sama sekali oleh masyarakat,&quot; kata Arie, Kamis (23/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Mobil Keluarga untuk Menikmati Libur Natal dan Tahun Baru 2023

Faktor kedua yang perlu dipikirkan adalah masalah positioning brand Subaru di Indonesia.
Menurutnya mobil listrik yang ingin dibawa ke Tanah Air, tentu harus sesuai dengan brand positioning Subaru di Indonesia.
Hal itu perlu dilakukan karena setiap mobil yang dihadirkan di Indonesia memiliki strategi yang sama. Tentu akan sangat aneh tiba-tiba nantinya mobil listrik yang dibawa Subaru justru keluar dari pakem yang ada.
Terakhir, Subaru ingin agar setiap mobil yang di pasarkan memiliki life cycle yang berkelanjutan. Begitu juga dengan mobil listrik.Jadi Subaru tidak ingin jika mobil listrik garapannya dipaksa masuk ke Indonesia namun tiba-tiba terpaksa dihentikan penjualannya karena tidak diterima dengan baik oleh masyarakat.
&quot;Kita enggak mau setelah dimasukan tiba-tiba penjualannya dihentikan. Begitu masuk ke Indonesia harus ada life cycle,&quot; kata Arie.

BACA JUGA:
Hyundai Tidak Tertarik Garap Mobil Listrik Mungil, Kenapa?

Diketahui di pasar global, Subaru sendiri telah memiliki mobil listrik Subaru Solterra.
Mobil listrik yang berbagi platform dengan Toyota bz4X itu dijual di harga USD44.995 atau sekitar Rp697,4 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
