<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gegara Suplai Baterai, Konversi Motor Konvensional ke Listrik Terhambat</title><description>Suplai baterai motor listrik kini jadi penyebab lambatnya program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/22/53/2925094/gegara-suplai-baterai-konversi-motor-konvensional-ke-listrik-terhambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/22/53/2925094/gegara-suplai-baterai-konversi-motor-konvensional-ke-listrik-terhambat"/><item><title>Gegara Suplai Baterai, Konversi Motor Konvensional ke Listrik Terhambat</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/22/53/2925094/gegara-suplai-baterai-konversi-motor-konvensional-ke-listrik-terhambat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/22/53/2925094/gegara-suplai-baterai-konversi-motor-konvensional-ke-listrik-terhambat</guid><pubDate>Rabu 22 November 2023 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/22/53/2925094/gegara-suplai-baterai-konversi-motor-konvensional-ke-listrik-terhambat-TFeYPWXhAB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi motor. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/22/53/2925094/gegara-suplai-baterai-konversi-motor-konvensional-ke-listrik-terhambat-TFeYPWXhAB.jpg</image><title>Ilustrasi motor. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA1NS81L3g4cHVkNTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Suplai baterai motor listrik kini jadi penyebab lambatnya program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tarif, mengakui bahwa terbatasnya suplai baterai dalam negeri menjadi penyebab lambatnya program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Sepi Peminat, Kementerian ESDM Ingin Terapkan Pola Bisnis MLM

&quot;Kuncinya adalah ketersediaan baterai listriknya yang memang terbatas sekali, harus ada kepastian mengenai keberadaan stok baterai listriknya karena kita belum bisa bikin sendiri,&quot; jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (21/11/2023).
Arifin menambahkan, hambatan lainya yaitu terkait kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Oleh karena itu dirinya meminta pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin), memberikan relaksasi TKDN komponen konversi motor listrik.
&quot;Barangkali nanti karena kita sama-sama di komisi VII ada ESDM, ada Perindustrian mungkin ini bisa diharmonisasi bahwa TKDN untuk ini sebaiknya bisa dikonsider ya,&quot; harapnya.

BACA JUGA:
Pilihan Motor Listrik Harga Rp7 Jutaan Bertambah, Intip Spesifikasinya

Kendati demikian, Arifin juga mengaku ingin tetap mengutamakan produksi dalam negeri sehingga menurutnya perlu dibentuk peta jalan (roadmap) produksi komponen motor listrik di dalam negeri.
&quot;Tapi memang juga harus ada roadmap kapan bisa diproduksi di dalam negeri hingga kita bisa menggunakannya semaksimal mungkin. Prioritas pokoknya untuk apa yang tersedia di dalam negeri. Tapi memang baterainya yang gak ada, konverternya ada, motornya juga bisa,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA1NS81L3g4cHVkNTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Suplai baterai motor listrik kini jadi penyebab lambatnya program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tarif, mengakui bahwa terbatasnya suplai baterai dalam negeri menjadi penyebab lambatnya program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.

BACA JUGA:
Konversi Motor Listrik Sepi Peminat, Kementerian ESDM Ingin Terapkan Pola Bisnis MLM

&quot;Kuncinya adalah ketersediaan baterai listriknya yang memang terbatas sekali, harus ada kepastian mengenai keberadaan stok baterai listriknya karena kita belum bisa bikin sendiri,&quot; jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (21/11/2023).
Arifin menambahkan, hambatan lainya yaitu terkait kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Oleh karena itu dirinya meminta pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin), memberikan relaksasi TKDN komponen konversi motor listrik.
&quot;Barangkali nanti karena kita sama-sama di komisi VII ada ESDM, ada Perindustrian mungkin ini bisa diharmonisasi bahwa TKDN untuk ini sebaiknya bisa dikonsider ya,&quot; harapnya.

BACA JUGA:
Pilihan Motor Listrik Harga Rp7 Jutaan Bertambah, Intip Spesifikasinya

Kendati demikian, Arifin juga mengaku ingin tetap mengutamakan produksi dalam negeri sehingga menurutnya perlu dibentuk peta jalan (roadmap) produksi komponen motor listrik di dalam negeri.
&quot;Tapi memang juga harus ada roadmap kapan bisa diproduksi di dalam negeri hingga kita bisa menggunakannya semaksimal mungkin. Prioritas pokoknya untuk apa yang tersedia di dalam negeri. Tapi memang baterainya yang gak ada, konverternya ada, motornya juga bisa,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
