<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Suhu Rata-rata Bumi Lewati Ambang Batas 2 Derajat Celcius untuk Pertama Kalinya</title><description>Suhu rata-rata global tercatat untuk pertama kalinya telah melebihi ambang batas 2&amp;#8304; celcius lebih panas di masa pra-industri,</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/56/2924589/duh-suhu-rata-rata-bumi-lewati-ambang-batas-2-derajat-celcius-untuk-pertama-kalinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/56/2924589/duh-suhu-rata-rata-bumi-lewati-ambang-batas-2-derajat-celcius-untuk-pertama-kalinya"/><item><title>Duh! Suhu Rata-rata Bumi Lewati Ambang Batas 2 Derajat Celcius untuk Pertama Kalinya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/56/2924589/duh-suhu-rata-rata-bumi-lewati-ambang-batas-2-derajat-celcius-untuk-pertama-kalinya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/56/2924589/duh-suhu-rata-rata-bumi-lewati-ambang-batas-2-derajat-celcius-untuk-pertama-kalinya</guid><pubDate>Selasa 21 November 2023 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/21/56/2924589/duh-suhu-rata-rata-bumi-lewati-ambang-batas-2-derajat-celcius-untuk-pertama-kalinya-RzHH4ZRna9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suhu rata-rata panas Bumi lewati dua derajat celcius (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/21/56/2924589/duh-suhu-rata-rata-bumi-lewati-ambang-batas-2-derajat-celcius-untuk-pertama-kalinya-RzHH4ZRna9.jpg</image><title>Suhu rata-rata panas Bumi lewati dua derajat celcius (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Suhu rata-rata global tercatat untuk pertama kalinya telah melebihi ambang batas 2&amp;#8304; celcius lebih panas dari suhu pada masa pra-industri, menurut laporan pemantau iklim Eropa, Copernicus Climate Change Service (C3S).
Lebih tepatnya, capaian suhu tersebut terjadi pada Jumat, 17 November lalu dengan 2,07&amp;#8304;C di atas rata-rata suhu pra-industri, sebagaimana dilansir dari situs Science Alert, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Dunia Lampaui Batas Angka Pemanasan 1,5 Celcius, Para Ilmuwan Khawatir

&amp;ldquo;Ini adalah hari pertama ketika suhu global lebih dari 2 &amp;deg;C di atas suhu tahun 1850-1900,&amp;rdquo; kata Wakil Kepala C3S, Samantha Burgess, dalam postingannya di X.
Tidak sampai di situ, data yang diperbarui pada hari Selasa (21/11/2023) menunjukkan bahwa rekor suhu panas tersebut telah berlanjut hingga Sabtu lalu, dengan suhu sekitar 2,06&amp;#8304;C di atas rata-rata pra-industri.
Sebelumnya, ambang batas suhu harian 2&amp;#8304;C telah disepakati dalam Perjanjian Paris tahun 2015. Berdasarkan perjanjian tersebut, ditetapkan tujuan untuk mempertahankan kenaikan suhu rata-rata global &amp;ldquo;jauh di bawah&amp;rdquo; 2&amp;#8304;C dari tingkat suhu di masa pra-industri dengan target ambang batas suhu yang lebih aman berada di angka 1,5&amp;#8304;C.Meskipun hal ini tidak berarti bahwa ambang batas Perjanjian Paris telah dilanggar, para ilmuwan mengatakan bahwa suhu yang terjadi tahun ini mungkin merupakan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia, dan berpotensi menjadi suhu terpanas selama lebih dari 100.000 tahun.

BACA JUGA:
Ilmuwan Temukan Es Superionik yang Hanya Bisa Cair di Suhu Panas Ekstrim&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hal ini menjadikan para ahli iklim terus mendesak dunia untuk menerapkan batas bawah demi menghindari dampak iklim yang lebih besar, seperti gelombang panas, angin topan super, hingga pencairan lapisan es.
Terkait hal ini, para pemimpin dunia akan bertemu pada tanggal 30 November hingga 12 Desember mendatang untuk konferensi COP28 di Uni Emirat Arab. Konferensi ini diharapkan akan menghasilkan langkah-langkah perbaikan terhadap Perjanjian Paris setelah penelitian ilmiah menunjukkan suhu dunia telah melewati ambang batas yang membahayakan. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</description><content:encoded>JAKARTA - Suhu rata-rata global tercatat untuk pertama kalinya telah melebihi ambang batas 2&amp;#8304; celcius lebih panas dari suhu pada masa pra-industri, menurut laporan pemantau iklim Eropa, Copernicus Climate Change Service (C3S).
Lebih tepatnya, capaian suhu tersebut terjadi pada Jumat, 17 November lalu dengan 2,07&amp;#8304;C di atas rata-rata suhu pra-industri, sebagaimana dilansir dari situs Science Alert, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Dunia Lampaui Batas Angka Pemanasan 1,5 Celcius, Para Ilmuwan Khawatir

&amp;ldquo;Ini adalah hari pertama ketika suhu global lebih dari 2 &amp;deg;C di atas suhu tahun 1850-1900,&amp;rdquo; kata Wakil Kepala C3S, Samantha Burgess, dalam postingannya di X.
Tidak sampai di situ, data yang diperbarui pada hari Selasa (21/11/2023) menunjukkan bahwa rekor suhu panas tersebut telah berlanjut hingga Sabtu lalu, dengan suhu sekitar 2,06&amp;#8304;C di atas rata-rata pra-industri.
Sebelumnya, ambang batas suhu harian 2&amp;#8304;C telah disepakati dalam Perjanjian Paris tahun 2015. Berdasarkan perjanjian tersebut, ditetapkan tujuan untuk mempertahankan kenaikan suhu rata-rata global &amp;ldquo;jauh di bawah&amp;rdquo; 2&amp;#8304;C dari tingkat suhu di masa pra-industri dengan target ambang batas suhu yang lebih aman berada di angka 1,5&amp;#8304;C.Meskipun hal ini tidak berarti bahwa ambang batas Perjanjian Paris telah dilanggar, para ilmuwan mengatakan bahwa suhu yang terjadi tahun ini mungkin merupakan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia, dan berpotensi menjadi suhu terpanas selama lebih dari 100.000 tahun.

BACA JUGA:
Ilmuwan Temukan Es Superionik yang Hanya Bisa Cair di Suhu Panas Ekstrim&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hal ini menjadikan para ahli iklim terus mendesak dunia untuk menerapkan batas bawah demi menghindari dampak iklim yang lebih besar, seperti gelombang panas, angin topan super, hingga pencairan lapisan es.
Terkait hal ini, para pemimpin dunia akan bertemu pada tanggal 30 November hingga 12 Desember mendatang untuk konferensi COP28 di Uni Emirat Arab. Konferensi ini diharapkan akan menghasilkan langkah-langkah perbaikan terhadap Perjanjian Paris setelah penelitian ilmiah menunjukkan suhu dunia telah melewati ambang batas yang membahayakan. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</content:encoded></item></channel></rss>
