<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disebut Anti Yahudi, Elon Musk Gugat Media Matters Soal Isu Iklan di X</title><description>&quot;Penipuan dapat disanksi perdata dan pidana,&quot; tegas Elon Musk.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/54/2924321/disebut-anti-yahudi-elon-musk-gugat-media-matters-soal-isu-iklan-di-x</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/54/2924321/disebut-anti-yahudi-elon-musk-gugat-media-matters-soal-isu-iklan-di-x"/><item><title>Disebut Anti Yahudi, Elon Musk Gugat Media Matters Soal Isu Iklan di X</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/54/2924321/disebut-anti-yahudi-elon-musk-gugat-media-matters-soal-isu-iklan-di-x</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/21/54/2924321/disebut-anti-yahudi-elon-musk-gugat-media-matters-soal-isu-iklan-di-x</guid><pubDate>Selasa 21 November 2023 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/21/54/2924321/disebut-anti-yahudi-elon-musk-gugat-media-matters-soal-isu-iklan-di-x-KpLWNfGEiU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Elon Musk (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/21/54/2924321/disebut-anti-yahudi-elon-musk-gugat-media-matters-soal-isu-iklan-di-x-KpLWNfGEiU.jpg</image><title>Elon Musk (Foto: Reuters)</title></images><description>TEXAS - Pemilik X (dulunya Twitter), Elon Musk, melemparkan tuntuan kepada grup pengawas media bernama 'Media Matters'. Pasalnya perusahaan tersebut dianggap menyebar kabar bohong yang menyebut sejumlah raksasa teknologi berbondong-bondong memutus iklan mereka di X.
Dikutip dari New York Times, Selasa (21/11/2023), pekan lalu dikabarkan sejumlah perusahaan menyetop iklan mereka di X. Laporan itu dipublikasikan oleh Media Matters pada Jumat (17/11/2023).

BACA JUGA:
Elon Musk Pastikan Investor X Miliki 25% Saham xAI, Kok Bisa Gitu?

Disebutkan jika sejumlah perusahaan ternama seperti Apple, IBM, Disney, Warner Bros, Comcast, Paramount Global, dan Lions Gate menyetop layanan iklan mereka di platform media sosial milik Elon Musk..
Langkah ini pun membuat X cukup merugi. Mengingat iklan merupakan salah satu pendapatan terbesar mereka di luar layanan akun berbayar.
Masih dalam laporan yang sama. Disebutkan jika keputusan itu diambil karena Elon Musk sempat melontarkan pernyataan soal antisemitisme (anti Yahudi) dalam akun pribadinya.

BACA JUGA:
Alasan Hitler Membenci Yahudi

Sebelumnya Elon Musk memang mengomentari soal teori konspirasi antisemitisme dan mengatakan bahwa Yahudi ingin membawa populasi minoritas tidak terdokumentasi ke negara-negara Barat untuk mengurangi mayoritas kulit putih.
&quot;Kebenaran yang sebenarnya,&quot; tulis Elon musk pada Rabu (15/11/2023) lalu.&amp;nbsp;
Ciutan inilah yang kemudian dikaitkan dengan sang miliarder yang antisemistisme. Namun Elon Musk langsung membantah kabar tersebut dan langsung menantang balik.Dia pun melayangkan gugatan kepada Media Matters dan pihak-pihak yang sengaja merugikan perusahaannya. Musk menilai Media Matters sengaja memanipulasi data dan salah mengartikan dinamika pengguna media sosial.

BACA JUGA:
Ini Kelebihan Grok Milik Elon Musk yang Tak Bisa Dilakukan Chatbot Lain

Pada hari ini, Selasa (21/11/2023), Elon Musk sudah mengambil tindakan hukum kepada Media Matters. &quot;Penipuan dapat disanksi perdata dan pidana,&quot; tegasnya.
Kasus ini sendiri masih berlanjut sampai sekarang. Bahkan gara-gara pemberitaan anti Yahudi itu juru bicara Gedung Putih juga meminta bos Tesla dan SpaceX itu berhenti mengomentari soal rasisme dan kebencian di media sosial.</description><content:encoded>TEXAS - Pemilik X (dulunya Twitter), Elon Musk, melemparkan tuntuan kepada grup pengawas media bernama 'Media Matters'. Pasalnya perusahaan tersebut dianggap menyebar kabar bohong yang menyebut sejumlah raksasa teknologi berbondong-bondong memutus iklan mereka di X.
Dikutip dari New York Times, Selasa (21/11/2023), pekan lalu dikabarkan sejumlah perusahaan menyetop iklan mereka di X. Laporan itu dipublikasikan oleh Media Matters pada Jumat (17/11/2023).

BACA JUGA:
Elon Musk Pastikan Investor X Miliki 25% Saham xAI, Kok Bisa Gitu?

Disebutkan jika sejumlah perusahaan ternama seperti Apple, IBM, Disney, Warner Bros, Comcast, Paramount Global, dan Lions Gate menyetop layanan iklan mereka di platform media sosial milik Elon Musk..
Langkah ini pun membuat X cukup merugi. Mengingat iklan merupakan salah satu pendapatan terbesar mereka di luar layanan akun berbayar.
Masih dalam laporan yang sama. Disebutkan jika keputusan itu diambil karena Elon Musk sempat melontarkan pernyataan soal antisemitisme (anti Yahudi) dalam akun pribadinya.

BACA JUGA:
Alasan Hitler Membenci Yahudi

Sebelumnya Elon Musk memang mengomentari soal teori konspirasi antisemitisme dan mengatakan bahwa Yahudi ingin membawa populasi minoritas tidak terdokumentasi ke negara-negara Barat untuk mengurangi mayoritas kulit putih.
&quot;Kebenaran yang sebenarnya,&quot; tulis Elon musk pada Rabu (15/11/2023) lalu.&amp;nbsp;
Ciutan inilah yang kemudian dikaitkan dengan sang miliarder yang antisemistisme. Namun Elon Musk langsung membantah kabar tersebut dan langsung menantang balik.Dia pun melayangkan gugatan kepada Media Matters dan pihak-pihak yang sengaja merugikan perusahaannya. Musk menilai Media Matters sengaja memanipulasi data dan salah mengartikan dinamika pengguna media sosial.

BACA JUGA:
Ini Kelebihan Grok Milik Elon Musk yang Tak Bisa Dilakukan Chatbot Lain

Pada hari ini, Selasa (21/11/2023), Elon Musk sudah mengambil tindakan hukum kepada Media Matters. &quot;Penipuan dapat disanksi perdata dan pidana,&quot; tegasnya.
Kasus ini sendiri masih berlanjut sampai sekarang. Bahkan gara-gara pemberitaan anti Yahudi itu juru bicara Gedung Putih juga meminta bos Tesla dan SpaceX itu berhenti mengomentari soal rasisme dan kebencian di media sosial.</content:encoded></item></channel></rss>
