<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Threads Uji Coba Fitur Tagging Baru yang Beda dari Kompetitor</title><description>Disebutkan bahwa tagging&amp;nbsp;Threads memiliki sentuhan unik yang berbeda dengan media sosial lainnya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/16/54/2921519/threads-uji-coba-fitur-tagging-baru-yang-beda-dari-kompetitor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/16/54/2921519/threads-uji-coba-fitur-tagging-baru-yang-beda-dari-kompetitor"/><item><title>Threads Uji Coba Fitur Tagging Baru yang Beda dari Kompetitor</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/16/54/2921519/threads-uji-coba-fitur-tagging-baru-yang-beda-dari-kompetitor</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/16/54/2921519/threads-uji-coba-fitur-tagging-baru-yang-beda-dari-kompetitor</guid><pubDate>Kamis 16 November 2023 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/16/54/2921519/threads-uji-coba-fitur-tagging-baru-yang-beda-dari-kompetitor-micBAYHR7O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tagging Threads akan berbeda dari kompetitor (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/16/54/2921519/threads-uji-coba-fitur-tagging-baru-yang-beda-dari-kompetitor-micBAYHR7O.jpg</image><title>Tagging Threads akan berbeda dari kompetitor (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; CEO Meta, Mark Zuckerberg ungkap bahwa perusahaan sedang menjalani uji coba fitur tagging baru untuk Threads. Fitur ini memiliki sentuhan unik yang berbeda dengan media sosial lainnya.
Fitur yang sedang di uji ini berfungsi layaknya hashtag untuk memulai atau berkontribusi dalam percakapan topik. Alih-alih menggunakan tagar #, Threads mengubahnya menjadi tautan teks berwarna biru.

BACA JUGA:
Hore, Threads Kini Bisa Hapus Akun Tanpa Hapus Instagram

Dilansir dari The Verge pada Kamis (16/11/2023), uji coba ini baru bisa diakses secara terbatas yang akan diluncurkan untuk pengguna di Australia, sebelum dirilis secara lebih luas.
Pengguna dapat memasukkan &amp;ldquo;#&amp;rdquo; ke dalam kolom teks postingan, lalu akan muncul kartu yang menampilkan topik yang ditag atau dengan kata yang serupa. Pilihan topik di dalamnya akan disertai dengan jumlah postingan yang membahas topik yang sama, mirip seperti yang ada di Instagram.

BACA JUGA:
Mark Zuckerberg Sudah Tak Peduli dengan Pertarungan Vs Elon Musk

Fitur tagging baru di Threads ini hanya memperbolehkan pengguna menambahkan satu topik di satu postingan dalam satu waktu. Pembatasan ini dilakukan sebagai upaya mencegah adanya spam untuk meningkatkan jangkauan postingan mereka.
Hal ini juga tampak sesuai dengan tampilan estetika Thread yang menjaga tampilan tetap bersih. Sehingga dapat memperhatikan preferensi pengguna yang tidak menyukai hashtag di dalam sebuah postingan teks.Meta meyakinkan pengguna bahwa perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan akan dilakukan pada fitur tagging seiring berjalannya waktu. Versi yang tersedia selama masa uji coba ini hanya bersifat sementara dan belum menjadi bentuk akhirnya.

BACA JUGA:
Gandeng Tencent, Meta Balik Lagi ke China&amp;nbsp;

Pengenalan fitur tagging ini menyusul serangkaian pembaruan untuk Threads dalam satu minggu yang sibuk bagi Meta. Sebelumnya, Meta telah meluncurkan fitur opsi agar postingan Threads tidak akan bisa terkirim ke Instagram dan Facebook, memungkinkan penghapusan akun Threads tanpa Instagram, serta meluncurkan postingan yang disematkan untuk semua orang.
Tidak hanya itu, CEO Instagram, Adam Mosseri, terus memberikan spekulasinya terkait penggunaan pesan langsung (DM) di dalam Threads. Perkembangan terhadap fitur-fitur ini menjadi komitmen Meta dalam meningkatkan pengalaman pengguna di Threads dan memenuhi beragam preferensi para penggunanya. (Taja Aurora Bianca)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; CEO Meta, Mark Zuckerberg ungkap bahwa perusahaan sedang menjalani uji coba fitur tagging baru untuk Threads. Fitur ini memiliki sentuhan unik yang berbeda dengan media sosial lainnya.
Fitur yang sedang di uji ini berfungsi layaknya hashtag untuk memulai atau berkontribusi dalam percakapan topik. Alih-alih menggunakan tagar #, Threads mengubahnya menjadi tautan teks berwarna biru.

BACA JUGA:
Hore, Threads Kini Bisa Hapus Akun Tanpa Hapus Instagram

Dilansir dari The Verge pada Kamis (16/11/2023), uji coba ini baru bisa diakses secara terbatas yang akan diluncurkan untuk pengguna di Australia, sebelum dirilis secara lebih luas.
Pengguna dapat memasukkan &amp;ldquo;#&amp;rdquo; ke dalam kolom teks postingan, lalu akan muncul kartu yang menampilkan topik yang ditag atau dengan kata yang serupa. Pilihan topik di dalamnya akan disertai dengan jumlah postingan yang membahas topik yang sama, mirip seperti yang ada di Instagram.

BACA JUGA:
Mark Zuckerberg Sudah Tak Peduli dengan Pertarungan Vs Elon Musk

Fitur tagging baru di Threads ini hanya memperbolehkan pengguna menambahkan satu topik di satu postingan dalam satu waktu. Pembatasan ini dilakukan sebagai upaya mencegah adanya spam untuk meningkatkan jangkauan postingan mereka.
Hal ini juga tampak sesuai dengan tampilan estetika Thread yang menjaga tampilan tetap bersih. Sehingga dapat memperhatikan preferensi pengguna yang tidak menyukai hashtag di dalam sebuah postingan teks.Meta meyakinkan pengguna bahwa perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan akan dilakukan pada fitur tagging seiring berjalannya waktu. Versi yang tersedia selama masa uji coba ini hanya bersifat sementara dan belum menjadi bentuk akhirnya.

BACA JUGA:
Gandeng Tencent, Meta Balik Lagi ke China&amp;nbsp;

Pengenalan fitur tagging ini menyusul serangkaian pembaruan untuk Threads dalam satu minggu yang sibuk bagi Meta. Sebelumnya, Meta telah meluncurkan fitur opsi agar postingan Threads tidak akan bisa terkirim ke Instagram dan Facebook, memungkinkan penghapusan akun Threads tanpa Instagram, serta meluncurkan postingan yang disematkan untuk semua orang.
Tidak hanya itu, CEO Instagram, Adam Mosseri, terus memberikan spekulasinya terkait penggunaan pesan langsung (DM) di dalam Threads. Perkembangan terhadap fitur-fitur ini menjadi komitmen Meta dalam meningkatkan pengalaman pengguna di Threads dan memenuhi beragam preferensi para penggunanya. (Taja Aurora Bianca)</content:encoded></item></channel></rss>
