<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TikTok Hapus Jutaan Akun Bodong Selama Perang Hamas-Israel</title><description>TikTok mengklaim telah menghapus jutaan akun bodong selama perang Israel-Hamas.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913990/tiktok-hapus-jutaan-akun-bodong-selama-perang-hamas-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913990/tiktok-hapus-jutaan-akun-bodong-selama-perang-hamas-israel"/><item><title>TikTok Hapus Jutaan Akun Bodong Selama Perang Hamas-Israel</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913990/tiktok-hapus-jutaan-akun-bodong-selama-perang-hamas-israel</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913990/tiktok-hapus-jutaan-akun-bodong-selama-perang-hamas-israel</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/54/2913990/tiktok-hapus-jutaan-akun-bodong-selama-perang-hamas-israel-cCC8vkm0JT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TikTok hapus jutaan akun bodong (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/54/2913990/tiktok-hapus-jutaan-akun-bodong-selama-perang-hamas-israel-cCC8vkm0JT.jpg</image><title>TikTok hapus jutaan akun bodong (Foto: Istimewa)</title></images><description>TIKTOK sempat disebut gagal dalam moderasi konten hoax di tengah perang Israel-Hamas. Dalam pernyataan terbaru, platform berbagi video pendek asal China itu mengklaim telah menghapus jutaan akun bodong.
Menurut TikTok, mereka sudah menghapus lebih dari 925.000 video di wilayah konflik dan jutaan konten lain dari platformnya. Perusahaan juga mengatakan mereka berhasil menertibkan jutaan akun palsu sejak perang dimulai 7 Oktober 2023 lalu.

BACA JUGA:
Siaran Langsung Winda Basudara Dipakai Nyawer Donasi oleh Oknum Nakal di TikTok

&quot;Sejak 7 Oktober, kami telah menghapus lebih dari 24 juta akun palsu secara global dan lebih dari setengah juta komentar bot pada konten dengan tagar terkait konflik,&quot; ungkap TikTok sebagaimana dikutip dari Engadget pada Jumat (3/11/2023).
Rincian baru ini muncul ketika TikTok menghadapi pengawasan yang semakin ketat mengenai bagaimana aplikasinya merekomendasikan konten terkait konflik yang sedang berlangsung. Di sisi lain juga karena banyaknya tekanan dari parlemen AS.

BACA JUGA:
Mau Pakai Emoji Semangka, Pengguna X Malah Keluhkan Tak Bisa Ganti Display Name

Menurut NBC News, beberapa anggota parlemen baru-baru ini meningkatkan seruan mereka agar aplikasi tersebut dilarang di tengah tuduhan bahwa algoritma TikTok secara tidak proporsional mempromosikan konten Pro-Palestina.
Dalam pembaruannya, TikTok mengatakan bahwa klaim tersebut didasarkan pada analisis yang tidak masuk akal. Perusahaan juga menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya terus berupaya untuk mencegah penyebaran ujaran kebencian dan informasi yang salah.</description><content:encoded>TIKTOK sempat disebut gagal dalam moderasi konten hoax di tengah perang Israel-Hamas. Dalam pernyataan terbaru, platform berbagi video pendek asal China itu mengklaim telah menghapus jutaan akun bodong.
Menurut TikTok, mereka sudah menghapus lebih dari 925.000 video di wilayah konflik dan jutaan konten lain dari platformnya. Perusahaan juga mengatakan mereka berhasil menertibkan jutaan akun palsu sejak perang dimulai 7 Oktober 2023 lalu.

BACA JUGA:
Siaran Langsung Winda Basudara Dipakai Nyawer Donasi oleh Oknum Nakal di TikTok

&quot;Sejak 7 Oktober, kami telah menghapus lebih dari 24 juta akun palsu secara global dan lebih dari setengah juta komentar bot pada konten dengan tagar terkait konflik,&quot; ungkap TikTok sebagaimana dikutip dari Engadget pada Jumat (3/11/2023).
Rincian baru ini muncul ketika TikTok menghadapi pengawasan yang semakin ketat mengenai bagaimana aplikasinya merekomendasikan konten terkait konflik yang sedang berlangsung. Di sisi lain juga karena banyaknya tekanan dari parlemen AS.

BACA JUGA:
Mau Pakai Emoji Semangka, Pengguna X Malah Keluhkan Tak Bisa Ganti Display Name

Menurut NBC News, beberapa anggota parlemen baru-baru ini meningkatkan seruan mereka agar aplikasi tersebut dilarang di tengah tuduhan bahwa algoritma TikTok secara tidak proporsional mempromosikan konten Pro-Palestina.
Dalam pembaruannya, TikTok mengatakan bahwa klaim tersebut didasarkan pada analisis yang tidak masuk akal. Perusahaan juga menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya terus berupaya untuk mencegah penyebaran ujaran kebencian dan informasi yang salah.</content:encoded></item></channel></rss>
