<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telegram Diam-diam Batasi Akses ke Saluran Hamas</title><description>Telegram diam-diam mulai membatasi akses ke beberapa saluran yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Hamas.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913879/telegram-diam-diam-batasi-akses-ke-saluran-hamas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913879/telegram-diam-diam-batasi-akses-ke-saluran-hamas"/><item><title>Telegram Diam-diam Batasi Akses ke Saluran Hamas</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913879/telegram-diam-diam-batasi-akses-ke-saluran-hamas</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/03/54/2913879/telegram-diam-diam-batasi-akses-ke-saluran-hamas</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/54/2913879/telegram-diam-diam-batasi-akses-ke-saluran-hamas-Mhm4czBRBN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Telegram batasi saluran Hamas (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/54/2913879/telegram-diam-diam-batasi-akses-ke-saluran-hamas-Mhm4czBRBN.jpg</image><title>Telegram batasi saluran Hamas (Foto: Istimewa)</title></images><description>TELEGRAM diam-diam mulai membatasi akses ke beberapa saluran yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Hamas. Akun resmi Hamas, Brigade Qassam, dan Gaza Now kini diketahui tidak bisa diakses.
Dilansir dari Al-Jazeera, Jumat (3/11/2023), akun-akun Telegram tersebut sampai saat ini belum dapat dibuka pada versi Telegram yang didownload dari Google Play atau App Store Apple. Padahal sebelumnya pengguna bebas mengakses.

BACA JUGA:
Kisah Semangka yang Viral Jadi Simbol Perlawanan Palestina

Meski demikian, akun yang telah mengumpulkan ratusan ribu pengikut baru sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober itu masih dapat diakses dari Telegram versi online dan versi yang didownload langsung dari situs web Telegram.
Pembatasan akses muncul setelah Zachor Legal Institute, sebuah kelompok lobi yang berbasis di AS yang berkampanye melawan gerakan anti-Israel, menulis surat kepada Apple terkait akun-akun Hamas tersebut yang masih bisa diakses di iOS.
Apple dan Telegram tidak menanggapi permintaan komentar, namun Google mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Google Play mewajibkan aplikasi yang menampilkan konten buatan pengguna untuk memoderasi konten mengerikan.

BACA JUGA:
Google Maps Gunakan AI, Ini Dia Daftar Fitur Terbarunya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Google menyebut apa yang dibagikan akun tersebut termasuk konten yang mendorong aksi teroris, menghasut kekerasan, atau merayakan serangan teroris, seperti apa yang dituduhkan Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Kanada, Australia, Jepang, dan Paraguay.
Telegram sendiri telah banyak digunakan oleh Hamas untuk mempromosikan pesannya dan menggunakan aplikasi tersebut untuk menyiarkan serangannya terhadap komunitas Israel selatan secara real time.</description><content:encoded>TELEGRAM diam-diam mulai membatasi akses ke beberapa saluran yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Hamas. Akun resmi Hamas, Brigade Qassam, dan Gaza Now kini diketahui tidak bisa diakses.
Dilansir dari Al-Jazeera, Jumat (3/11/2023), akun-akun Telegram tersebut sampai saat ini belum dapat dibuka pada versi Telegram yang didownload dari Google Play atau App Store Apple. Padahal sebelumnya pengguna bebas mengakses.

BACA JUGA:
Kisah Semangka yang Viral Jadi Simbol Perlawanan Palestina

Meski demikian, akun yang telah mengumpulkan ratusan ribu pengikut baru sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober itu masih dapat diakses dari Telegram versi online dan versi yang didownload langsung dari situs web Telegram.
Pembatasan akses muncul setelah Zachor Legal Institute, sebuah kelompok lobi yang berbasis di AS yang berkampanye melawan gerakan anti-Israel, menulis surat kepada Apple terkait akun-akun Hamas tersebut yang masih bisa diakses di iOS.
Apple dan Telegram tidak menanggapi permintaan komentar, namun Google mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Google Play mewajibkan aplikasi yang menampilkan konten buatan pengguna untuk memoderasi konten mengerikan.

BACA JUGA:
Google Maps Gunakan AI, Ini Dia Daftar Fitur Terbarunya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Google menyebut apa yang dibagikan akun tersebut termasuk konten yang mendorong aksi teroris, menghasut kekerasan, atau merayakan serangan teroris, seperti apa yang dituduhkan Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Kanada, Australia, Jepang, dan Paraguay.
Telegram sendiri telah banyak digunakan oleh Hamas untuk mempromosikan pesannya dan menggunakan aplikasi tersebut untuk menyiarkan serangannya terhadap komunitas Israel selatan secara real time.</content:encoded></item></channel></rss>
