<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satelit SATRIA-1 Sukses Memasuki Orbit, Apa Saja Manfaatnya?   </title><description>SATRIA-1 akan segera mengkoneksikan titik-titik layanan publik serta meningkatkan konektivitas layanan publik di daerah 3T.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/01/54/2912680/satelit-satria-1-sukses-memasuki-orbit-apa-saja-manfaatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/01/54/2912680/satelit-satria-1-sukses-memasuki-orbit-apa-saja-manfaatnya"/><item><title>Satelit SATRIA-1 Sukses Memasuki Orbit, Apa Saja Manfaatnya?   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/01/54/2912680/satelit-satria-1-sukses-memasuki-orbit-apa-saja-manfaatnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/11/01/54/2912680/satelit-satria-1-sukses-memasuki-orbit-apa-saja-manfaatnya</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/54/2912680/satelit-satria-1-sukses-memasuki-orbit-apa-saja-manfaatnya-Iuc3yVnLdD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Satelit SATRIA-1 (Foto: Kominfo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/54/2912680/satelit-satria-1-sukses-memasuki-orbit-apa-saja-manfaatnya-Iuc3yVnLdD.jpeg</image><title>Satelit SATRIA-1 (Foto: Kominfo)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMy8xLzE2NzEzNy81L3g4bHE3ZGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Satelit SATRIA-1 sukses memasuki orbit Geostasioner di posisi 146&amp;deg; Bujur Timur, tepat di atas Papua. Satelit multifungsi buatan Thales Alenia Space ini mengangkasa di ketinggian lebih dari 36,000 km di atas permukaan Bumi.&amp;nbsp;
Menurut Direktur Utama BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar, SATRIA-1 akan segera mengkoneksikan titik-titik layanan publik serta meningkatkan konektivitas layanan publik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dengan begitu kesenjangan akses internet bisa teratasi.

&amp;ldquo;Kehadiran SATRIA-1 akan meningkatkan konektivitas layanan publik dan layanan pemerintah, termasuk di daerah 3T, yang tentunya akan mengakselerasi terwujudnya visi BAKTI Kominfo menjembatani kesenjangan digital untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (1/11/2023).
Fadhilah menjelaskan, SATRIA-1 akan mengkoneksikan titik-titik layanan publik yang terdiri atas sarana pendidikan, pemerintah daerah, administrasi pertahanan keamanan, dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia dan akan menghadirkan era baru dalam layanan publik.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Satelit Foto Kondisi Gaza Sebelum dan Sesudah Menjadi Puing-puing

Secara bertahap, SATRIA-1 digadang-gadang akan mengurangi kesenjangan akses broadband internet yang disebabkan beragam kondisi geografis dan kondisi masyarakat Indonesia yang cukup menantang dalam penyediaan jaringan teresterial.&amp;nbsp;
Fadhilah lebih lanjut menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berupaya untuk mempercepat penyediaan remote terminal ground segment di lokasi-lokasi layanan publik yang nantinya akan diintegrasikan dengan space segment SATRIA-1.Menurutnya untuk sampai pada tahap operasi penuh pada akhir Desember 2023, SATRIA-1 akan lebih dulu menjalani tahapan selanjutnya yaitu sesi integrasi dan pengujian segmen satelit dan segmen ruas Bumi.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;SATRIA-1 akan menjalani tahapan In-Orbit Testing (IOT) pada awal November untuk memeriksa performa satelit terutama untuk subsistem payload. Setelah itu, SATRIA-1 akan menjalani proses integrasi dengan sistem ground dan ujicoba end-to-end agar siap beroperasi,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Sukses Capai Orbit, SATRIA-1 Ditargetkan Beroperasi Desember Mendatang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terkait kesiapan, ruas Bumi, Fadhilah memaparkan, seluruh proses instalasi Radio Frequency Gateway (RFGW) 13 meter maupun Carrier System Monitoring (CSM) SATRIA-1 di sebelas gateway atau stasiun pengendali di Bumi saat ini telah dirampungkan.
Demikian pula kegiatan OSAT (on site acceptance test), yaitu kegiatan pengetesan dan pengecekan site guna memastikan kesiapan perangkat sebelum beroperasi untuk perangkat RFGW maupun CSM juga telah dirampungkan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMy8xLzE2NzEzNy81L3g4bHE3ZGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Satelit SATRIA-1 sukses memasuki orbit Geostasioner di posisi 146&amp;deg; Bujur Timur, tepat di atas Papua. Satelit multifungsi buatan Thales Alenia Space ini mengangkasa di ketinggian lebih dari 36,000 km di atas permukaan Bumi.&amp;nbsp;
Menurut Direktur Utama BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar, SATRIA-1 akan segera mengkoneksikan titik-titik layanan publik serta meningkatkan konektivitas layanan publik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dengan begitu kesenjangan akses internet bisa teratasi.

&amp;ldquo;Kehadiran SATRIA-1 akan meningkatkan konektivitas layanan publik dan layanan pemerintah, termasuk di daerah 3T, yang tentunya akan mengakselerasi terwujudnya visi BAKTI Kominfo menjembatani kesenjangan digital untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (1/11/2023).
Fadhilah menjelaskan, SATRIA-1 akan mengkoneksikan titik-titik layanan publik yang terdiri atas sarana pendidikan, pemerintah daerah, administrasi pertahanan keamanan, dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia dan akan menghadirkan era baru dalam layanan publik.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Satelit Foto Kondisi Gaza Sebelum dan Sesudah Menjadi Puing-puing

Secara bertahap, SATRIA-1 digadang-gadang akan mengurangi kesenjangan akses broadband internet yang disebabkan beragam kondisi geografis dan kondisi masyarakat Indonesia yang cukup menantang dalam penyediaan jaringan teresterial.&amp;nbsp;
Fadhilah lebih lanjut menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berupaya untuk mempercepat penyediaan remote terminal ground segment di lokasi-lokasi layanan publik yang nantinya akan diintegrasikan dengan space segment SATRIA-1.Menurutnya untuk sampai pada tahap operasi penuh pada akhir Desember 2023, SATRIA-1 akan lebih dulu menjalani tahapan selanjutnya yaitu sesi integrasi dan pengujian segmen satelit dan segmen ruas Bumi.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;SATRIA-1 akan menjalani tahapan In-Orbit Testing (IOT) pada awal November untuk memeriksa performa satelit terutama untuk subsistem payload. Setelah itu, SATRIA-1 akan menjalani proses integrasi dengan sistem ground dan ujicoba end-to-end agar siap beroperasi,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Sukses Capai Orbit, SATRIA-1 Ditargetkan Beroperasi Desember Mendatang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terkait kesiapan, ruas Bumi, Fadhilah memaparkan, seluruh proses instalasi Radio Frequency Gateway (RFGW) 13 meter maupun Carrier System Monitoring (CSM) SATRIA-1 di sebelas gateway atau stasiun pengendali di Bumi saat ini telah dirampungkan.
Demikian pula kegiatan OSAT (on site acceptance test), yaitu kegiatan pengetesan dan pengecekan site guna memastikan kesiapan perangkat sebelum beroperasi untuk perangkat RFGW maupun CSM juga telah dirampungkan.</content:encoded></item></channel></rss>
