<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telkom dan Smartfren Gaet Starlink, Indosat Gimana?</title><description>Kerjasama layanan internet satelit dengan Operator seluler belakangan kian menggeliat, bagaimana dengan Indosat?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911837/telkom-dan-smartfren-gaet-starlink-indosat-gimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911837/telkom-dan-smartfren-gaet-starlink-indosat-gimana"/><item><title>Telkom dan Smartfren Gaet Starlink, Indosat Gimana?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911837/telkom-dan-smartfren-gaet-starlink-indosat-gimana</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911837/telkom-dan-smartfren-gaet-starlink-indosat-gimana</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2023 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Imantoko Kurniadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/31/54/2911837/telkom-dan-smartfren-gaet-starlink-indosat-gimana-kSm3qCDEqt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi satelit. (doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/31/54/2911837/telkom-dan-smartfren-gaet-starlink-indosat-gimana-kSm3qCDEqt.jpg</image><title>Ilustrasi satelit. (doc. Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAyMS81L3g4cDhidWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kerjasama layanan internet satelit dengan Operator seluler belakangan kian menggeliat. Tercatat, Telkom melalui Telkomsat dan Smartfren melalui divisi enterprise solusi telah terang-terangan menggelar kerjasama dengan konstelasi satelit internet Starlink.
Langkah mereka mengaet perusahaan milik Elon Musk itu digadang-gadang mampu jadi solusi perluasan sebaran internet berkualitas di Indonesia, namun yang jadi pertanyaan bagaimana dengan Indosat Ooredoo Hutchison? Apakah sudah mengambil langkah serupa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kabar Smartfren Merger dengan XL Axiata, Pengamat: Tambahan Frekuensi dan Jaringan Broadband Signifikan

Merespons hal tersebut President Director &amp;amp; CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, menyebut jika pihaknya terbuka untuk melakukan partnership dengan penyedia layanan satelit low earth orbit (LEO) manapun, baik Starlink maupun OneWeb.
&quot;Kita sangat welcome, untuk perusahaan satelit mana saja, baik lokal maupun global yang akan datang siapapun. Guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,&quot; kata Vikram dalam konferensi pers daring, belum lama ini.
Lebih lanjut, Vikram memberi catatan untuk menjalin kerjasama tersebut ada tiga hal yang bakal dipertimbangkan yakni kemampuan untuk menghadirkan layanan broadband untuk rural,  pencitraan untuk fishery dan agriculture serta peningkatkan literasi digital.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Merger Smartfren dan XL Axiata Bentuk 3 Operator Seluler Besar, Idealkah Bagi Industri Telekomunikasi?

&quot;Ini yang bisa dieksplorasi bersama, dengan adanya satelit ini kita bisa membantu semakin banyak masyarakat yang tidak terkoneksi sebelumnya,&quot; tandasnya.
Sebelumnya, kepada Okezone, Ian Josef Matheus Edward, Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB, menegaskan layanan internet satelit mampu mengisi kekosongan jaringan di suatu daerah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Digandeng Smartfren dan Telkom, Starlink Makin Berkibar di Indonesia

Disamping itu bagi operator seluler yang menggelar kerjasama dengan penyedia layanan internet satelit juga akan memperkuat perusahaan telekomunikasi yang saat ini sedang mewujudkan fixed mobile convergence (FMC) alias penggabungan layanan jaringan tetap dan seluler.Diketahui, ada sejumlah tantangan yang musti dihadapkan operator selular guna menggulirkan FMC, diantaranya mulai dari ketersediaan menara, serat optik untuk menjamin kualitas koneksi dan jangkauan, cost yang tinggi hingga mengintegrasikan jaringan.

BACA JUGA:
Starlink Siap Tebar Layanan Internet di Indonesia, Pengamat Ingatkan Ini

&quot;Khususnya untuk mengatasi FMC, dimana backhaul-nya fiber bisa sementara digantikan,&quot; katanya.
&quot;Secara persaingan usaha yang sehat dan anti praktik monopoli, maka operator seluler yang saat ini sedang mewujudkan FMC harus diutamakan. Maka dengan hal ini layanan internet satelit memiliki kewajiban berkerja sama melalui skema business to business (B2B) untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan, dan akhirnya akan memberikan manfaat lebih ke pengguna,&quot; pungkas Ian.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAyMS81L3g4cDhidWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kerjasama layanan internet satelit dengan Operator seluler belakangan kian menggeliat. Tercatat, Telkom melalui Telkomsat dan Smartfren melalui divisi enterprise solusi telah terang-terangan menggelar kerjasama dengan konstelasi satelit internet Starlink.
Langkah mereka mengaet perusahaan milik Elon Musk itu digadang-gadang mampu jadi solusi perluasan sebaran internet berkualitas di Indonesia, namun yang jadi pertanyaan bagaimana dengan Indosat Ooredoo Hutchison? Apakah sudah mengambil langkah serupa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kabar Smartfren Merger dengan XL Axiata, Pengamat: Tambahan Frekuensi dan Jaringan Broadband Signifikan

Merespons hal tersebut President Director &amp;amp; CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, menyebut jika pihaknya terbuka untuk melakukan partnership dengan penyedia layanan satelit low earth orbit (LEO) manapun, baik Starlink maupun OneWeb.
&quot;Kita sangat welcome, untuk perusahaan satelit mana saja, baik lokal maupun global yang akan datang siapapun. Guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,&quot; kata Vikram dalam konferensi pers daring, belum lama ini.
Lebih lanjut, Vikram memberi catatan untuk menjalin kerjasama tersebut ada tiga hal yang bakal dipertimbangkan yakni kemampuan untuk menghadirkan layanan broadband untuk rural,  pencitraan untuk fishery dan agriculture serta peningkatkan literasi digital.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Merger Smartfren dan XL Axiata Bentuk 3 Operator Seluler Besar, Idealkah Bagi Industri Telekomunikasi?

&quot;Ini yang bisa dieksplorasi bersama, dengan adanya satelit ini kita bisa membantu semakin banyak masyarakat yang tidak terkoneksi sebelumnya,&quot; tandasnya.
Sebelumnya, kepada Okezone, Ian Josef Matheus Edward, Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB, menegaskan layanan internet satelit mampu mengisi kekosongan jaringan di suatu daerah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Digandeng Smartfren dan Telkom, Starlink Makin Berkibar di Indonesia

Disamping itu bagi operator seluler yang menggelar kerjasama dengan penyedia layanan internet satelit juga akan memperkuat perusahaan telekomunikasi yang saat ini sedang mewujudkan fixed mobile convergence (FMC) alias penggabungan layanan jaringan tetap dan seluler.Diketahui, ada sejumlah tantangan yang musti dihadapkan operator selular guna menggulirkan FMC, diantaranya mulai dari ketersediaan menara, serat optik untuk menjamin kualitas koneksi dan jangkauan, cost yang tinggi hingga mengintegrasikan jaringan.

BACA JUGA:
Starlink Siap Tebar Layanan Internet di Indonesia, Pengamat Ingatkan Ini

&quot;Khususnya untuk mengatasi FMC, dimana backhaul-nya fiber bisa sementara digantikan,&quot; katanya.
&quot;Secara persaingan usaha yang sehat dan anti praktik monopoli, maka operator seluler yang saat ini sedang mewujudkan FMC harus diutamakan. Maka dengan hal ini layanan internet satelit memiliki kewajiban berkerja sama melalui skema business to business (B2B) untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan, dan akhirnya akan memberikan manfaat lebih ke pengguna,&quot; pungkas Ian.</content:encoded></item></channel></rss>
