<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menurut Survei 63% Milenial Doyan Pakai Paylater, Apa Sebabnya?   </title><description>Perkembangan skema pembayaran digital Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di Indonesia kian populer. Apa sebabnya?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911697/menurut-survei-63-milenial-doyan-pakai-paylater-apa-sebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911697/menurut-survei-63-milenial-doyan-pakai-paylater-apa-sebabnya"/><item><title>Menurut Survei 63% Milenial Doyan Pakai Paylater, Apa Sebabnya?   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911697/menurut-survei-63-milenial-doyan-pakai-paylater-apa-sebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/54/2911697/menurut-survei-63-milenial-doyan-pakai-paylater-apa-sebabnya</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2023 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/31/54/2911697/menurut-survei-63-milenial-doyan-pakai-paylater-apa-sebabnya-ntIg134bKu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Metode pembayaran paylater (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/31/54/2911697/menurut-survei-63-milenial-doyan-pakai-paylater-apa-sebabnya-ntIg134bKu.jpg</image><title>Metode pembayaran paylater (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan skema pembayaran digital Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di Indonesia kian populer. Data terbaru dari Populix menyebutkan jika 65% kaum milenial diketahui sering menggunakan paylater untuk transaksi mereka.
Dalam riset bertajuk &quot;Unveiling Indonesia&amp;rsquo;s Financial Evolution: Fintech Lending and Paylater Adoption&quot;, Populix juga mengungkap motivasi dan tren penggunaan paylater di kalangan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:
Elon Musk Ingin Hadirkan Aplikasi Kencan Hingga Fitur Perbankan di X

Menurut Co-founder dan CEO Populix, Timothy Astandu, paylater punya peran besar dalam aktivitas ekonomi digital. Selain itu banyak yang tertarik dengan Paylater karena kemudahan yang ditawarkan.
&amp;ldquo;Keterjangkauan paylater yang semakin meningkat bagi masyarakat, fleksibilitas dalam pembayaran cicilan, hingga kemudahan dalam proses registrasi mendorong penggunaan paylater sebagai salah satu solusi pembayaran inovatif untuk melakukan transaksi,&quot;&amp;nbsp;ungkap Timothy Astandu dalam keterangannya.
&quot;Lebih dari itu, survei juga mengungkap masyarakat Indonesia cukup bijak dalam mengelola keuangannya, di mana hal ini terlihat dari mayoritas respondens yang hanya memiliki cicilan paylater kurang dari 1 juta rupiah dalam sebulan,&amp;rdquo; sambung Timothy.

BACA JUGA:
Meta Takedown Konten Judi Online di Platformnya

Dari hasil survei yang dilakukan pada September 2023 terhadap 1.017  responden pria dan wanita di Indonesia, sebanyak 55% responden menyatakan pernah melakukan pembayaran menggunakan layanan paylater. Mayoritas penggunanya berasal dari pulau Jawa (55%), dan didominasi oleh generasi milenial (63%) dari kelas sosial atas (59%).
Survei ini juga mengungkap mayoritas responden menggunakan layanan paylater kurang dari sebulan sekali (51%) dan rata-rata hanya menggunakan satu aplikasi (82%). Shoppee PayLater (77%) menjadi brand yang paling sering digunakan, disusul oleh GoPay Later (28%), Akulaku Paylater (18%), Kredivo Paylater (14%), Traveloka PayLater (9%), Indodana (4%), Home Credit (3%), dan Atome (2%).Mayoritas (82%) responden mengaku memiliki cicilan paylater kurang dari 1 juta rupiah per bulannya. Lebih dari itu, nominal terbesar yang pernah digunakan oleh sebagian besar responden (75%) juga sebesar kurang dari 1 juta rupiah.
Hal ini menunjukkan bahwa responden telah memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik dengan membatasi nominal cicilan yang mereka miliki sehingga pengeluaran bulanan tetap terkendali.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Sosok Pemilik Paylater Akulaku

Metode paylater ini pun biasa digunakan untuk memenuhi beberapa kebutuhan, seperti pembelian paket data/internet/listrik (48%), pakaian (48%), pengeluaran bulanan (35%), elektronik dan aksesoris (21%), gadget terbaru (19%), serta  liburan (10%).&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Soal pemilihan brand paylater, responden akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti terkoneksi dengan marketplace (71%), terdaftar di OJK (67%), pembayaran cicilan yang fleksibel (57%), kemudahan registrasi (52%) dan bunga rendah (50%).</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan skema pembayaran digital Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di Indonesia kian populer. Data terbaru dari Populix menyebutkan jika 65% kaum milenial diketahui sering menggunakan paylater untuk transaksi mereka.
Dalam riset bertajuk &quot;Unveiling Indonesia&amp;rsquo;s Financial Evolution: Fintech Lending and Paylater Adoption&quot;, Populix juga mengungkap motivasi dan tren penggunaan paylater di kalangan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:
Elon Musk Ingin Hadirkan Aplikasi Kencan Hingga Fitur Perbankan di X

Menurut Co-founder dan CEO Populix, Timothy Astandu, paylater punya peran besar dalam aktivitas ekonomi digital. Selain itu banyak yang tertarik dengan Paylater karena kemudahan yang ditawarkan.
&amp;ldquo;Keterjangkauan paylater yang semakin meningkat bagi masyarakat, fleksibilitas dalam pembayaran cicilan, hingga kemudahan dalam proses registrasi mendorong penggunaan paylater sebagai salah satu solusi pembayaran inovatif untuk melakukan transaksi,&quot;&amp;nbsp;ungkap Timothy Astandu dalam keterangannya.
&quot;Lebih dari itu, survei juga mengungkap masyarakat Indonesia cukup bijak dalam mengelola keuangannya, di mana hal ini terlihat dari mayoritas respondens yang hanya memiliki cicilan paylater kurang dari 1 juta rupiah dalam sebulan,&amp;rdquo; sambung Timothy.

BACA JUGA:
Meta Takedown Konten Judi Online di Platformnya

Dari hasil survei yang dilakukan pada September 2023 terhadap 1.017  responden pria dan wanita di Indonesia, sebanyak 55% responden menyatakan pernah melakukan pembayaran menggunakan layanan paylater. Mayoritas penggunanya berasal dari pulau Jawa (55%), dan didominasi oleh generasi milenial (63%) dari kelas sosial atas (59%).
Survei ini juga mengungkap mayoritas responden menggunakan layanan paylater kurang dari sebulan sekali (51%) dan rata-rata hanya menggunakan satu aplikasi (82%). Shoppee PayLater (77%) menjadi brand yang paling sering digunakan, disusul oleh GoPay Later (28%), Akulaku Paylater (18%), Kredivo Paylater (14%), Traveloka PayLater (9%), Indodana (4%), Home Credit (3%), dan Atome (2%).Mayoritas (82%) responden mengaku memiliki cicilan paylater kurang dari 1 juta rupiah per bulannya. Lebih dari itu, nominal terbesar yang pernah digunakan oleh sebagian besar responden (75%) juga sebesar kurang dari 1 juta rupiah.
Hal ini menunjukkan bahwa responden telah memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik dengan membatasi nominal cicilan yang mereka miliki sehingga pengeluaran bulanan tetap terkendali.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Sosok Pemilik Paylater Akulaku

Metode paylater ini pun biasa digunakan untuk memenuhi beberapa kebutuhan, seperti pembelian paket data/internet/listrik (48%), pakaian (48%), pengeluaran bulanan (35%), elektronik dan aksesoris (21%), gadget terbaru (19%), serta  liburan (10%).&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Soal pemilihan brand paylater, responden akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti terkoneksi dengan marketplace (71%), terdaftar di OJK (67%), pembayaran cicilan yang fleksibel (57%), kemudahan registrasi (52%) dan bunga rendah (50%).</content:encoded></item></channel></rss>
