<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pabrikan Jepang Ini Tetap Pimpin Penjualan Mobil di Dunia</title><description>Toyota terus memimpin penjualan mobil di seluruh dunia pada 2023 dengan capaian 5.596.183 unit.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/52/2911647/pabrikan-jepang-ini-tetap-pimpin-penjualan-mobil-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/52/2911647/pabrikan-jepang-ini-tetap-pimpin-penjualan-mobil-di-dunia"/><item><title>Pabrikan Jepang Ini Tetap Pimpin Penjualan Mobil di Dunia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/52/2911647/pabrikan-jepang-ini-tetap-pimpin-penjualan-mobil-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/31/52/2911647/pabrikan-jepang-ini-tetap-pimpin-penjualan-mobil-di-dunia</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2023 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/31/52/2911647/pabrikan-jepang-ini-tetap-pimpin-penjualan-mobil-di-dunia-7aekEK4lyQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil (doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/31/52/2911647/pabrikan-jepang-ini-tetap-pimpin-penjualan-mobil-di-dunia-7aekEK4lyQ.jpg</image><title>Ilustrasi mobil (doc. Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAwNy81L3g4cDg3bnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Toyota terus memimpin penjualan mobil di seluruh dunia pada 2023 dengan capaian 5.596.183 unit.
Capaian itu tergolong fantastis mengingat saat ini pasar di wilayah Asia seperti Indonesia dan Thailand melemah.
Dilaporkan Carsifu, Selasa (31/10/2023),Toyota justru mendapatkan peningkatan penjualan yang sangat besar di wilayah lainnya. Contoh di Afrika dengan peningkatan penjualan yang mencapai 22 persen. Begitu juga dengan di Timur Tengah dengan peningkatan 17 persen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inilah Jenis Baterai Mobil Listrik dan Karakteristiknya

Wilayah lain seperti Amerika Serikat dan Eropa juga berkontribusi sangat baik. Amerika Serikat meningkat 9,4 persen dan Eropa di angka 7 persen.
Peningkatan penjualan terendah terjadi di China karena hanya mencapai satu persen. Itu terjadi karena adanya peralihan ke mobil listrik.
Di Jepang, Toyota juga masih sangat mendominasi pasar domestik. Toyota dianggap berhasil mengatasi krisis semikonduktor yang terjadi awal-awal tahun dan menghambat proses produksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Harus Mobil Nasional Berbasis Elektrifikasi?

Sebelumnya Nikkei Asia menyebutkan bahwa Toyota telah tiga tahun belakangan ini selalu jadi pabrikan mobil paling laris di dunia. Pada 2022 mereka berhasil mengalahkan Volkswagen dengan capaian penjualan mobil mencapai 10.483.000 juta unit.
Angka itu berhasil mengalahkan capaian penjualan Volkswagen yang hanya bisa menjual sebanyal 8.260.000 unit mobil ke seluruh dunia.

BACA JUGA:
Rekomendasi Mobil Hatchback Murah di Bawah Rp100 Juta

Capaian itu juga membungkam kritik yang memprediksi Toyota bakal kesulitan berjualan karena adanya tren mobil listrik. Banyak yang menduga penjualan Toyota bakal tergerus karena banyak prang yang sudah beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik.
Hanya saja saat ini penjualan mobil listrik justru melemah. Chairman Toyota Akio Toyoda bahkan sudah memprediksi kondisi itu dan mengatakan bahwa pendiriannya untuk tidak habis-habisan membuat mobil listrik ternyata benar.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAwNy81L3g4cDg3bnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Toyota terus memimpin penjualan mobil di seluruh dunia pada 2023 dengan capaian 5.596.183 unit.
Capaian itu tergolong fantastis mengingat saat ini pasar di wilayah Asia seperti Indonesia dan Thailand melemah.
Dilaporkan Carsifu, Selasa (31/10/2023),Toyota justru mendapatkan peningkatan penjualan yang sangat besar di wilayah lainnya. Contoh di Afrika dengan peningkatan penjualan yang mencapai 22 persen. Begitu juga dengan di Timur Tengah dengan peningkatan 17 persen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inilah Jenis Baterai Mobil Listrik dan Karakteristiknya

Wilayah lain seperti Amerika Serikat dan Eropa juga berkontribusi sangat baik. Amerika Serikat meningkat 9,4 persen dan Eropa di angka 7 persen.
Peningkatan penjualan terendah terjadi di China karena hanya mencapai satu persen. Itu terjadi karena adanya peralihan ke mobil listrik.
Di Jepang, Toyota juga masih sangat mendominasi pasar domestik. Toyota dianggap berhasil mengatasi krisis semikonduktor yang terjadi awal-awal tahun dan menghambat proses produksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Harus Mobil Nasional Berbasis Elektrifikasi?

Sebelumnya Nikkei Asia menyebutkan bahwa Toyota telah tiga tahun belakangan ini selalu jadi pabrikan mobil paling laris di dunia. Pada 2022 mereka berhasil mengalahkan Volkswagen dengan capaian penjualan mobil mencapai 10.483.000 juta unit.
Angka itu berhasil mengalahkan capaian penjualan Volkswagen yang hanya bisa menjual sebanyal 8.260.000 unit mobil ke seluruh dunia.

BACA JUGA:
Rekomendasi Mobil Hatchback Murah di Bawah Rp100 Juta

Capaian itu juga membungkam kritik yang memprediksi Toyota bakal kesulitan berjualan karena adanya tren mobil listrik. Banyak yang menduga penjualan Toyota bakal tergerus karena banyak prang yang sudah beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik.
Hanya saja saat ini penjualan mobil listrik justru melemah. Chairman Toyota Akio Toyoda bahkan sudah memprediksi kondisi itu dan mengatakan bahwa pendiriannya untuk tidak habis-habisan membuat mobil listrik ternyata benar.</content:encoded></item></channel></rss>
