<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Sudah Kumpulkan Banyak Sampel Asteroid Bennu di Kapsul OSIRIS-REx</title><description>NASA melaporkan bahwa 70,3 gram debu dan batu yang dibawa kembali oleh wahana antariksa OSIRIS-REx dari asteroid Bennu telah diproses.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/25/56/2908216/nasa-sudah-kumpulkan-banyak-sampel-asteroid-bennu-di-kapsul-osiris-rex</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/25/56/2908216/nasa-sudah-kumpulkan-banyak-sampel-asteroid-bennu-di-kapsul-osiris-rex"/><item><title>NASA Sudah Kumpulkan Banyak Sampel Asteroid Bennu di Kapsul OSIRIS-REx</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/25/56/2908216/nasa-sudah-kumpulkan-banyak-sampel-asteroid-bennu-di-kapsul-osiris-rex</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/25/56/2908216/nasa-sudah-kumpulkan-banyak-sampel-asteroid-bennu-di-kapsul-osiris-rex</guid><pubDate>Rabu 25 Oktober 2023 20:59 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/25/56/2908216/nasa-sudah-kumpulkan-banyak-sampel-asteroid-bennu-di-kapsul-osiris-rex-5irFRb4bgO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proses identifikasi debu dan batu di kapsil Osiris-REx (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/25/56/2908216/nasa-sudah-kumpulkan-banyak-sampel-asteroid-bennu-di-kapsul-osiris-rex-5irFRb4bgO.jpg</image><title>Proses identifikasi debu dan batu di kapsil Osiris-REx (Foto: NASA)</title></images><description>WASHINGTON DC &amp;ndash; NASA melaporkan bahwa 70,3 gram debu dan batu yang dibawa kembali oleh wahana antariksa OSIRIS-REx dari asteroid Bennu telah diproses. Hal ini menunjukkan bahwa target misi untuk membawa pulang 60 gram material asteroid ke Bumi telah jauh terlampaui.
Dilansir dari Endgadget, Rabu (25/10/2023), kapsul sampel utama asteroid Bennu yang dibawa kembali ke Bumi pada bulan September, sulit dibuka oleh para ilmuwan NASA. Mereka tampak kesulitan untuk membuka Mekanisme Akuisisi Sampel Touch-dan-Go (TAGSAM) dari misi tersebut, bahkan dua dari tiga puluh lima baut misi tidak dapat dilepas dengan alat yang mereka miliki.

BACA JUGA:
Gak Cuma Game, Laptop ROG Punya 4 Fitur yang Dapat Optimalkan Penggunaan AI

Untuk mencegah kontaminasi atau paparan ke atmosfer di Bumi para ilmuwan memproses sampel di dalam kotak sarung tangan yang dirancang khusus dan dialiri nitrogen. Selain itu, mereka tidak bisa menggunakan sembarang alat untuk membuka baut kapsul tersebut.
Alat tersebut harus muat di dalam kotak sarung tangan tanpa mengorbankan kualitas sampel. NASA telah menyegel sampel kapsul utama untuk sementara waktu, sementara mereka mengembangkan prosedur untuk dapat membukanya dalam beberapa minggu ke depan.

BACA JUGA:
Ini Bocoran dan Spesifikasi Utama Huawei Nova 11 SE

Lantas, jika wadah tersebut masih belum terbuka, dari mana 70,3 gram batu dan debu itu berasal?
Sampel tersebut ternyata dikumpulkan sebagian oleh NASA dari kapsul sampel eksternal yang berada di luar TAGSAM itu sendiri. Selain itu, ada juga sebagian kecil sampel yang diekstraksi dari TAGSAM dengan menggunakan sendok atau pinset untuk menjangkau bagian dalam sambil menahan penutup mylar.Data yang mereka dapatkan tersebut dipublikasikan awal bulan ini. Analisis awal NASA terhadap data tersebut menunjukkan bukti adanya air dan kandungan karbon yang tinggi. Penyelidikan lebih lanjut dapat menjelaskan asal-usul kehidupan di Bumi.
Bada antariksa AS berencana untuk terus &quot;mengkarakterisasi&quot; dan menganalisis kerikil dan debu yang telah diekstraksi dari kapsul sampel, Meski TAGSAM masih tersegel. Sebagai hasilnya, kita mungkin akan menemukan lebih banyak detail mengenai sampel tersebut ke depannya. (Taja Aurora Bianca)</description><content:encoded>WASHINGTON DC &amp;ndash; NASA melaporkan bahwa 70,3 gram debu dan batu yang dibawa kembali oleh wahana antariksa OSIRIS-REx dari asteroid Bennu telah diproses. Hal ini menunjukkan bahwa target misi untuk membawa pulang 60 gram material asteroid ke Bumi telah jauh terlampaui.
Dilansir dari Endgadget, Rabu (25/10/2023), kapsul sampel utama asteroid Bennu yang dibawa kembali ke Bumi pada bulan September, sulit dibuka oleh para ilmuwan NASA. Mereka tampak kesulitan untuk membuka Mekanisme Akuisisi Sampel Touch-dan-Go (TAGSAM) dari misi tersebut, bahkan dua dari tiga puluh lima baut misi tidak dapat dilepas dengan alat yang mereka miliki.

BACA JUGA:
Gak Cuma Game, Laptop ROG Punya 4 Fitur yang Dapat Optimalkan Penggunaan AI

Untuk mencegah kontaminasi atau paparan ke atmosfer di Bumi para ilmuwan memproses sampel di dalam kotak sarung tangan yang dirancang khusus dan dialiri nitrogen. Selain itu, mereka tidak bisa menggunakan sembarang alat untuk membuka baut kapsul tersebut.
Alat tersebut harus muat di dalam kotak sarung tangan tanpa mengorbankan kualitas sampel. NASA telah menyegel sampel kapsul utama untuk sementara waktu, sementara mereka mengembangkan prosedur untuk dapat membukanya dalam beberapa minggu ke depan.

BACA JUGA:
Ini Bocoran dan Spesifikasi Utama Huawei Nova 11 SE

Lantas, jika wadah tersebut masih belum terbuka, dari mana 70,3 gram batu dan debu itu berasal?
Sampel tersebut ternyata dikumpulkan sebagian oleh NASA dari kapsul sampel eksternal yang berada di luar TAGSAM itu sendiri. Selain itu, ada juga sebagian kecil sampel yang diekstraksi dari TAGSAM dengan menggunakan sendok atau pinset untuk menjangkau bagian dalam sambil menahan penutup mylar.Data yang mereka dapatkan tersebut dipublikasikan awal bulan ini. Analisis awal NASA terhadap data tersebut menunjukkan bukti adanya air dan kandungan karbon yang tinggi. Penyelidikan lebih lanjut dapat menjelaskan asal-usul kehidupan di Bumi.
Bada antariksa AS berencana untuk terus &quot;mengkarakterisasi&quot; dan menganalisis kerikil dan debu yang telah diekstraksi dari kapsul sampel, Meski TAGSAM masih tersegel. Sebagai hasilnya, kita mungkin akan menemukan lebih banyak detail mengenai sampel tersebut ke depannya. (Taja Aurora Bianca)</content:encoded></item></channel></rss>
