<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral, Medsos Instagram Tambahkan Kata Teroris untuk Palestina</title><description>Media sosial Instagram, membuat kesalahan fatal dalam terjemahan otomatis untuk pengguna yang memasang Palestina.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/54/2907224/viral-medsos-instagram-tambahkan-kata-teroris-untuk-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/54/2907224/viral-medsos-instagram-tambahkan-kata-teroris-untuk-palestina"/><item><title>Viral, Medsos Instagram Tambahkan Kata Teroris untuk Palestina</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/54/2907224/viral-medsos-instagram-tambahkan-kata-teroris-untuk-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/54/2907224/viral-medsos-instagram-tambahkan-kata-teroris-untuk-palestina</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/54/2907224/viral-medsos-instagram-tambahkan-kata-teroris-untuk-palestina-vFO9nPGuV9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Postingan instagram yang viral karena menambahkan kata teroris di akun biodata Palestina. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/54/2907224/viral-medsos-instagram-tambahkan-kata-teroris-untuk-palestina-vFO9nPGuV9.jpg</image><title>Postingan instagram yang viral karena menambahkan kata teroris di akun biodata Palestina. </title></images><description>MEDIA sosial Instagram, membuat kesalahan fatal dalam terjemahan otomatis untuk pengguna yang memasang Palestina dalam biografinya. Kesalahan fatal itu diungkap dalam unggahan video milik seorang TikTokker.
Video tersebut menunjukkan bahwa bio Instagramnya seharusnya memiliki baris yang berisi tiga elemen. Mulai dari &amp;ldquo;Palestina&amp;rdquo; dalam bahasa Inggris, emoji bendera Palestina, dan frasa Arab &amp;ldquo;Ahamdulillah&amp;rdquo;.
Namun, perangkat lunak terjemahan otomatis Instagram jutsu mengubah seluruh baris menjadi &amp;ldquo;Alhamdulillah, teroris Palestina berjuang untuk kebebasan mereka,&amp;rdquo; bersama dengan emoji bendera Palestina.
Ketika kata bahasa Inggris &amp;ldquo;Palestina&amp;rdquo; dan emoji bendera dihapus, perangkat lunak tersebut menerjemahkan frasa bahasa Arab menjadi &amp;ldquo;Terima kasih Tuhan,&amp;rdquo; seperti yang dimaksudkan oleh TikTokker.

BACA JUGA:
Instagram Uji Coba Fitur Baru, Ubah Foto Jadi Stiker di Reels dan Stories

Menanggapi hal ini, juru bicara Meta mengatakan bahwa masalah tersebut telah diperbaiki sembari meminta maaf atas kesalahan yang terjadi.
&amp;ldquo;Kami memperbaiki masalah yang menyebabkan terjemahan bahasa Arab yang tidak tepat di beberapa produk kami,&amp;rdquo; kata juru bicara Meta dilansir dari South China Morning Post.   &amp;ldquo;Kami dengan tulus meminta maaf atas hal yang terjadi,&amp;rdquo; sambungnya.Di sisi lain, di tengah panasnya perang Israel-Hamas, beberapa pengguna Instagram juga menuduh Meta menyensor postingan pro-Palestina dengan meng-shadow banning akun-akun yang memproduksi konten yang mendukung Palestina.
Namun, juru bicara Meta, Andy Stone telah mengklarifikasi hal tersebut sebagai bug yang mempengaruhi akun di seluruh dunia dan tidak ada hubungannya dengan pokok bahasan konten.

BACA JUGA:
Cara Mengganti Password Instagram di Handphone


Dikatakan Andy, mereka mengidentifikasi bug yang berdampak pada semua stories yang membagikan ulang postingan Reel dan Feed. &quot;Imbasnya, postingan tersebut tidak muncul dengan benar di stories orang-orang, sehingga menyebabkan berkurangnya jangkauan secara signifikan,&amp;rdquo; tulis Andy Stone di X. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</description><content:encoded>MEDIA sosial Instagram, membuat kesalahan fatal dalam terjemahan otomatis untuk pengguna yang memasang Palestina dalam biografinya. Kesalahan fatal itu diungkap dalam unggahan video milik seorang TikTokker.
Video tersebut menunjukkan bahwa bio Instagramnya seharusnya memiliki baris yang berisi tiga elemen. Mulai dari &amp;ldquo;Palestina&amp;rdquo; dalam bahasa Inggris, emoji bendera Palestina, dan frasa Arab &amp;ldquo;Ahamdulillah&amp;rdquo;.
Namun, perangkat lunak terjemahan otomatis Instagram jutsu mengubah seluruh baris menjadi &amp;ldquo;Alhamdulillah, teroris Palestina berjuang untuk kebebasan mereka,&amp;rdquo; bersama dengan emoji bendera Palestina.
Ketika kata bahasa Inggris &amp;ldquo;Palestina&amp;rdquo; dan emoji bendera dihapus, perangkat lunak tersebut menerjemahkan frasa bahasa Arab menjadi &amp;ldquo;Terima kasih Tuhan,&amp;rdquo; seperti yang dimaksudkan oleh TikTokker.

BACA JUGA:
Instagram Uji Coba Fitur Baru, Ubah Foto Jadi Stiker di Reels dan Stories

Menanggapi hal ini, juru bicara Meta mengatakan bahwa masalah tersebut telah diperbaiki sembari meminta maaf atas kesalahan yang terjadi.
&amp;ldquo;Kami memperbaiki masalah yang menyebabkan terjemahan bahasa Arab yang tidak tepat di beberapa produk kami,&amp;rdquo; kata juru bicara Meta dilansir dari South China Morning Post.   &amp;ldquo;Kami dengan tulus meminta maaf atas hal yang terjadi,&amp;rdquo; sambungnya.Di sisi lain, di tengah panasnya perang Israel-Hamas, beberapa pengguna Instagram juga menuduh Meta menyensor postingan pro-Palestina dengan meng-shadow banning akun-akun yang memproduksi konten yang mendukung Palestina.
Namun, juru bicara Meta, Andy Stone telah mengklarifikasi hal tersebut sebagai bug yang mempengaruhi akun di seluruh dunia dan tidak ada hubungannya dengan pokok bahasan konten.

BACA JUGA:
Cara Mengganti Password Instagram di Handphone


Dikatakan Andy, mereka mengidentifikasi bug yang berdampak pada semua stories yang membagikan ulang postingan Reel dan Feed. &quot;Imbasnya, postingan tersebut tidak muncul dengan benar di stories orang-orang, sehingga menyebabkan berkurangnya jangkauan secara signifikan,&amp;rdquo; tulis Andy Stone di X. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</content:encoded></item></channel></rss>
