<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toyota Bakal Adopsi Teknologi Mobil Listrik Tesla, Kenapa?</title><description>Toyota Motor Corporation mengatakan bakal menggunakan teknologi pengisian baterai Tesla, dalam mengembangkan mobil listrik terbaru.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/52/2907215/toyota-bakal-adopsi-teknologi-mobil-listrik-tesla-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/52/2907215/toyota-bakal-adopsi-teknologi-mobil-listrik-tesla-kenapa"/><item><title>Toyota Bakal Adopsi Teknologi Mobil Listrik Tesla, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/52/2907215/toyota-bakal-adopsi-teknologi-mobil-listrik-tesla-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/24/52/2907215/toyota-bakal-adopsi-teknologi-mobil-listrik-tesla-kenapa</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/52/2907215/toyota-bakal-adopsi-teknologi-mobil-listrik-tesla-kenapa-HoAaJiUNZq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/52/2907215/toyota-bakal-adopsi-teknologi-mobil-listrik-tesla-kenapa-HoAaJiUNZq.jpg</image><title>Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY2MC81L3g4cDF6Zmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Toyota Motor Corporation mengatakan bakal menggunakan teknologi pengisian baterai Tesla, dalam mengembangkan mobil listrik terbaru.
Langkah ini diambil guna memperluas pasar, khsusunya di Amerika Utara pada 2025.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Viral! Nongkrong di Atas Motor, Wanita Muda Ini Ditabrak Mobil Fortuner hingga Terpental&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Alasan Toyota mengadopsi teknologi tersebut, untuk mempermudah konsumen mereka dalam mengisi daya mobil listrik pada 12.000 Tesla Supercharger yang tersebar di seluruh Amerika.&amp;nbsp;
Sedangkan untuk model lama, Toyota akan melengkapi dengan perangkat Combined Charging System (CCS). Itu merupakan sebuah adaptor agar soket pada mobil sesuai dengan colokan pada Tesla Supercharger.
Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Amerika Serikat. Begitu juga dengan Toyota yang mengharapkan mobil listrik mereka dapat diterima dengan baik setelah tertinggal dari kompetitornya.
Melansir Japantimes, Selasa (24/10/2023), produsen mobil global, termasuk General Motors dan Mercedes-Benz, juga memutuskan untuk mengadopsi standar Tesla untuk wilayah tersebut. Perusahaan asal Jepang, Nissan dan Honda, juga memutuskan untuk memanfaatkan jaringan pengisian daya Tesla.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tips Memilih Aki Mobil yang Tepat, Nomor 7 Wajib Diperhatikan

Bukan tanpa upaya, industri otomotif Jepang telah mempromosikan penggunaan standar CHAdeMO. Teknologi itu dikembangkan oleh perusahaan Jepang dan digunakan secara luas di pasar dalam negeri mereka.
Namun, Tesla terus melakukan pengembangan yang membuat para rivalnya tertinggal dalam hal kendaraan listrik. Hal ini memaksa para kompetitor untuk mengikuti jejaknya agar bisa mengimbangi pergerakan perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat itu.
Seperti diketahui, Toyota merupakan sebuah perusahaan yang menawarkan beragam model kendaraan elektrifikasi. Ini sejalan dengan konsep multi-pathway yang mereka usung, demi memberikan banyak pilihan ke konsumen.Bukan hanya mobil lsitrik murni yang ditawarkan oleh Toyota untuk memangkas emisi dari kendaraan, tapi juga penggunaan teknologi hybrid. Bahkan, saat ini mereka sedang mengembangkan mobil bertenaga hidrogen.

BACA JUGA:
3 Cara Cek Biaya Pajak Mobil lewat HP, Nggak Pake Lama

Kendati begitu, Toyota juga mulai fokus pada pengembangan mobil listrik sejalan dengan tuntutan di beberapa negara. Produsen asal Jepang itu juga sedang merancang baterai berteknologi tinggi yang bisa menempuh jarak hingga 1.000 km.
Untuk memperlancar gagasan tersebut, Toyota menggandeng Idemitsu untuk melakukan pengembangan dan memproduksinya. Jika berhasil, baterai tersebut juga bisa dijual ke produsen lain sehingga bisa memberi kuntungan kepada perusahaan.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY2MC81L3g4cDF6Zmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Toyota Motor Corporation mengatakan bakal menggunakan teknologi pengisian baterai Tesla, dalam mengembangkan mobil listrik terbaru.
Langkah ini diambil guna memperluas pasar, khsusunya di Amerika Utara pada 2025.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Viral! Nongkrong di Atas Motor, Wanita Muda Ini Ditabrak Mobil Fortuner hingga Terpental&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Alasan Toyota mengadopsi teknologi tersebut, untuk mempermudah konsumen mereka dalam mengisi daya mobil listrik pada 12.000 Tesla Supercharger yang tersebar di seluruh Amerika.&amp;nbsp;
Sedangkan untuk model lama, Toyota akan melengkapi dengan perangkat Combined Charging System (CCS). Itu merupakan sebuah adaptor agar soket pada mobil sesuai dengan colokan pada Tesla Supercharger.
Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Amerika Serikat. Begitu juga dengan Toyota yang mengharapkan mobil listrik mereka dapat diterima dengan baik setelah tertinggal dari kompetitornya.
Melansir Japantimes, Selasa (24/10/2023), produsen mobil global, termasuk General Motors dan Mercedes-Benz, juga memutuskan untuk mengadopsi standar Tesla untuk wilayah tersebut. Perusahaan asal Jepang, Nissan dan Honda, juga memutuskan untuk memanfaatkan jaringan pengisian daya Tesla.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tips Memilih Aki Mobil yang Tepat, Nomor 7 Wajib Diperhatikan

Bukan tanpa upaya, industri otomotif Jepang telah mempromosikan penggunaan standar CHAdeMO. Teknologi itu dikembangkan oleh perusahaan Jepang dan digunakan secara luas di pasar dalam negeri mereka.
Namun, Tesla terus melakukan pengembangan yang membuat para rivalnya tertinggal dalam hal kendaraan listrik. Hal ini memaksa para kompetitor untuk mengikuti jejaknya agar bisa mengimbangi pergerakan perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat itu.
Seperti diketahui, Toyota merupakan sebuah perusahaan yang menawarkan beragam model kendaraan elektrifikasi. Ini sejalan dengan konsep multi-pathway yang mereka usung, demi memberikan banyak pilihan ke konsumen.Bukan hanya mobil lsitrik murni yang ditawarkan oleh Toyota untuk memangkas emisi dari kendaraan, tapi juga penggunaan teknologi hybrid. Bahkan, saat ini mereka sedang mengembangkan mobil bertenaga hidrogen.

BACA JUGA:
3 Cara Cek Biaya Pajak Mobil lewat HP, Nggak Pake Lama

Kendati begitu, Toyota juga mulai fokus pada pengembangan mobil listrik sejalan dengan tuntutan di beberapa negara. Produsen asal Jepang itu juga sedang merancang baterai berteknologi tinggi yang bisa menempuh jarak hingga 1.000 km.
Untuk memperlancar gagasan tersebut, Toyota menggandeng Idemitsu untuk melakukan pengembangan dan memproduksinya. Jika berhasil, baterai tersebut juga bisa dijual ke produsen lain sehingga bisa memberi kuntungan kepada perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
