<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Listrik Berukuran Kecil di Dominasi China, Harga 58 Persen Lebih Murah</title><description>Perkembangan otomotif berjalan seiring dengan perkembangan teknologi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/23/52/2906602/mobil-listrik-berukuran-kecil-di-dominasi-china-harga-58-persen-lebih-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/23/52/2906602/mobil-listrik-berukuran-kecil-di-dominasi-china-harga-58-persen-lebih-murah"/><item><title>Mobil Listrik Berukuran Kecil di Dominasi China, Harga 58 Persen Lebih Murah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/23/52/2906602/mobil-listrik-berukuran-kecil-di-dominasi-china-harga-58-persen-lebih-murah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/23/52/2906602/mobil-listrik-berukuran-kecil-di-dominasi-china-harga-58-persen-lebih-murah</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/52/2906602/mobil-listrik-berukuran-kecil-di-dominasi-china-harga-58-persen-lebih-murah-0Id4doHBQO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/52/2906602/mobil-listrik-berukuran-kecil-di-dominasi-china-harga-58-persen-lebih-murah-0Id4doHBQO.jpg</image><title>Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjYxOC81L3g4cDE3NDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perkembangan otomotif berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Saat ini, transisi dari mobil bensin ke mobil listrik telah membentuk ulang industri otomotif  secara global.
Pasalnya, hampir semua komponen di mobil berubah. Perubahan ini terjadi mulai dari konsep, produksi, pengembangan, hingga cara pengemudi mengendarai mobilnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mendag Zulhas Ajak Pabrikan Mobil Listrik China Ini Investasi di Indonesia

Melansir motor1, Senin (23/10/2023), berbagai negara dan produsen sudah siap untuk menghadapi perubahan ini. Beberapa produsen menganggap bahwa mobil jenis SUV dan Premium lebih mudah beradaptasi dengan power train yang baru.
Di sisi lain, mobil yang berbentuk kecil justru mengalami lebih banyak tantangan. Salah satu adalah masalah harga. Hal ini dikarenakan harga baterai untuk mobil mewah maupun mobil kecil sama saja. Dengan begitu, para produsen mobil kesulitan untuk memasarkan mobil kecil dengan harga murah.
Pada awal 2023, Amerika Serikat tercatat hanya memproduksi dua jenis EV kecil yakni Chevrolet Bolt EV dan Mini Electric. Selanjutnya, Eropa tercatat memproduksi 18 EV kecil. Sementara itu, produksi EV kecil dikuasai oleh China dengan jumlah 34 model.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pabrik Baterai Beroperasi Tahun Depan, Mampu Suplai Kebutuhan 150 Ribu Unit Mobil Listrik

Lantas apa yang akan terjadi mobil kecil di masa depan? Terdapat dua kemungkinan. Di satu sisi, EV kecil yang diproduksi di Eropa dapat bertahan jika mereka mampu menurunkan biaya baterai.
Eropa sendiri merupakan wilayah dengan biaya produksi mobil termahal. Tak hanya itu, pemerintah Eropa juga memerintahkan berbagai produsennya untuk berhenti memproduksi EV kecil atau memindahkan produksinya ke luar Eropa.
Di sisi lain, ketika pemerintah menekankan produsen Eropa untuk memindahkan produksinya ke luar Eropa, maka ini akan menjadi peluang emas bagi China.&amp;nbsp;
China sendiri telah dikenal sebagai negara yang mampu memproduksi mobil listrik dengan harga murah. Hal tersebut terjadi akibat komitmen pemerintah China terhadap perkembangan mobil listrik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Canggih, Jepang Mulai Uji Coba Cas Nirkabel untuk Mobil Listrik

Sebagai tambahan, harga EV kecil produksi China 58% lebih murah dibandingkan dengan produksi non-China. Dengan begitu, China memiliki peluang besar untuk mengguncang pasar luar negeri.
Oleh karena itu, EV kecil yang diproduksi di Eropa akan hancur apabila biaya produksinya tidak dapat dikurangi. Selain itu, peraturan tentang batasan mobil China yang masuk ke wilayah Eropa harus segera diterapkan agar produsen Eropa dapat bersaing tanpa adanya pengaruh China.

Alvitho Devano&amp;nbsp;</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjYxOC81L3g4cDE3NDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perkembangan otomotif berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Saat ini, transisi dari mobil bensin ke mobil listrik telah membentuk ulang industri otomotif  secara global.
Pasalnya, hampir semua komponen di mobil berubah. Perubahan ini terjadi mulai dari konsep, produksi, pengembangan, hingga cara pengemudi mengendarai mobilnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mendag Zulhas Ajak Pabrikan Mobil Listrik China Ini Investasi di Indonesia

Melansir motor1, Senin (23/10/2023), berbagai negara dan produsen sudah siap untuk menghadapi perubahan ini. Beberapa produsen menganggap bahwa mobil jenis SUV dan Premium lebih mudah beradaptasi dengan power train yang baru.
Di sisi lain, mobil yang berbentuk kecil justru mengalami lebih banyak tantangan. Salah satu adalah masalah harga. Hal ini dikarenakan harga baterai untuk mobil mewah maupun mobil kecil sama saja. Dengan begitu, para produsen mobil kesulitan untuk memasarkan mobil kecil dengan harga murah.
Pada awal 2023, Amerika Serikat tercatat hanya memproduksi dua jenis EV kecil yakni Chevrolet Bolt EV dan Mini Electric. Selanjutnya, Eropa tercatat memproduksi 18 EV kecil. Sementara itu, produksi EV kecil dikuasai oleh China dengan jumlah 34 model.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pabrik Baterai Beroperasi Tahun Depan, Mampu Suplai Kebutuhan 150 Ribu Unit Mobil Listrik

Lantas apa yang akan terjadi mobil kecil di masa depan? Terdapat dua kemungkinan. Di satu sisi, EV kecil yang diproduksi di Eropa dapat bertahan jika mereka mampu menurunkan biaya baterai.
Eropa sendiri merupakan wilayah dengan biaya produksi mobil termahal. Tak hanya itu, pemerintah Eropa juga memerintahkan berbagai produsennya untuk berhenti memproduksi EV kecil atau memindahkan produksinya ke luar Eropa.
Di sisi lain, ketika pemerintah menekankan produsen Eropa untuk memindahkan produksinya ke luar Eropa, maka ini akan menjadi peluang emas bagi China.&amp;nbsp;
China sendiri telah dikenal sebagai negara yang mampu memproduksi mobil listrik dengan harga murah. Hal tersebut terjadi akibat komitmen pemerintah China terhadap perkembangan mobil listrik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Canggih, Jepang Mulai Uji Coba Cas Nirkabel untuk Mobil Listrik

Sebagai tambahan, harga EV kecil produksi China 58% lebih murah dibandingkan dengan produksi non-China. Dengan begitu, China memiliki peluang besar untuk mengguncang pasar luar negeri.
Oleh karena itu, EV kecil yang diproduksi di Eropa akan hancur apabila biaya produksinya tidak dapat dikurangi. Selain itu, peraturan tentang batasan mobil China yang masuk ke wilayah Eropa harus segera diterapkan agar produsen Eropa dapat bersaing tanpa adanya pengaruh China.

Alvitho Devano&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
