<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejumlah Startup Teknologi Palestina Hadapi Krisis di Tengah Perang</title><description>Sejumlah startup teknologi Palestina mengakui tengah berhadapan dengan krisis nyata di tengah konflik Israel-Hamas.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/22/54/2906077/sejumlah-startup-teknologi-palestina-hadapi-krisis-di-tengah-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/22/54/2906077/sejumlah-startup-teknologi-palestina-hadapi-krisis-di-tengah-perang"/><item><title>Sejumlah Startup Teknologi Palestina Hadapi Krisis di Tengah Perang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/22/54/2906077/sejumlah-startup-teknologi-palestina-hadapi-krisis-di-tengah-perang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/22/54/2906077/sejumlah-startup-teknologi-palestina-hadapi-krisis-di-tengah-perang</guid><pubDate>Minggu 22 Oktober 2023 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/22/54/2906077/sejumlah-startup-teknologi-palestina-hadapi-krisis-di-tengah-perang-zjEr05IFMl.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Startup Palestina alami krisis perang (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/22/54/2906077/sejumlah-startup-teknologi-palestina-hadapi-krisis-di-tengah-perang-zjEr05IFMl.JPG</image><title>Startup Palestina alami krisis perang (Foto: Reuters)</title></images><description>GAZA - Sejumlah startup teknologi Palestina akui tengah berhadapan dengan krisis nyata di tengah konflik Israel-Hamas. Hal ini berhubungan dengan titik konflik yang berpusat di wilayah Gaza yang sekaligus juga menjadi salah satu markas operasional dari sejumlah startup tersebut.&amp;nbsp;
Dilansir dari situs Forbes, Minggu (22/10/2023) salah satu pengakuan datang dari Ram Mere, pendiri Olivery. Startup teknologi penyedia logistik yang bekerjasama dengan hampir 100 negara di dunia tersebut diketahui mempekerjakan sebagian besar warga Palestina. Dengan segala keterbatasan di tengah perang yang terjadi, kabar dari para karyawan akhirnya tidak dapat dikonfirmasi hingga saat ini.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bikin Haru! Bocah Palestina yang Gemar Bikin Konten Game Ini Tewas Akibat Serangan Israel

&amp;ldquo;Mereka tidak punya internet, dan saya tidak yakin apakah dia masih hidup atau tidak,&amp;rdquo; kata Mere.
Di sisi lain, kerusakan infrastruktur seperti gedung operasional juga dialami oleh sejumlah startup di sekitar wilayah konflik. Banyak bangunan yang digunakan oleh para pekerja lepas IT di Gaza untuk melakukan pekerjaan untuk perusahaan internasional, termasuk kantor dan ruang kerja bersama, telah hancur.

BACA JUGA:
FYI, Perusahaan Teknologi Israel Ini Pernah Bidik Pasar Halal Indonesia dan Malaysia

Kantor pusat Gaza Sky Geeks, perusahaan teknologi yang didirikan pada tahun 2011 dengan dukungan dari induk Google, Alphabet, dan organisasi nirlaba Mercy Corp dilaporkan juga mengalami hal serupa. Mulai dari kondisi jendela yang pecah hingga abu yang menutupi jalan pada akhirnya menjadikan kegiatan operasional tim perusahaan tersebut di wilayah Gaza dihentikan.
Sangat disayangkan tentunya, mengingat lanskap startup teknologi Palestina sampai saat ini masih menjadi sektor yang mewakili peluang dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan tingkat pengangguran mencapai hampir 50% di Gaza, pekerjaan teknologi yang paling umum bagi penduduk terlatih adalah sebagai pekerja lepas TI online, dengan outsourcing mencakup sekitar 80% ada di sektor teknologi.Dengan adanya perang yang berdampak pada kegiatan operasional startup teknologi Palestina, terutama di wilayah Gaza pada akhirnya menjadikan perusahaan harus berhadapan dengan krisis berkelanjutan.

BACA JUGA:
7 Teknologi Buatan Israel yang Kita Pakai Sehari-Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini adalah perjuangan yang berkelanjutan ketika Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok,&amp;rdquo; kata Mohammad Alnobani, salah satu pendiri dan CEO The Middle Frame, sebuah platform gambar saham yang bertujuan untuk menghilangkan stereotip tentang dunia Arab. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</description><content:encoded>GAZA - Sejumlah startup teknologi Palestina akui tengah berhadapan dengan krisis nyata di tengah konflik Israel-Hamas. Hal ini berhubungan dengan titik konflik yang berpusat di wilayah Gaza yang sekaligus juga menjadi salah satu markas operasional dari sejumlah startup tersebut.&amp;nbsp;
Dilansir dari situs Forbes, Minggu (22/10/2023) salah satu pengakuan datang dari Ram Mere, pendiri Olivery. Startup teknologi penyedia logistik yang bekerjasama dengan hampir 100 negara di dunia tersebut diketahui mempekerjakan sebagian besar warga Palestina. Dengan segala keterbatasan di tengah perang yang terjadi, kabar dari para karyawan akhirnya tidak dapat dikonfirmasi hingga saat ini.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bikin Haru! Bocah Palestina yang Gemar Bikin Konten Game Ini Tewas Akibat Serangan Israel

&amp;ldquo;Mereka tidak punya internet, dan saya tidak yakin apakah dia masih hidup atau tidak,&amp;rdquo; kata Mere.
Di sisi lain, kerusakan infrastruktur seperti gedung operasional juga dialami oleh sejumlah startup di sekitar wilayah konflik. Banyak bangunan yang digunakan oleh para pekerja lepas IT di Gaza untuk melakukan pekerjaan untuk perusahaan internasional, termasuk kantor dan ruang kerja bersama, telah hancur.

BACA JUGA:
FYI, Perusahaan Teknologi Israel Ini Pernah Bidik Pasar Halal Indonesia dan Malaysia

Kantor pusat Gaza Sky Geeks, perusahaan teknologi yang didirikan pada tahun 2011 dengan dukungan dari induk Google, Alphabet, dan organisasi nirlaba Mercy Corp dilaporkan juga mengalami hal serupa. Mulai dari kondisi jendela yang pecah hingga abu yang menutupi jalan pada akhirnya menjadikan kegiatan operasional tim perusahaan tersebut di wilayah Gaza dihentikan.
Sangat disayangkan tentunya, mengingat lanskap startup teknologi Palestina sampai saat ini masih menjadi sektor yang mewakili peluang dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan tingkat pengangguran mencapai hampir 50% di Gaza, pekerjaan teknologi yang paling umum bagi penduduk terlatih adalah sebagai pekerja lepas TI online, dengan outsourcing mencakup sekitar 80% ada di sektor teknologi.Dengan adanya perang yang berdampak pada kegiatan operasional startup teknologi Palestina, terutama di wilayah Gaza pada akhirnya menjadikan perusahaan harus berhadapan dengan krisis berkelanjutan.

BACA JUGA:
7 Teknologi Buatan Israel yang Kita Pakai Sehari-Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ini adalah perjuangan yang berkelanjutan ketika Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok,&amp;rdquo; kata Mohammad Alnobani, salah satu pendiri dan CEO The Middle Frame, sebuah platform gambar saham yang bertujuan untuk menghilangkan stereotip tentang dunia Arab. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</content:encoded></item></channel></rss>
