<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Planet Raksasa Ini Pancarkan Cahaya Misterius, Pertanda Apa?</title><description>Planet yang memiliki ukuran delapan kali lebih besar dari Bumi, 55 Cancri e diketahui pancarkan sinyal cahaya misterius.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/21/56/2905602/planet-raksasa-ini-pancarkan-cahaya-misterius-pertanda-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/21/56/2905602/planet-raksasa-ini-pancarkan-cahaya-misterius-pertanda-apa"/><item><title>Planet Raksasa Ini Pancarkan Cahaya Misterius, Pertanda Apa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/21/56/2905602/planet-raksasa-ini-pancarkan-cahaya-misterius-pertanda-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/21/56/2905602/planet-raksasa-ini-pancarkan-cahaya-misterius-pertanda-apa</guid><pubDate>Sabtu 21 Oktober 2023 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/21/56/2905602/planet-raksasa-ini-pancarkan-cahaya-misterius-pertanda-apa-w6sV9ewXCG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi planet di luar angkasa. (Doc. Livescience)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/21/56/2905602/planet-raksasa-ini-pancarkan-cahaya-misterius-pertanda-apa-w6sV9ewXCG.jpg</image><title>Ilustrasi planet di luar angkasa. (Doc. Livescience)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMS8xLzE3MjUzMS81L3g4b3pwaHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Planet yang memiliki ukuran delapan kali lebih besar dari Bumi, 55 Cancri e diketahui pancarkan sinyal cahaya misterius.
Sebuah studi baru-baru ini mengungkap bahwa atmosfer yang tidak stabil menjadi salah satu penyebab dari sinyal cahaya misterius di planet tersebut.
Dilansir dari situs Live Science, Sabtu (21/10/2023) dalam sebuah catatan pada  September di Astrophysical Journal Letters, planet berbatu ini disebut memiliki suhu panas ekstrem.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OIKN: 5 Universitas Besar Minat Bangun Science Center di IKN

Pengamatan cahaya inframerah dengan Teleskop Luar Angkasa Spitzer bahkan menunjukkan sisi siang hari planet yang mencapai suhu lebih dari 4.400 derajat Fahrenheit (2.427 derajat Celcius). Sedangkan, sisi malam memiliki suhu yang lebih dingin, namun tetap mengerikan, yaitu sekitar 2.060 F (1127 C).
Lebih lanjut, planet juga kerap memuntahkan gas panas yang membentuk atmosfer. Namun, dengan suhu panas ekstrem tersebut, akhirnya atmosfer planet ini tidak dapat bertahan lama.
Pada suatu waktu, atmosfer dapat terbakar yang sekaligus menciptakan fenomena planet tanpa atmosfer. Dengan kata lain, berbeda dengan planet pada umumnya, planet yang berada di luar sistem tata surya ini memiliki atmosfer yang tidak stabil.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Petunjuk untuk Mengintip Kehidupan di Planet Mars Ternyata Ada di Bumi, Yakni Ganggang Berusia 3,5 Miliar Tahun

Di sisi lain, planet ini juga memiliki bintang induknya sendiri, yaitu Copernicus. Perkiraan jarak planet yang sangat dekat dengan bintang induknya kemudian menciptakan gerhana kecil ketika planet ini melintasi permukaan atau lewat dibelakang bintang induknya. Gerhana inilah yang kemudian tampak sebagai sinyal cahaya dari Bumi.
Akan tetapi, ada masanya ketika lewat di belakang bintang tidak ada cahaya tampak yang datang dari planet tersebut. Itulah mengapa sinyal cahaya hilang-timbul yang misterius dari planet  ini terus terjadi.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Planet Apa Sih yang Paling Dingin dalam Tata Surya? Cek Jawabannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Maka dari itu, ketidakseimbangan atmosfer beserta aktivitas mengorbit bintang induknya inilah yang kemudian diperkirakan menjadi alasan sinyal cahaya misterius ini terjadi.
Pada fase ini atau tanpa atmosfer, tidak ada cahaya tampak yang keluar dari atmosfer planet, meskipun permukaan planet yang panas masih memancarkan cahaya infra merah.
Kemudian, ketika atmosfer menggembung, baik cahaya tampak maupun seluruh radiasi yang datang dari permukaan akan muncul sebagai sinyal cahaya yang dimaksud.

Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMS8xLzE3MjUzMS81L3g4b3pwaHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Planet yang memiliki ukuran delapan kali lebih besar dari Bumi, 55 Cancri e diketahui pancarkan sinyal cahaya misterius.
Sebuah studi baru-baru ini mengungkap bahwa atmosfer yang tidak stabil menjadi salah satu penyebab dari sinyal cahaya misterius di planet tersebut.
Dilansir dari situs Live Science, Sabtu (21/10/2023) dalam sebuah catatan pada  September di Astrophysical Journal Letters, planet berbatu ini disebut memiliki suhu panas ekstrem.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OIKN: 5 Universitas Besar Minat Bangun Science Center di IKN

Pengamatan cahaya inframerah dengan Teleskop Luar Angkasa Spitzer bahkan menunjukkan sisi siang hari planet yang mencapai suhu lebih dari 4.400 derajat Fahrenheit (2.427 derajat Celcius). Sedangkan, sisi malam memiliki suhu yang lebih dingin, namun tetap mengerikan, yaitu sekitar 2.060 F (1127 C).
Lebih lanjut, planet juga kerap memuntahkan gas panas yang membentuk atmosfer. Namun, dengan suhu panas ekstrem tersebut, akhirnya atmosfer planet ini tidak dapat bertahan lama.
Pada suatu waktu, atmosfer dapat terbakar yang sekaligus menciptakan fenomena planet tanpa atmosfer. Dengan kata lain, berbeda dengan planet pada umumnya, planet yang berada di luar sistem tata surya ini memiliki atmosfer yang tidak stabil.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Petunjuk untuk Mengintip Kehidupan di Planet Mars Ternyata Ada di Bumi, Yakni Ganggang Berusia 3,5 Miliar Tahun

Di sisi lain, planet ini juga memiliki bintang induknya sendiri, yaitu Copernicus. Perkiraan jarak planet yang sangat dekat dengan bintang induknya kemudian menciptakan gerhana kecil ketika planet ini melintasi permukaan atau lewat dibelakang bintang induknya. Gerhana inilah yang kemudian tampak sebagai sinyal cahaya dari Bumi.
Akan tetapi, ada masanya ketika lewat di belakang bintang tidak ada cahaya tampak yang datang dari planet tersebut. Itulah mengapa sinyal cahaya hilang-timbul yang misterius dari planet  ini terus terjadi.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Planet Apa Sih yang Paling Dingin dalam Tata Surya? Cek Jawabannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Maka dari itu, ketidakseimbangan atmosfer beserta aktivitas mengorbit bintang induknya inilah yang kemudian diperkirakan menjadi alasan sinyal cahaya misterius ini terjadi.
Pada fase ini atau tanpa atmosfer, tidak ada cahaya tampak yang keluar dari atmosfer planet, meskipun permukaan planet yang panas masih memancarkan cahaya infra merah.
Kemudian, ketika atmosfer menggembung, baik cahaya tampak maupun seluruh radiasi yang datang dari permukaan akan muncul sebagai sinyal cahaya yang dimaksud.

Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana</content:encoded></item></channel></rss>
