<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Bot, X Mulai Uji Coba Berbayar bagi Pengguna Baru di Dua Negara Ini</title><description>X atau yang dulunya bernama Twitter, akan menerapkan sistem berbayar pada pengguna baru dan wajib diperbarui setahun sekali.
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/54/2903338/cegah-bot-x-mulai-uji-coba-berbayar-bagi-pengguna-baru-di-dua-negara-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/54/2903338/cegah-bot-x-mulai-uji-coba-berbayar-bagi-pengguna-baru-di-dua-negara-ini"/><item><title>Cegah Bot, X Mulai Uji Coba Berbayar bagi Pengguna Baru di Dua Negara Ini</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/54/2903338/cegah-bot-x-mulai-uji-coba-berbayar-bagi-pengguna-baru-di-dua-negara-ini</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/54/2903338/cegah-bot-x-mulai-uji-coba-berbayar-bagi-pengguna-baru-di-dua-negara-ini</guid><pubDate>Rabu 18 Oktober 2023 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/18/54/2903338/cegah-bot-x-mulai-uji-coba-berbayar-bagi-pengguna-baru-di-dua-negara-ini-PwM6mpagPw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">X uji coba berbayar untuk pengguna baru (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/18/54/2903338/cegah-bot-x-mulai-uji-coba-berbayar-bagi-pengguna-baru-di-dua-negara-ini-PwM6mpagPw.jpeg</image><title>X uji coba berbayar untuk pengguna baru (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - X, yang sebelumnya bernama Twitter, tampaknya serius untuk mencegah banyak peredaran bot atau pengguna pasif. Oleh sebab itu perusahaan milik Elon Musk tersebut akan menerapkan sistem berbayar pada pengguna baru dan wajib diperbarui setahun sekali.
Ya, sebelumnya layanan berbayar memang diterapkan oleh X sejak diambil alih oleh Elon Musk. Konglemerat itu menyebut kebijakan itu akan memerangi banyaknya akun bot di platform tersebut.

BACA JUGA:
Uni Eropa Peringatkan Elon Musk untuk Disinformasi Hamas di Twitter X

Nah, uji coba berbayar kali ini akan dilakukan pada dua negara, yakni Selandia Baru dan Filipina, dengan tarif 1 dolar AS atau setara Rp15.734 per tahun. Program ini dinamakan &amp;ldquo;Not A Bot&amp;rdquo; yang disebutkan untuk memerangi bot tanpa memblokir pengguna sungguhan.
Elon Musk juga pernah mengunggah cuitan di akun&amp;nbsp;Twitter-nya, bahwa memang benar untuk membaca saja tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi untuk menuliskan sesuatu atau menggunggah foto dan sebagainya harus membayar dengan cara berlangganan.

BACA JUGA:
Elon Musk Diselidiki Atas Pengambilalihan Twitter, SEC: Permintaan Kesaksian Sah-Sah Saja

&amp;ldquo;Benar, membaca gratis, tetapi $1/tahun untuk menulis. Ini satu-satunya cara untuk melawan bot tanpa memblokir pengguna sebenarnya. Ini tidak akan menghentikan bot sepenuhnya, tetapi akan 1000X lebih sulit memanipulasi platform,&amp;rdquo; tulis Musk.
Selain itu, pengguna baru di Selandia Baru dan Filipina harus memverifikasi akun mereka dengan nomor telepon.&amp;nbsp;Fortune&amp;nbsp;pertama kali melaporkan bahwa Musk akan menagih pengguna baru sebesar 1 dolar AS per tahun tak lama sebelum pengumuman X ditayangkan.Alasan X memberlakukan program berlangganan pada dua negara tersebut karena telah melihat lebih banyak aktivitas bot dibandingkan wilayah lainnya. Diyakini juga jauh lebih mudah untuk membuat banyak akun palsu melalui situs web.
Pengumuman yang dilakukan X tidak menjelaskan mengapa langganan 1 dolar AS per tahun untuk pemgguna baru hanya untuk yang bergabung melalui web, dan bukan aplikasi di smartphone, atau mengapa &amp;ldquo;Not A Bot&amp;rdquo; hanya diluncurkan di dua negara.

BACA JUGA:
Beri Peringatan Keras, Menkominfo Perintahkan Meta Bersihkan Konten Judi Online

Program baru ini merupakan tambahan dari langganan utama X sebesar 8 dolar AS atau setara Rp125.872 per bulan untuk centang biru. Musk sudah jelas sejak pengambilalihan Twitter bahwa menurutnya sistem langganan akan menghambat bot.
Meskipun diperkirakan persentase pengguna yang membayar sangat, sangat kecil. Sementara itu, Musk juga mengatakan tentang betapa waktu yang dihabiskan untuk X tidak pernah setinggi ini.</description><content:encoded>JAKARTA - X, yang sebelumnya bernama Twitter, tampaknya serius untuk mencegah banyak peredaran bot atau pengguna pasif. Oleh sebab itu perusahaan milik Elon Musk tersebut akan menerapkan sistem berbayar pada pengguna baru dan wajib diperbarui setahun sekali.
Ya, sebelumnya layanan berbayar memang diterapkan oleh X sejak diambil alih oleh Elon Musk. Konglemerat itu menyebut kebijakan itu akan memerangi banyaknya akun bot di platform tersebut.

BACA JUGA:
Uni Eropa Peringatkan Elon Musk untuk Disinformasi Hamas di Twitter X

Nah, uji coba berbayar kali ini akan dilakukan pada dua negara, yakni Selandia Baru dan Filipina, dengan tarif 1 dolar AS atau setara Rp15.734 per tahun. Program ini dinamakan &amp;ldquo;Not A Bot&amp;rdquo; yang disebutkan untuk memerangi bot tanpa memblokir pengguna sungguhan.
Elon Musk juga pernah mengunggah cuitan di akun&amp;nbsp;Twitter-nya, bahwa memang benar untuk membaca saja tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi untuk menuliskan sesuatu atau menggunggah foto dan sebagainya harus membayar dengan cara berlangganan.

BACA JUGA:
Elon Musk Diselidiki Atas Pengambilalihan Twitter, SEC: Permintaan Kesaksian Sah-Sah Saja

&amp;ldquo;Benar, membaca gratis, tetapi $1/tahun untuk menulis. Ini satu-satunya cara untuk melawan bot tanpa memblokir pengguna sebenarnya. Ini tidak akan menghentikan bot sepenuhnya, tetapi akan 1000X lebih sulit memanipulasi platform,&amp;rdquo; tulis Musk.
Selain itu, pengguna baru di Selandia Baru dan Filipina harus memverifikasi akun mereka dengan nomor telepon.&amp;nbsp;Fortune&amp;nbsp;pertama kali melaporkan bahwa Musk akan menagih pengguna baru sebesar 1 dolar AS per tahun tak lama sebelum pengumuman X ditayangkan.Alasan X memberlakukan program berlangganan pada dua negara tersebut karena telah melihat lebih banyak aktivitas bot dibandingkan wilayah lainnya. Diyakini juga jauh lebih mudah untuk membuat banyak akun palsu melalui situs web.
Pengumuman yang dilakukan X tidak menjelaskan mengapa langganan 1 dolar AS per tahun untuk pemgguna baru hanya untuk yang bergabung melalui web, dan bukan aplikasi di smartphone, atau mengapa &amp;ldquo;Not A Bot&amp;rdquo; hanya diluncurkan di dua negara.

BACA JUGA:
Beri Peringatan Keras, Menkominfo Perintahkan Meta Bersihkan Konten Judi Online

Program baru ini merupakan tambahan dari langganan utama X sebesar 8 dolar AS atau setara Rp125.872 per bulan untuk centang biru. Musk sudah jelas sejak pengambilalihan Twitter bahwa menurutnya sistem langganan akan menghambat bot.
Meskipun diperkirakan persentase pengguna yang membayar sangat, sangat kecil. Sementara itu, Musk juga mengatakan tentang betapa waktu yang dihabiskan untuk X tidak pernah setinggi ini.</content:encoded></item></channel></rss>
