<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kata WhatsApp: Hanya 3 dari 10 Orang Indonesia yang Gunakan Fitur Privasi</title><description>Banyak orang Indonesia yang sadar soal data privasi, tapi nyatanya tidak banyak dari mereka yang menggunakan fitur perlindungan di WhatsApp.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/16/2903811/kata-whatsapp-hanya-3-dari-10-orang-indonesia-yang-gunakan-fitur-privasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/16/2903811/kata-whatsapp-hanya-3-dari-10-orang-indonesia-yang-gunakan-fitur-privasi"/><item><title>Kata WhatsApp: Hanya 3 dari 10 Orang Indonesia yang Gunakan Fitur Privasi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/16/2903811/kata-whatsapp-hanya-3-dari-10-orang-indonesia-yang-gunakan-fitur-privasi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/18/16/2903811/kata-whatsapp-hanya-3-dari-10-orang-indonesia-yang-gunakan-fitur-privasi</guid><pubDate>Rabu 18 Oktober 2023 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/18/16/2903811/kata-whatsapp-hanya-3-dari-10-orang-indonesia-yang-gunakan-fitur-privasi-fNZkYh9WEY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">WhatsApp (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/18/16/2903811/kata-whatsapp-hanya-3-dari-10-orang-indonesia-yang-gunakan-fitur-privasi-fNZkYh9WEY.jpeg</image><title>WhatsApp (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan yang cukup populer di Indonesia. Menariknya ternyata hanya sedikit orang Indonesia yang menggunakan fitur perlindungan privasi mereka di WhatsApp.&amp;nbsp;
Baru-baru ini, WhatsApp mengadakan kuis privasi online untuk mengetahui seberapa besar orang Indonesia peduli dengan privasi pesan mereka dengan teman dan keluarga. Hasilnya, sebanyak 8 dari 10 orang Indonesia peduli dengan privasi pesan mereka.

BACA JUGA:
Cara Instal Ulang WhatsApp Tanpa Kehilangan Data

Menariknya dalam laporan yang dirilis, Rabu (18/10/2023), ternyata hanya 3 dari 10 orang Indonesia yang mengatakan bahwa mereka secara aktif menggunakan semua pengaturan privasi yang ditawarkan platform perpesanan.
Ironisnya kesadaran terhadap enkripsi end-to-end juga masih rendah, di mana hanya 3 dari 10 orang Indonesia yang menyatakan bahwa mereka menyadari hal tersebut.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Makin Aman, WhatsApp Passkey Dukung Deteksi Wajah dan Sidik Jari

Lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia menggunakan WhatsApp untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga. Di Indonesia, masyarakat menggunakannya beberapa kali setiap hari untuk menghubungi teman, membagikan momen favorit dengan grup keluarga, mengirim dan menerima foto serta video, hingga berbagi dokumen dengan kolega.&amp;nbsp;
Hasil kuis juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia waspada dalam melindungi diri dari penipuan pesan, di mana 7 dari 10 orang Indonesia tahu apa yang harus mereka lakukan jika dimasukkan ke dalam grup oleh orang asing yang tidak diinginkan.&amp;nbsp;Selain sederhana dan dapat diandalkan, WhatsApp juga bersifat pribadi. Secara bawaan, platform perpesanan ini terenkripsi dari ujung ke ujung. Hal ini berarti hanya Anda dan orang yang Anda kirimi pesan yang dapat melihat pesan Anda, tidak ada orang lain, bahkan WhatsApp.

BACA JUGA:
49 HP Android dan iPhone yang Tak Bisa Pakai WhatsApp

Tidak hanya terenkripsi secara end-to-end, WhatsApp juga menawarkan lapisan privasi tambahan, dengan fitur yang dapat Anda aktifkan, seperti Kunci Chat, Mengheningkan Penelepon Tidak Dikenal, dan Cadangan yang Terenkripsi.
Pengguna dapat memeriksa dan menyesuaikan pengaturan privasi mereka sendiri melalui akses di Pengaturan&amp;gt;Privasi&amp;gt;Pemeriksaan Privasi dalam aplikasi, sekaligus mengaktifkan fitur privasi dan keamanan yang paling sesuai bagi mereka.</description><content:encoded>JAKARTA - WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan yang cukup populer di Indonesia. Menariknya ternyata hanya sedikit orang Indonesia yang menggunakan fitur perlindungan privasi mereka di WhatsApp.&amp;nbsp;
Baru-baru ini, WhatsApp mengadakan kuis privasi online untuk mengetahui seberapa besar orang Indonesia peduli dengan privasi pesan mereka dengan teman dan keluarga. Hasilnya, sebanyak 8 dari 10 orang Indonesia peduli dengan privasi pesan mereka.

BACA JUGA:
Cara Instal Ulang WhatsApp Tanpa Kehilangan Data

Menariknya dalam laporan yang dirilis, Rabu (18/10/2023), ternyata hanya 3 dari 10 orang Indonesia yang mengatakan bahwa mereka secara aktif menggunakan semua pengaturan privasi yang ditawarkan platform perpesanan.
Ironisnya kesadaran terhadap enkripsi end-to-end juga masih rendah, di mana hanya 3 dari 10 orang Indonesia yang menyatakan bahwa mereka menyadari hal tersebut.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Makin Aman, WhatsApp Passkey Dukung Deteksi Wajah dan Sidik Jari

Lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia menggunakan WhatsApp untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga. Di Indonesia, masyarakat menggunakannya beberapa kali setiap hari untuk menghubungi teman, membagikan momen favorit dengan grup keluarga, mengirim dan menerima foto serta video, hingga berbagi dokumen dengan kolega.&amp;nbsp;
Hasil kuis juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia waspada dalam melindungi diri dari penipuan pesan, di mana 7 dari 10 orang Indonesia tahu apa yang harus mereka lakukan jika dimasukkan ke dalam grup oleh orang asing yang tidak diinginkan.&amp;nbsp;Selain sederhana dan dapat diandalkan, WhatsApp juga bersifat pribadi. Secara bawaan, platform perpesanan ini terenkripsi dari ujung ke ujung. Hal ini berarti hanya Anda dan orang yang Anda kirimi pesan yang dapat melihat pesan Anda, tidak ada orang lain, bahkan WhatsApp.

BACA JUGA:
49 HP Android dan iPhone yang Tak Bisa Pakai WhatsApp

Tidak hanya terenkripsi secara end-to-end, WhatsApp juga menawarkan lapisan privasi tambahan, dengan fitur yang dapat Anda aktifkan, seperti Kunci Chat, Mengheningkan Penelepon Tidak Dikenal, dan Cadangan yang Terenkripsi.
Pengguna dapat memeriksa dan menyesuaikan pengaturan privasi mereka sendiri melalui akses di Pengaturan&amp;gt;Privasi&amp;gt;Pemeriksaan Privasi dalam aplikasi, sekaligus mengaktifkan fitur privasi dan keamanan yang paling sesuai bagi mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
