<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbandingan Untung Perusahaan Minyak Vs Perusahaan Raksasa Teknologi, AI Bikin Cuan?</title><description>Dalam laporan terbaru, kecerdasan buatan menjadi alasan utama saham-saham teknologi terus meningkat tahun ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/17/54/2902964/perbandingan-untung-perusahaan-minyak-vs-perusahaan-raksasa-teknologi-ai-bikin-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/17/54/2902964/perbandingan-untung-perusahaan-minyak-vs-perusahaan-raksasa-teknologi-ai-bikin-cuan"/><item><title>Perbandingan Untung Perusahaan Minyak Vs Perusahaan Raksasa Teknologi, AI Bikin Cuan?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/17/54/2902964/perbandingan-untung-perusahaan-minyak-vs-perusahaan-raksasa-teknologi-ai-bikin-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/17/54/2902964/perbandingan-untung-perusahaan-minyak-vs-perusahaan-raksasa-teknologi-ai-bikin-cuan</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/54/2902964/perbandingan-untung-perusahaan-minyak-vs-perusahaan-raksasa-teknologi-ai-bikin-cuan-BfWPzVjXPi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keuntungan perusahaan teknologi dunia (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/54/2902964/perbandingan-untung-perusahaan-minyak-vs-perusahaan-raksasa-teknologi-ai-bikin-cuan-BfWPzVjXPi.jpg</image><title>Keuntungan perusahaan teknologi dunia (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Hanya tinggal satu minggu lagi sebelum laba perusahaan teknologi besar memulai musim laporan keuangan mereka. Salah satu perusahaan minyak yang memiliki pendapatan terbesar di dunia, Saudi Aramco, diketahui mengalami menurunan laba lebih 30% dari tahun lalu. Sementara itu, perusahaan-perusahaan teknologi besar terus mengejar keuntungan besar mereka.
Pada kuartal kedua, laba bersih Saudi Aramco mencapai 30,01 miliar dolar AS yang setara dengan Rp471 triliun. Meski terlihat memiliki keuntungan yang sangat tinggi, pendapatan untuk perusahaan minyak terbesar ini tengah mengalami penurunan yang drastis sejak satu tahun lalu. Sementara itu, laba bersih perusahaan teknologi terbesar di dunia ternyata belum bisa sebanding dengan perusahaan minyak tersebut.

BACA JUGA:
Cara Menghitung Jumlah Hari Berlalu dengan Pasangan di Google Viral di Tik Tok

Google, Microsoft, dan Apple memiliki perbandingan yang cukup jauh dengan Saudi Aramco. Google memiliki laba bersih pada kuartal kedua tahun 2023 sebesar 18,3 miliar dolar AS yang setara dengan Rp287 triliun.
Microsoft memiliki laba bersih tertinggi dibandingkan dua perusahaan teknologi lainnya, yaitu sebesar 20,8 miliar dolar AS yang setara dengan Rp326 triliun. Sementara Apple memiliki laba bersih senilai 19,8 miliar dolar AS yang setara dengan Rp311 triliun.

BACA JUGA:
Apple Baru akan Rilis MacBook Pro dan Macbook Air M3 Tahun Depan

Jumlah pendapatan ketiga perusahaan teknologi terbesar di dunia ini senilai 58,9 miliar dolar AS yang setara dengan Rp925 triliun rupiah. Ini melampaui pendapatan Saudi Aramco jika laba tersebut digabungkan.
Google dan Microsoft berhasil mengalami pertumbuhan laba, sedangkan Apple terlihat stagnan pada dua tahun terakhir. Melihat perkembangan ini, sangat memungkinkan apabila perusahaan teknologi dapat menghasilkan laba lebih besar dibandingkan dengan perusahaan minyak, Saudi Aramco pada kuartal ketiga tahun 2023.Melansir dari APnews, Selasa (17/10/2023), dalam sebuah laporan penelitian, Daniel Ives, analis riset ekuitas senior di Wedbush mengungkapkan bahwa, kecerdasan buatan menjadi alasan utama saham-saham teknologi terus meningkat tahun ini. Sektor teknologi informasi dan komunikasi masing-masing sudah meningkat lebih dari 40% pada tahun ini.

BACA JUGA:
Siapa Pencipta Yandex yang Siap Menyaingi Mesin Pencari Google dan Microsoft ?

Saham Microsoft naik lebih dari 40% tahun ini dan ukurannya memberikan pengaruh yang lebih besar pada indeks S&amp;amp;P 500, yang naik lebih dari 20% pada tahun 2023. Sejumlah perusahaan teknologi besar telah mengirimkan sinyal positif ke Wall Street tentang pertumbuhan masa depan dalam pengembangan dan penerapan komputasi awan dan kecerdasan buatan dalam teknologi.
Kecerdasan buatan dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan banyak saham teknologi, yang dapat terus memimpin pasar lebih tinggi sepanjang tahun. (Taja Aurora Bianca)</description><content:encoded>JAKARTA - Hanya tinggal satu minggu lagi sebelum laba perusahaan teknologi besar memulai musim laporan keuangan mereka. Salah satu perusahaan minyak yang memiliki pendapatan terbesar di dunia, Saudi Aramco, diketahui mengalami menurunan laba lebih 30% dari tahun lalu. Sementara itu, perusahaan-perusahaan teknologi besar terus mengejar keuntungan besar mereka.
Pada kuartal kedua, laba bersih Saudi Aramco mencapai 30,01 miliar dolar AS yang setara dengan Rp471 triliun. Meski terlihat memiliki keuntungan yang sangat tinggi, pendapatan untuk perusahaan minyak terbesar ini tengah mengalami penurunan yang drastis sejak satu tahun lalu. Sementara itu, laba bersih perusahaan teknologi terbesar di dunia ternyata belum bisa sebanding dengan perusahaan minyak tersebut.

BACA JUGA:
Cara Menghitung Jumlah Hari Berlalu dengan Pasangan di Google Viral di Tik Tok

Google, Microsoft, dan Apple memiliki perbandingan yang cukup jauh dengan Saudi Aramco. Google memiliki laba bersih pada kuartal kedua tahun 2023 sebesar 18,3 miliar dolar AS yang setara dengan Rp287 triliun.
Microsoft memiliki laba bersih tertinggi dibandingkan dua perusahaan teknologi lainnya, yaitu sebesar 20,8 miliar dolar AS yang setara dengan Rp326 triliun. Sementara Apple memiliki laba bersih senilai 19,8 miliar dolar AS yang setara dengan Rp311 triliun.

BACA JUGA:
Apple Baru akan Rilis MacBook Pro dan Macbook Air M3 Tahun Depan

Jumlah pendapatan ketiga perusahaan teknologi terbesar di dunia ini senilai 58,9 miliar dolar AS yang setara dengan Rp925 triliun rupiah. Ini melampaui pendapatan Saudi Aramco jika laba tersebut digabungkan.
Google dan Microsoft berhasil mengalami pertumbuhan laba, sedangkan Apple terlihat stagnan pada dua tahun terakhir. Melihat perkembangan ini, sangat memungkinkan apabila perusahaan teknologi dapat menghasilkan laba lebih besar dibandingkan dengan perusahaan minyak, Saudi Aramco pada kuartal ketiga tahun 2023.Melansir dari APnews, Selasa (17/10/2023), dalam sebuah laporan penelitian, Daniel Ives, analis riset ekuitas senior di Wedbush mengungkapkan bahwa, kecerdasan buatan menjadi alasan utama saham-saham teknologi terus meningkat tahun ini. Sektor teknologi informasi dan komunikasi masing-masing sudah meningkat lebih dari 40% pada tahun ini.

BACA JUGA:
Siapa Pencipta Yandex yang Siap Menyaingi Mesin Pencari Google dan Microsoft ?

Saham Microsoft naik lebih dari 40% tahun ini dan ukurannya memberikan pengaruh yang lebih besar pada indeks S&amp;amp;P 500, yang naik lebih dari 20% pada tahun 2023. Sejumlah perusahaan teknologi besar telah mengirimkan sinyal positif ke Wall Street tentang pertumbuhan masa depan dalam pengembangan dan penerapan komputasi awan dan kecerdasan buatan dalam teknologi.
Kecerdasan buatan dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan banyak saham teknologi, yang dapat terus memimpin pasar lebih tinggi sepanjang tahun. (Taja Aurora Bianca)</content:encoded></item></channel></rss>
