<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Peneliti Ungkap Ancaman Besar AI bagi Lingkungan</title><description>Tak tanggung-tanggung kebutuhan energi AI dalam waktu dekat diprediksi bakal menyamai kebutuhan energi di negara kecil.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/15/56/2901628/duh-peneliti-ungkap-ancaman-besar-ai-bagi-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/15/56/2901628/duh-peneliti-ungkap-ancaman-besar-ai-bagi-lingkungan"/><item><title>Duh, Peneliti Ungkap Ancaman Besar AI bagi Lingkungan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/15/56/2901628/duh-peneliti-ungkap-ancaman-besar-ai-bagi-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/15/56/2901628/duh-peneliti-ungkap-ancaman-besar-ai-bagi-lingkungan</guid><pubDate>Minggu 15 Oktober 2023 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/15/56/2901628/duh-peneliti-ungkap-ancaman-besar-ai-bagi-lingkungan-s2IK0OgBMW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kecerdasan Buatan (AI) (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/15/56/2901628/duh-peneliti-ungkap-ancaman-besar-ai-bagi-lingkungan-s2IK0OgBMW.jpeg</image><title>Kecerdasan Buatan (AI) (Foto: Istimewa)</title></images><description>AMSTERDAM -&amp;nbsp;Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Dan baru-baru ini sebuah penelitian mengungkap bahwa AI memiliki bahaya yang cukup besar bagi lingkungan.
Riset yang ditulis oleh Alex de Vries, kandidat PhD di VU Amsterdam School of Business and Economics, mengklaim bahwa kebutuhan energi industri AI sangat lah besar hingga dapat menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan.&amp;nbsp;
Tak tanggung-tanggung kebutuhan energinya dalam waktu dekat diprediksi bakal menyamai kebutuhan energi di negara kecil, yang dapat menyebabkan dampak lingkungan yang lebih buruk dari perkiraan sebelumnya.

BACA JUGA:
OpenAI akan Luncurkan Update Besar-besaran dengan Biaya Lebih Murah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Mengingat perkiraan produksi dalam beberapa tahun mendatang, pada tahun 2027 perangkat AI yang baru diproduksi akan bertanggung jawab atas konsumsi listrik yang sama besarnya dengan negara asal saya, Belanda,&amp;rdquo; kata de Vries dikutip dari Gizmodo, Minggu (15/10/2023).&amp;nbsp;
&quot;Ini juga berada pada kisaran yang sama dengan konsumsi listrik di negara-negara seperti Swedia atau Argentina,&quot; lanjutnya.&amp;nbsp;
Meskipun tingkat konsumsi listrik di industri teknologi relatif stabil selama bertahun-tahun, De Vries mengatakan munculnya perang chatbot AI antara raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, dan OpenAI, mungkin telah melahirkan era baru.

BACA JUGA:
Fisikawan Ungkap Kemungkinan Eksperimen Perjalanan Waktu ke Masa Lalu

Penelitian De Vries secara khusus mengamati konsumsi listrik di sektor AI yang diterapkan pada sesuatu yang disebut &amp;ldquo;fase inferensi&amp;rdquo; produksi AI. Menurutnya, fase konsumsi energi ini bisa sangat besar dan, terkadang, menyumbang sebagian besar energi yang dikeluarkan selama siklus hidup AI.
Karena potensi peningkatan kebutuhan energi AI dalam beberapa tahun ke depan, para pengembang diharapkan dapat berfokus tidak hanya pada optimalisasi AI, tapi juga mempertimbangkan secara kritis perlunya penggunaan AI.</description><content:encoded>AMSTERDAM -&amp;nbsp;Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Dan baru-baru ini sebuah penelitian mengungkap bahwa AI memiliki bahaya yang cukup besar bagi lingkungan.
Riset yang ditulis oleh Alex de Vries, kandidat PhD di VU Amsterdam School of Business and Economics, mengklaim bahwa kebutuhan energi industri AI sangat lah besar hingga dapat menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan.&amp;nbsp;
Tak tanggung-tanggung kebutuhan energinya dalam waktu dekat diprediksi bakal menyamai kebutuhan energi di negara kecil, yang dapat menyebabkan dampak lingkungan yang lebih buruk dari perkiraan sebelumnya.

BACA JUGA:
OpenAI akan Luncurkan Update Besar-besaran dengan Biaya Lebih Murah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Mengingat perkiraan produksi dalam beberapa tahun mendatang, pada tahun 2027 perangkat AI yang baru diproduksi akan bertanggung jawab atas konsumsi listrik yang sama besarnya dengan negara asal saya, Belanda,&amp;rdquo; kata de Vries dikutip dari Gizmodo, Minggu (15/10/2023).&amp;nbsp;
&quot;Ini juga berada pada kisaran yang sama dengan konsumsi listrik di negara-negara seperti Swedia atau Argentina,&quot; lanjutnya.&amp;nbsp;
Meskipun tingkat konsumsi listrik di industri teknologi relatif stabil selama bertahun-tahun, De Vries mengatakan munculnya perang chatbot AI antara raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, dan OpenAI, mungkin telah melahirkan era baru.

BACA JUGA:
Fisikawan Ungkap Kemungkinan Eksperimen Perjalanan Waktu ke Masa Lalu

Penelitian De Vries secara khusus mengamati konsumsi listrik di sektor AI yang diterapkan pada sesuatu yang disebut &amp;ldquo;fase inferensi&amp;rdquo; produksi AI. Menurutnya, fase konsumsi energi ini bisa sangat besar dan, terkadang, menyumbang sebagian besar energi yang dikeluarkan selama siklus hidup AI.
Karena potensi peningkatan kebutuhan energi AI dalam beberapa tahun ke depan, para pengembang diharapkan dapat berfokus tidak hanya pada optimalisasi AI, tapi juga mempertimbangkan secara kritis perlunya penggunaan AI.</content:encoded></item></channel></rss>
